Video Detik-detik Kekuatan Gempa Banten M 6,9
Video Detik-detik Kekuatan Gempa Banten M 6,9

Video Detik-detik Kekuatan Gempa Banten M 6,9

Gempa Banten – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis kekuatan gempa di Banten, Sabtu malam (3/8/2019). Pihak BMKG juga mengatakan, gempa yang semula disebutkan berkekuatan magnitudo (M) 7,4 tetapi setelah didata ulang dipastikan gempa berkekuatan M 6,9.

Cari tahu juga info gempa banten hari ini, gempa tangerang hari ini, bmkg gempa pandeglang hari ini, gempa banten 2019 bmkg, bmkg: gempa bumi lebak, banten hari ini, gempa banten 2020, gempa terkini banten 2021, gempa bayah banten hari ini

Video Detik-detik Kekuatan Gempa Banten M 6,9

Video Wanita Histeris Kala Gempa “Hasil analisis BMKG adalah gempa banten kali ini berkekuatan M 7,4 dan setelah dimutakhirkan itu hanya berkekuatan M 6,9,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).

Gempa Sulawesi Tengah Hari Ini Capai 384 Orang

Dwikorita pun menjelaskan, episentrum (pusat gempa) kali ini terletak di 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten dan koordinat episentrum berada pada 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104,75 derajat Bujur Timur.

“Berdasarkan data kami kedalaman pusat gempa banten 48 km,” ujarnya.

Videonya detik-detik warga panik di Banten

Sumber Video Twitter Andrea Hakim

Sejauh ini, gempa banten kata Dwikorita bisa terjadi karena ada pergerakan lempeng Indo-Australia. “Gempa banten dangkal akibat deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia,” tutupnya.

Gempa banten kali ini juga terasa hingga ke depok, Jawa Barat. Tak sedikit warganya panik seperti yang diakui pemilik akun Twitter Odin.

Odin bahkan mengunggah di akun Twitter miliknya, detik-detik beberapa orang mulai keluar berhamburan ke luar rumah karena takut.(detik.com-bs)

Berikut videonya: https://twitter.com/maudhymaw/status/1157270159897141249?s=19

Baca Juga Korban Gempa Palu Silakan Jarah Minimarket, Mentri ini yang Akan Ganti Rugi

Suku baduy berasal dari Banten

Propinsi Banten yaitu sebuah propinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Propinsi ini yaitu propinsi sangat barat di Pulau Jawa.

Propinsi ini pernah jadi sisi dari Propinsi Jawa Barat, tapi propinsi ini jadi tempat pemekaran semenjak tahun 2000, dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Ibu-kota dan pusat pemerintahannya ada dalam Kota Serang.

Suku aslinya yaitu suku Sunda Banten yang ada dalam tempat Kabupaten Serang sisi selatan, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang sisi selatan dan Kota Tangerang. Bahasa Sunda di Banten sebagai bahasa Sunda dengan aksen yang unik.

Tempat Banten berada antara 5º7’50”-7º1’11” Lintang Selatan dan 105º1’11”-106º7’12” Bujur Timur, berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000 luas tempat Banten yaitu 9.160,70 km².

Propinsi Banten terbagi dalam 4 kota, 4 kabupaten, 155 kecamatan, 313 kelurahan, dan 1.238 dusun.

Area laut Banten sebagai salah satunya lajur laut menjanjikan.

Selat Sunda sebagai salah satunya lajur jalan raya laut yang taktis karena bisa dilintasi kapal besar yang mempertautkan Australia dan Selandia Baru dengan area Asia Tenggara semisalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Disamping itu Banten sebagai lajur perantara di antara Jawa dan Sumatra.

Kalau dipautkan status geografis dan pemerintah, karenanya tempat Banten terpenting wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) sebagai tempat penyangga buat Jakarta.

Secara ekonomi tempat Banten banyak memiliki industri.

Tempat Propinsi Banten miliki beberapa dermaga laut yang diperkembangkan selaku memperhitungkan untuk mewadahi kelebihan kemampuan dari dermaga laut di Jakarta dan diperuntukan untuk jadi dermaga alternative selainnya Singapura.

Kebanyakan anggota penduduk memiliki agama Islam dengan semangat kebatinan yang tinggi, tapi pengikut agama lain bisa hidup bersebelahan dengan damai.

Kekuatan, dan kekhasan budaya penduduk Banten, diantaranya seni bela diri yang asal dari budaya Sunda Banten yakni Pencak silat, Debus, Rudad, Umbruk, Tari Saman, Tari Kedok, Tari Cokek, Dog-dog, Palingtung, dan Lojor.

Disamping itu ada peninggalan kakek moyang diantaranya Mushola Agung Banten Lama, Pusara Bertuah Panjang, dan masihlah banyak warisan yang lain.

Di Propinsi Banten ada Suku Baduy. Suku Baduy Dalam sebagai suku asli Sunda Banten yang masih jaga rutinitas antimodernisasi, baik teknik memakai pakaian atau gaya hidup yang lain.

Suku Baduy-Rawayan tinggal di area Cagar Budaya Pegunungan Kendeng selebar 5.101,85 hektar di wilayah Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Perkampungan penduduk Baduy normalnya berada di wilayah saluran Sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng. Wilayah ini dikenali selaku tempat tanah titipan dari leluhur, yang harus dipiara, dan dijaga baik, jangan dirusak.

Bahasa di Banten

Bahasa inti di Banten sebagai bahasa Sunda Banten yang sebagai bahasa asli warga disitu.

Warga asli yang hidup di Propinsi Banten, terpenting di Tempat Banten Selatan Seperti Lebak dan Pandeglang Kabupaten Serang sisi selatan dan Kabupaten Tangerang sisi selatan bicara memakai satu aksen bahasa Sunda yang disebut yaitu bahasa Banten/bahasa Sunda Banten yang masih menjaga banyak kosakata dari bahasa Sunda Kuno.

Aksen itu tak miliki kelas bahasa seperti pada aksen bahasa Sunda yang dikatakan di tempat Priangan (sisi timur Propinsi Jawa Barat), yang miliki beberapa kelas dari tingkat lembut hingga sampai tingkat kasar, yang pertama terbentuk semasa kekuasaan Kesultanan Mataram.

Sedang di tempat Serang sisi utara, bahasa Jawa Banten/Jaseng (Jawa Serang) dipakai oleh suku Jawa.

Dan, di kabupaten Tangerang, kota Tangerang dan kota Tangerang Selatan, Bahasa Betawi dipakai oleh pendatang beretnis Betawi.

Dari sisi bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa Betawi, bahasa Indonesia dipakai terpenting oleh pendatang dari sisi lain Indonesia.

Rumah Adat Banten

Rumah adatnya yaitu rumah pentas yang dengan atap daun atap dan lantainya dibikin dari pelupuh yakni bambu yang dibelah-belah. Sedang dindingnya dibikin dari ruang (gedek).

Untuk penyangga rumah pentas yaitu batu yang telah dibikin demikian rupa berupa balok yang ujungnya semakin menjadi kecil seperti batu yang dipakai untuk alas tumbuk beras.

Rumah kebiasaan ini masihlah banyak diketemukan di wilayah yang ditempati oleh orang Kanekes atau dikatakan orang Baduy.

Gambar Gravatar
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *