50 Ton Porang Diekspor ke Vietnam
Bupati Takalar, Syamsari Kitta meninjau pabrik pengelolahan Porang sembari memperlihatkan produk Porang, di Desa Lassang Barat, Polongbangkeng Utara, Selasa, 16 April.

Takalar Ekspor 50 Ton Porang ke Vietnam

TAKALAR – Komoditas tanaman perkebunan Porang asal Desa Lassang Barat, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mulai di ekspor ke Vietnam. 50 Ton Porang sudah dikirim.

Meski bentuknya tak beraturan dan membuat gatal bagi yang menyentuhnya. Tetapi umbi jenis ini memang menjadi buruan banyak investor.

Bupati Takalar, Syamsari Kitta sudah melepas langsung ekspor perdana ini pada Selasa, 16 April dan sebanyak 50 ton sudah dikirim yang dikemas dalam karung.

Pelepasan ekspor ini sendiri ditandai dengan pemecahan kendi oleh Syamsari. Didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan), Ali Jamil dan dari pihak Dinas Pertanian Sulsel.

“Kami harus bisa menemukan varietas yang lebih cepat dipanen dan bisa menghasilkan umbi yang lebih besar lagi,” kata Syamsari.

Orang nomor satu Takalar ini pun berharap, warga Takalar bisa semakin terpacu atas adanya ekspor perdana ini untuk lebih giat lagi melakukan budidaya Porang. Apalagi kedepan, administrasi investasi di Takalar terkait perizinannya akan berbasis online.

“Kebijakan tentang kemudahan investasi ini akan terus kita permudah. Harapnya agar Takalar dapat menjadi daerah industri di agro industri,” bebernya.

Kepala Kabarantan, Ali Jamil menilai, adanya ekspor perdana ini kedepan pastinya Takalar bisa menjadi pusat pengolahan porang. Pemda setempat bisa membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“Lahan tidur bisa dimanfaatkan. Dinas pertanian Takalar akan kita dorong. Ini agar Takalar bisa terus ekspor tanaman Porang ke Vietnam,” janjinya.

Strategi lainnya, usulan Pemda Takalar untuk pengembangan komuditas perkebunan ini adalah dengan bekerjasama dengan pihak kehutanan. Jadi bagi masyarakat yang tidak punya lahan bisa meminta lahan pemerintah untuk ditanami.

“Target kita memang agar Takalar ini bisa menyuplai lebih banyak ke luar negeri. Apalagi sekarang pabriknya sudah ada,” tutupnya. (*)

Gambar Gravatar
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *