Sudah bertahun-tahun Tak Bisa Pulang Lebaran

0
petugas bandara lainnya dari TNI AU di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Agus Sasongko (tiga kanan) bersama petugas bandara lainnya dari TNI AU di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas), Jumat, 24 Juni.


MAKASSAR — Lebaran identik dengan arus mudik dan arus balik bagi para perantau muslim. Tak peduli jarak.

Yah, lebaran bagi perantau adalah momentum saat dimana bisa berkumpul dengan semua sanak saudara. Jauh atau dekat.

Namun, bagi Agus Sasongko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, mudik semacam itu merupakan hal yang sangat langka.


Dimana ketika jutaan orang bergembira menyambut datangnya hari istimewa tersebut. Ia tak bisa merasakan itu.

Sudah tiga tahun pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 4 Mei 1960 itu tak merasakan bagaimana rasanya berlebaran di kampung sendiri. Dia tak bisa meninggalkan tugasnya.

“Tak ada izin cuti dari Menteri Perhubungan untuk hari-hari seperti ini,” ucap fans berat Barcelona itu, saat dijumpai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas), Jumat, 24 Juni. Olehnya itu dia harus memendamnya dalam-dalam.

Dia mengakui selama ramadan ini memang keluarga (istri dan anak) sering berkunjung jadi penat hidup sendiri di rumah dinas sedikit terobati. Namun, meski begitu dia rasa ini belumlah cukup jika belum bertemu dengan sanak keluarga.

“Paling sedihnya terasa jika melihat kerumunan orang selesai salat Id. Melihat para jamaah saling bersalaman dengan sanak keluarga,” ucapnya.

“Ataukah saling mengunjungi untuk sekedar saling berjabat tangan dan bermaafan. Saat itulah  paling sedih,” akunya.

Namun, dia merasa kesedihan itu hilang ketika dia sibuk kembali bertemu dan bertugas dengan semua teman-teman kerjanya.

“Kalau lagi sibuk kerja, rindu sanak keluarga rasanya hilang. Tapi, kalau sendiri luar biasa rindunya,” bebernya.

Dari semua yang dilaluinya selama bertugas, lulusan Teknik Elektro inipun selalu menghibur diri dengan selalu mengiatkan dirinya, bahwa tugas yang diembannya adalah sebuah tugas yang mulia. Memberikan pelayanan kepada semua pemudik yang ingin pulang di kampung halamannya dengan selamat. (*)

Tinggalkan Balasan