Porang Tanaman Ekspor Harga, Negara Tujuan dan Cara Menanam

Porang Tanaman Ekspor Harga. Porang adalah tanaman yang sangat mudah untuk dibudidaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat dan menjadi komidi eskpor dengan harga yang sangat fantastis.

Membudidayakan tanaman ini sangatlah mudah. Selain tak memiliki hama, tanaman ini bisa tumbuh di bawah naungan sinar matahari.

Baca Juga: Apa Perbedaan Porang dan Suweg? Ini Penjelasannya!

Selain itu, tanaman jenis umbi-umbian ini juga bisa tumbuh pada jenis tanah apapun yang penting berada ketinggian 0 – 700 mdpl.

Tanaman Porang juga kerap disebut tanaman iles-iles atau tanaman umbi-umbian. Spesies tanaman porang adalah Amorphophallus muelleri.

Peluang Ekspor Tanaman Porang

Porang sangat potensial dikembangkan. Tanaman ini punya peluang ekonomi yang sangat besar untuk diekspor.

Badan Karantina Pertanian Indonesia mencatatat pada 2018 lalu tanaman porang yang berhasil melalui jalur ekspor dibeli dengan harga yang cukup tinggi dengan jumlah sebanyak 254 ton. Bila dirupiahkan mencapai Rp11,31 miliar.

Baca Juga: Manfaat Porang untuk Kesehatan, Khasiat dan Manfaat

Jumlah ini masih terbilang sedikit. Belum sebanding dengan jumlah permintaan. Masih banyak Negara-negara pengimpor yang meminta agar stok ditambah. Kebutuhan bahan pokok atas tanaman ini masih sangat terbatas.

Pasokan yang bisa diperoleh dari Negara lainnya yang ada di luar Indonesia, tak sebanding dengan permintaan.

Negara Tujuan Ekspor

Tanaman yang memiliki kesamaan dengan Suweg ini terus diincari oleh Negara maju. Terkhusus dari Negara asian.

Negara-neraga ini seperti Jepang, Tiongkok atau Cina, dan Korea. Selain ketiga Negara ini Vietnam dan Australia kini juga mulai meminta agar ada stok porang diimpor Negara mereka.

Sebenarnya, di Indonesia sendiri sudah ada beberapa daerah sentra pengolahan Porang. Seperti di daerah Wonogiri, Pasuruan, Bandung, Madiun, dan Maros.

Hanya saja, sentra pengolahan ini belum sebanding dengan yang ada di Negara-negara maju. Terlepas dari hal tersebut tentunya harus disyukuri. Setidaknya, ada yang bisa kelola di Negara Indonesia.

Cara Menanam

Saat ini, tanaman porang terkhusus di Indonesia masih banyak dijumpai tumbuh liar di hutan. Belum banyak dibudidayakan.

Baca Juga: Berapa Harga Porang? Kini Capai Rp300 Ribu Per Kg

Karena tingginya permintaan atas tanaman jenis umbi-umbian ini, maka diharapkan petani bisa segera membudidayakannya.

Selain karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga petani tidak terlalu direpotkan untuk melakukan perawatan setelah ditanam.

Setidaknya, bila ingin membudidayakan tanaman Porang beberapa hal yang harus dilakukan yakni ;

Persiapkan Lahan Kosong

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membajak lahan secara singkal atau dalam arti penggemburan.

Sehabis itu, lahan ataupun tanah dibuat secara guludan. Lalu siapkan lubang tanam dengan jarak 25 x 50 centimeter atau 25 x 60 centimeter.

Tiap lubang diisi dengan pupuk kompos serta sekam agar supaya perkembangan porang maksimal.

Agar hasil umbinya besar sebaiknya dibudidayakan dengan sistem monokultur.

Proses Penanaman

Sebelum menanam siapkan biji atau umbi katak. Bila menggunakan biji lebih bagus bila hasil dari pembibitan. Hal ini diharapkan agar umbi tanaman porang ini bisa masuk komiditi ekspor dengan harga bersaing di pasaran.

Proses penanaman umbi sangat baik dilakukan pada musim hujan yakni antara Bulan Oktober hingga Desember.

Biasanya, 5 bulan masa awal setelah ditanam, tumbuhan porang ini akan mati dengan sendirinya kadang menguning, tangkai serta daunnya pula berjatuhan.

Apabila menemukan ciri-ciri seperti ini biji katak ataupun bulbil sudah bisa langsung dijual.
Perawatan Porang

Untuk mendapatkan umbi yang besar. Hal yang biasa dilakukan oleh sejumlah petani yaitu dengan mensterilkan gulma dan menimbun batang ataupun pangkal porang dengan tanah.

Ini agar supaya guludannya lebih besar sehingga umbi bisa segera tumbuh subur dan berkembang biak dengan cepat.

Sesi Memanen

Hal terpenting lainnya yang juga bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemupukan dengan pupuk organik, dan melaksanakan sebagian penjarangan.

Hal ini penting dilakukan sebab dalam satu bibit bisa berkembang 3 hingga 4 porang. Tumbuhan Porang yang bisa di panen yakni bila sudah berusai 7 bulan. (*)

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply