Visi Misi Appi-Rahman, Makassar Bangkit

MASMEDIA.XYZ, MAKASSAR – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) sudah mendeklarasikan diri maju pada Pilwalkot Makassar 2020. Visi misi Appi-Rahman sudah rampung.

Deklarasi Bapaslon ber-tagline Makassar Bangkit ini digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat malam (21/8/2020). Visi misi Appi-Rahman sangat bersentuhan masyarakat.

Sejumlah tokoh ternama, baik secara langsung maupun secara virtual atau online hadir pada deklarasi ini. Mereka sudah mendengar visi misi Appi-Rahman ini.

Pasangan berakronim Appi-Rahman ini, maju diusung oleh Partai Demokrat (6 kursi), Perindo (2 kursi), serta PPP (5 kursi).

Berikut visi misi Appi-Rahman atau Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando saat Deklarasi:

MAKASSAR BANGKIT: SOLUSI PENANGANAN COVID-19 & PEMULIHAN EKONOMI

Yang kami hormati Ketua Umum Partai Demokrat, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Bapak Suharso Monoarfa, Ketua Umum Partai Perindo, Bapak Hary Tanusoedibjo, dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ibu Grace Natalie.

Yang kami hormati, Para Ketua Partai Pengusung dan Pendukung, tingkat Propinsi dan Kota, beserta  jajarannya.

Yang kami hormati yang kami cintai, para tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kota Makassar, dimanapun anda berada.

Yang saya hormati, Bapak Abdul Rahman Bando, Calon Wakil Walikota Makassar.

Yang saya hormati, dan saya banggakan, segenap relawan dan simpatisan Appi-Rahman, Bapak Ibu Saudara sekalian, seluruh warga Makassar.

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. SELAMAT MALAM, SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, OM SWASTIASTU, NAMO BUDAYA, SALAM KEBAJIKAN

Bapak Ibu Saudara sekalian,

Selama  8 bulan terakhir, Virus Corona menginfeksi seluruh dunia. Ia menjadi pandemi yang sangat berbahaya.

Menginfeksi jutaan dan menyebabkan ratusan ribu orang meninggal di seluruh dunia. Covid ini juga menghentikan seluruh sendi kehidupan dan melumpuhkan roda perekonomian.

Di Kota Makassar, dampak Covid sangatlah mengkhawatirkan. Laju pertumbuhan ekonomi yang biasanya mencapai angka 8%-9% akhirnya harus terjun bebas karena virus ini.

Pemberlakuan PSBB selama beberapa bulan, praktis menghentikan segala kegiatan ekonomi diberbagai sektor, mulai dari sektor kepariwisataan, transportasi,

perhotelan, jasa dan konstruksi hingga sektor UMKM. Saat ini, berdasarkan data Satgas Penanggulangan Covid-19 Nasional, Kota Makassar masih ditetapkan sebagai Zona Merah.

Instansi dan tenaga kesehatan masih terus menerima pasien baru.

Sementara di pekuburan Macanda, masih sering terdengar suara ambulans membawa jenazah saudara kita yang sahid.

Sekolah-sekolah sampai saat ini masih harus menerapkan peraturan Belajar Dari Rumah secara online, memberi pekerjaan tambahan bagi orang tua, sekaligus menambah beban ekonomi untuk menyiapkan perangkat IT dan paket data yang tidak sedikit.

Kantor pemerintah dibuka dengan pelayanan terbatas, kantor swasta banyak tutup dan merumahkan karyawannya.

PHK tak terhindarkan, daya beli menurun, tingkat konsumsi rendah, produktifitas nyaris mendekati nol, bahkan secara nasional, pertumbuhan ekonomi kita, dinyatakan minus.

Bapak Ibu saudara sekalian yang saya hormati.

Kota Makassar yang kita cintai ini masih punya banyak pekerjaan rumah.

Ruang dan fungsi kota dipastikan akan mengalami penyempitan sebagai konsekuensi bertumbuhnya kota menjadi lebih metropolitan.

Di masa sulit ini, hampir semua anggaran pemerintah harus dipangkas untuk membiayai penanggulangan Covid ini.

Dengan total APBD Makassar setelah penyesuaian, sebesar 3,3 Triliun, turun sebesar 796 Milyar dari APBD Pokok, tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan oleh Pemkot Makassar saat ini.

Covid ini membuat kita tidak bisa lagi bermain-main dengan membuat PROGRAM YANG SEOLAH-OLAH SMART, TAPI TIBA MASA TIBA AKAL, SEOLAH-OLAH SOMBERE TETAPI TIDAK KENA SASARAN, SEOLAH-OLAH TANGKASA TETAPI MANGKRAK DI TENGAH JALAN.

Terus terang, SELAMA 15 TAHUN TERAKHIR INI…  SAYA ULANGI, SELAMA 15 TAHUN TERAKHIR INI, Kota Makassar hanya berkembang pada aspek fisik saja.

Masih ada 3,5% penduduk Makassar yang buta huruf, terdapat 7,23% anak usia sekolah yang  putus sekolah.

Pengangguran terbuka  dikisaran 10.39%, dan penduduk miskin masih  4,28%. Yang miris, jurang ketimpangan semakin dalam.

Tahun lalu, ketimpangan ada dikisaran 0,388, tahun ini meningkat di angka 0,391. Di Kota ini, Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin.

APAKAH ITU AKAN KITA LANJUTKAN 2 KALI LAGI? SAYA KIRA TIDAK.

Bapak Ibu Saudara yang kami hormati.

Tujuan akhir dari setiap aktivitas pembangunan adalah KEADILAN.

Tujuan itu hanya dapat diraih dengan cara yang berbudaya dan bermartabat, tanpa mengorbankan aspek ekologi, sosial dan kultural dari perkembangan sebuah kota.

Karena itu, visi kami adalah MAKASSAR BANGKIT MENUJU KOTA SEJAHTERA, BERKEADILAN, BERBUDAYA, dan BERKELANJUTAN, atau kami sebut sebagai VISI APPAKABAJI’.

Didalamnya terdapat EMPAT PILAR OPTIMISME Kota Makassar untuk BANGKIT dari keterpurukan.

Untuk mewujudkan itu, Saya dan pak Rahman akan mendesain pembangunan kota yang merata untuk semua wilayah berdasarkan kebutuhannya masing-masing.

Saya akan meningkatkan insentif RT/RW dan LPM agar pembangunan lebih berdaya guna.

Selain itu, kami akan membentuk 1000 kelompok usaha RT/RW, mengadakan 50 ribu lapangan pekerjaan baru, membangun sistem pengolahan sampah modern dengan teknologi zero waste, membenahi sistem tranportasi publik yang terjangkau, membangun LRT ramah lingkungan yang akan mengitari kota ini, membuat jalur bersepeda dan memperlebar trotoar bagi para pejalan kaki.

Kami akan menambah jumlah taman kota, dan tempat bermain anak di setiap kelurahan, untuk membuat Makassar menjadi kota yang rindang dan asri di musim panas, dan bebas banjir di musim hujan.

Kami akan duduk bersama dengan para pemangku kepentingan kota, membahas secara komprehensif agar visi APPAKABAJI’ dapat terlaksana dengan baik.

Kami akan meyakinkan swasta besar internasional dan nasional, untuk berinvestasi dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), serta mempermudah birokrasi dan perijinan. KARPET MERAH BUAT MEREKA SEMUA.

Bapak Ibu Saudara sekalian,

Di era pandemi ini, ketika ekonomi terseok, pelayanan publik tersendat, fasum dan fasos terbatas, anggaran terpotong sana-sini, lingkungan tercemar, budaya lokal semakin sirna, seolah sudah tidak ada lagi harapan untuk kita.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN…?

Dampak Covid ini sungguh terasa bagi kelompok rentan, karena itu, kami akan membantu paket data dan TV Set untuk anak-anak di Panti Asuhan agar mereka tetap dapat belajar dengan baik.

Kami akan menjadikan setiap kantor kelurahan sebagai pusat co-working space bagi anak muda untuk mengembangka

bisnis start-up, melatih 10.000 tenaga kerja siap pakai di berbagai bidang keterampilan,

perbengkelan, otomotif, kuliner, dan socio-enterpreneurship sebagai salah satu basis bertumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Makassar.

Pemberdayaan ekonomi harus berdampak langsung pada masyarakat.

Di setiap RW akan kami bangun sarana pengembangan UMKM, dimana pemerintah akan mensupervisi usaha, dan membeli langsung produknya untuk dipasarkan.

Kami akan memberikan relaksasi dan kelonggaran terhadap berbagai jenis pungutan, seperti retribusi maupun pajak.

Apakah itu dalam bentuk penundaan, pemotongan, bila perlu, penghapusan pembayaran.

Bagi tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid, para veteran kita selama masa pandemi, saya akan bebaskan PBB nya.

Warung UMKM akan saya beri keringanan pajak, kalau perlu, dibebaskan.

Saya akan mengurangi pajak BPHTB, agar sektor properti bisa menggeliat, dari 5% ke 2,5%.

Saya akan menerbitkan perwali, tapi apabila hal itu melampaui kewenangan saya, maka saya akan berjuang menggolkan kebijakan teesebut bersama DPRD Kota Makassar.

Pajak reklame akan saya beri relaksasi, terutama untuk UMKM.

Begitu pula dengan relaksasi retribusi parkir supaya masyarakat datang kembali ke pusat perbelanjaan sihingga roda ekonomi kembali berputar.

Begitu pula pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau, saya akan permudah dan lancarkan jalur transportasinya, agar tetap bisa beraktifitas secara ekonomis.

Esential workers, pekerja publik terdepan, seperti supir pete-pete, driver ojol, pengumpul sampah, satpol PP, penjaga toko, loper koran, imam masjid, pemandi jenazah, guru honorer dan guru sekolah minggu, polisi lalu lintas, kaum perempuan dan difable akan mendapatkan perhatian khusus.

Mereka harus kita jaga dengan melakukan swab rutin, sebagai upaya memutus mata rantai Covid.

Bapak Ibu Saudara yang saya hormati.

Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para dokter, perawat dan keluarganya, yang selama ini menjadi garda terdepan dari upaya penanggulangan Covid.

Banyak dari mereka, BAHKAN TELAH GUGUR karena terinfeksi virus ini.

Tidak berlebihan kiranya jika saya mengajak kita semua, untuk MENGHENINGKAN CIPTA mengenang kepahlawanan mereka.

HENING CIPTA, MULAI…
SELESAI.

Dalam penanganan Covid di Kota Makassar, saya menawarkan solusi konkrit sebagai berikut:

Dalam 100 hari pertama, saya akan meningkatkan frekuensi SWAB test.

Dari 1200 test menjadi 6000 tes per hari dan meningkatkan jumlah Laboratorium 3 kali lipat dari saat ini.

Dari 6 menjadi 15 LAB di seluruh kota. Saya akan mendorong peningkatan kapasitas personil dan peralatan di setiap Lab, agar kapasitas dan kecepatannya meningkat.

Dengan begitu, Kota Makassar akan menjadi kota yang tertinggi rasio tes covid-nya di seluruh Indonesia, bahkan diatas DKI Jakarta. Insya Allah, kita akan setingkat dengan kota besar dunia.

Solusi berikutnya, saya akan meningkatkan jumlah pasukan contact tracers, yang dengan cepat melakukan pelacakan sebaran Covid baru.

Mereka adalah tenaga kesehatan dengan kemampuan, peralatan, dan jumlah sesuai standard terbaik di dunia.

Dengan rasio 30 tenaga kesehatan per 100,000 penduduk, saya akan membentuk dan membiayai sekitar 450 orang pasukan contact tracers.

Saya juga akan membentuk dan memimpin langsung penanggulangan Covid, dari sebuah Command Center yang modern, yang mampu secara live memantau penyebaran Covid di seluruh Kota hingga ke level RW, RT, bahkan hingga ke lorong-lorong, agar penanganan pandemi ini dapat dilakukan secara terukur, terkoordinasi, sistematis, masif dan cepat.

Komitmen saya bahkan dimulai hari ini. Setiap panitia dan undangan yang hadir, termasuk saya dan Pak Rahman diwajibkan untuk melakukan tes SWAB tiga hari sebelum acara ini, tanpa kecuali.

Setiap hari akan saya sampaikan fakta kepada seluruh warga kota, apa adanya. Saya akan lebih banyak mendengar, berdiskusi dan duduk belajar dengan para ahli epidemiologi, ahli infeksi dan ahli kesehatan masyarakat terbaik di Kota ini. Tidak ada yang saya tutupi, karena kita harus bersatu dalam satu perahu menangani pandemi ini.

Bapak Ibu Saudara sekalian,

Selama ini Makassar dikenal sebagai KOTANYA PARA PEMBERANI.

Kita harus berani menegur orang yang tidak menjaga jarak dengan yang lain. Kita harus berani menegur orang disekitar yang tidak pakai masker.

Kita harus bisa mengukur diri dengan melakukan tes swab.

Kita harus bisa menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan orang lain. Untuk itu, saya akan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Bapak Gubernur, serta pemerintah Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar, untuk bersinergi mengatasi pandemi ini.

KOMITMEN SAYA, Makassar harus menjadi DAERAH HIJAU, bebas Covid selama 100 HARI SAYA TERPILIH.

Orang Makassar sudah dikenal luas sebagai orang yang paling mampu bertahan dalam setiap keadaan.

Saudara-saudaraku, Dg Rannu sopir pete-pete, Pak Simon, sopir ambulans, Dg Gassing pemadam kebakaran, Ibu Rahmatia penjual sayur, Dg Nurdin, penjual ikan, Dg Rangka buruh bangunan, serta Dg Tiro pemulung sampah, KALIAN TIDAK SENDIRI. SAYA AKAN BERDIRI PALING DEPAN untuk menghilangkan sumbatan penanggulangan Covid ini.

Kepada para Partai Politik Pengusung dan Pendukung, terima kasih atas kepercayaannya kepada kami.

Insya Allah kita akan terus berkomitmen, bersinergi dan berkolaborasi untuk memenangkan pasangan Appi-Rahman menjadi Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

PURA BABBARA SOMPE’KU,
PURA TANGKISI’ GULIKKU,
KUALLEANGNGI TALLANGA NA TOWALIA

SAYA AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK MAKASSAR.

Makassar, 21 Agustus 2020
Makassar Bangkit.
Appi-Rahman.

WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Itulah visi misi Appi-Rahman. Cukup realistis.

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply