Rene Descartes
Rene Descartes

Rene Descartes, Berikut Kisah Hidupnya

”Saya Berpikir, maka Saya Ada” RENE DESCARTES [1596-1650]

Mungkin kita sedikit asing dengan Rene Descartes, tapi pasti kita tahu dan bahkan akrab dengan Cartesius.

Cari tahu juga; rene descartes quotes, gagasan rene descartes, rene descartes pdf, rene descartes matematika, makalah rene descartes, rene descartes aku berpikir maka aku ada, gambar rene descartes, 3 prinsip penalaran rene descartes

Nama itu sebenarnya selalu kita jumpai bahkan sering terucap dari mulut kita, ketika kita belajar geometri.

Rene Descartes lahir pada tahun 1596. Dia merupakan seorang filosof, ilmuwan, matematikus Perancis yang tersohor.

Baca Juga;

Gubernur Pertama Sulawesi Selatan, A Achmad Rifai, Berita Terbaru

7 Politikus Paling Terkenal di Dunia, 2 Tokoh Asal Indonesia, Miliki Museum Nasional

Rumah BJ Habibie di Parepare Masih Ada Rumah Hingga Meja Belajar dan Ranjang Besi

Pada umur 20 tahun, dia sudah memperoleh gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers.

Sayangnya, ia sama sekali tidak pernah mempraktekkan ilmu hukumnya itu.

Ia memiliki keyakinan tidak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya kecuali matematika.

Sehingga, bukannya dia meneruskan pendidikan formalnya di bidang hukum, melainkan malah

mengambil keputusan untuk berkelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepalanya sendiri.

Selama lebih kurang 12 tahun, dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes betul-betul mondar-mandir dari satu negeri ke negeri lain.

Dia tiga kali masuk dinas militer yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria),

meskipun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur sama sekali.

Dikunjunginya pula Italia, Polandia, Denmark dan negeri – negeri lainnya.

Dalam tahun-tahun ini, dia menghimpun apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan kebenaran.

Sekitar tahun 1629 ditulisnya Rules for the Direction of the Mind buku yang memberikan garis-garis besar metodenya.

Baca Juga:

Nama-Nama Pahlawan Indonesia, Terbanyak Aceh

Inilah Profil Lengkap Kenshi Sulsel Dian Pertiwi.

Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah.

Pada tahun 1637 dia menerbitkan bukunya yang sangat terkenal Discourse 0n the Method for

Properly Guiding the Reason and Finding Truth in the Sciences (biasanya disingkat saja dengan Discourse on Method).

Discourse 0n Method ditulis dalam bahasa Perancis dan bukan bahasa Latin, sehingga

semua kalangan intelektual dapat membacanya, termasuk mereka yang tidak memperoleh pendidikan klasik.

Sumbangan Descartes yang paling penting adalah penemuannya tentang geometri analitis.

Ini merupakan langkah kemajuan besar di bidang matematika.

Sumbangan ini membukakan jalan bagi Newton menemukan Kalkulus.

Mungkin, bagian paling menarik dari Descartes adalah caranya memulai sesuatu.

Dari meneliti sejumlah besar pendapat-pendapat yang keliru yang umumnya sudah di sepakati orang,

Descartes berkesimpulan bahwa untuk mena cari kebenaran sejati dia mesti mulai melakukan langkah yang polos, murni dan jernih.

Untuk itu, dia mulai dengan cara meragukan apa saja. Meragukan apa saja yang dikatakan gurunya, meragukan kepercayaan,

meragukan pendapat umum yang sudah berlaku, meragukan eksistensi alam di luar dunia,

bahkan meragukan eksistensinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala hal.

Karuan saja ini membuat dia menghadapi masalah yang menghadang:

apakah mungkin mengatasi pemecahan atas keraguan yang begitu universal,

dan apakah mungkin menemukan pengetahuan yang bisa dipercaya mengenai segalagalanya?

Tetapi, lewat alasan-alasan metafisika yang cerdik, dia mampu memuaskan dirinya sendiri

bahwa dia sebenarnya ”ada” (”Saya berpikir, karena itu saya ada” merupakan argumen

terkenal dari Descartes, meski bukanlah pendapatnya yang orisinil), dan Tuhan itu ada

serta alam di luar dunia pun ada. Ini merupakan langkah pertama dari teori Descartes.

Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan yang lumayan dari Ratu Christina,

agar datang ke Swedia dan menjadi guru pribadinya. Namun Descartes sangat kecewa

ketika dia tahu sang Ratu ingin diajar pada jam lima pagi.

Dia khawatir udara pagi yang dingin bisa membuatnya mati. Dan ternyata betul, Descartes kena pneumonia,

dan meninggal bulan Februari 1650, cuma empat bulan sesudah sampai di Swedia.

Penulis : HJ Sriyanto
Source : Happy With Math

FAQ

Bagaimana Rene Descartes mulai filsafatnya?

Descartes mulai langkahnya dengan mencurigakan semua suatu hal.sebuah hal. Pada situasi mimpi atau menjaga seorang masih merasakan perihal-perihal yang serupa. Cara in adalah dasar (pangkal) filsafat Descartesm, kreasi Descartes yang termasyhur yakni Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641).

Apa tujuan cogito ergo sum yang dijelaskan oleh Rene Descartes?

COGITU Ergo Sum yakni pernyataan dari bahasa Latin yang disampaikan oleh Rene Descartes, filsuf populer Perancis yang berarti “Aku berpikir maka aku ada”. Pernyataan itu ditujukan untuk menyatakan kalau salah satu hal yang pasti di bumi ini yakni keberadaan manusia itu sendiri.

Bagaimana Descartes menerangkan mengenai jiwa?

Descartes menyakini kalau jiwa punyai banyak ide bawaan (innate ideas) yakni “kesempurnaan”,”kesatuan”,”ketidakberhinggaan”. Jiwa ada di satu tempat dalam otak, yang disebut pusat kontrol untuk sensasi-sensasi dan beberapa gerakan badan., tetapi lantas ia ragu-ragu, sebab otak termaksud organ fisik.

Siapakah filsuf yang mulai filsafat dengan sikap keraguan?

Descartes menjawab dengan cara keraguan.

Ergo sum berarti apa?

Dasar pertimbangan manusia bakal pertimbangan itu tidak terlepas dari keyakinan yang ada pada hatinya, untuk tersebut ada satu diantara kalimat faktor ialah Credo Ergo Sum (Saya yakin karena itu saya ada).

Siapakah filsuf Eropa yang miliki suatu kalimat filsafat yakni saya berpikir maka aku?

Filsafat Descartes termasyhur dengan frasa Cogito ergo sum (Saya berpikir maka aku ada).

Sumbangan Rene Descartes

Descartes juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin,. Beliau menyembahkan sumbangan yang perlu yakni penemuannya mengenai geometri analisis, yang pada akhirnya dikenali sebagai pembuat “Sistem koordinat Cartesius”, yang memengaruhi perubahan kalkulus kekinian dan sediakan jalan buat Newton mendapati Kalkulus.

Dia memberi kontribusi yang besar dalam perkembangan di bagian matematika, hingga diundang sebagai “Bapak Matematika Modern”.

Descartes, adalah pemikir terpenting dan punya pengaruh dalam riwayat barat modern.

Metodenya adalah dengan menyangsikan semua pengetahuan yang ada, yang selanjutnya mengantarkannya pada ringkasan jika pengetahuan yang dia kelompokkan ke tiga sisi bisa disangsikan,

yakni pengetahuan yang dari pengalaman inderawi bisa disangsikan, bukti umum mengenai dunia seumpama api itu panas dan benda yang berat akan jatuh dapat disangsikan, dan beberapa prinsip nalar dan matematika dia ragukan.

Dari kebimbangan itu, Descartes akan cari pengetahuan apa yang tidak bisa disangsikan yang pada akhirnya mengantar pada premisnya Cogito Ergo Sum yang maknanya “aku berpikir maka aku ada”.

Makna yang bisa diambil diantaranya:

  • Kepercayaan yang prima dan mutlak pada kehadiran ada Tuhan, dan semua objek di bumi ini ialah ciptaan Tuhan.
  • Tidak gampang senang pada suatu hal yang telah didapat, hingga terus berpikir lakukan pengembangan untuk mendapati suatu hal yang baru.
  • Manusia dibuat oleh Tuhan dengan wujud yang prima, oleh karenanya manusia harus memakai akal dan pemikirannya untuk manfaatkan lingkungan dengan sebagus-baiknya.
  • Sama-sama menolong dan kerja-sama setiap orang supaya terjadi hubungan yang positif saat lakukan aktivitas dan belajar.
Gambar Gravatar
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *