Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19
Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19

Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19, Sejarah Liga

Diposting pada 3 views

JAKARTA – Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19. Pernyataan ini ditegaskan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono.

Cari tahu juga liga 1 klasemen, liga 1 jadwal, liga 1 2021, liga 1 dan 2, liga 1 2021-2022, bri liga 1, liga 1 bri jadwal, bri liga 1 2021

Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19

Dia memastikan pihak kepolisian tidak mengeluarkan rekomendasi untuk kembali bergulirnya Liga 1 2020.

Argo mengatakan, tidak terbitnya izin keramaian karena situasi pandemi covid-19 yang terus meningkat berkaitan dengan jumlah masyarakat yang terinfeksi.

Baca Juga Jadwal Lengkap UEFA EURO 2020/2021

Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pandemi virus corona sedang fokus melakukan operasi yustisi terkait covid-19.

” Terkait Liga Indonesia Baru 1 dan 2 yg akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2020, Polri tdk mengeluarkan izin keramaian dengan pertimbangan; situasi pandemi covid masih terus meningkat, jumlah masyarakat yang terinfeksi,” kata Argo kepada wartawan Senin (28/9).

Langkah Polri tidak mengeluarkan rekomendasi ini membuat nasib lanjutan Liga 1 2020 jadi tanda tanya besar. Padahal, kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air itu dijadwalkan kembali berlangsung pada 1 Oktober mendatang.

“Polri sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak akan keluarkan izin keramaian di semua tingkatan. Berikutnya Polri bersama TNI serta stake holder terkait sedang konsentrasi mendukung kebijakan pemerintah, melaksanakan operasi yustisi di semua jajaran,” sambungnya.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sebelumnya memastikan kelanjutan Liga 1 2020 tanpa kehadiran penonton. Jadwal baru pun sudah dirilis dan akan dibuka pertandingan PSS Sleman vs Persik Kediri di Stadion Maguwoharjo, Kamis (1/10

PSSI selaku induk organisasi sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) tentang penyelenggaraan olahraga yang aman dari Covid-19.

MoU itu sekaligus sebagai izin dilanjutkannya gelaran Liga 1 2020 di masa pandemi. Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual oleh Ketua BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 17 September lalu.

Lanjutan kompetisi Liga 1 2020 sendiri direncanakan akan bergulir pada 1 Oktober dan berakhir pada 28 Februari 2021.

Sumber : presrilis
# Polri Tak Izinkan Liga 1 Digelar di Tengah Covid-19

Sejarah Liga 1

Liga 1 yaitu liga sepak bola professional tingkat paling tinggi dalam Mekanisme liga sepak bola di Indonesia. 18 club berkompetisi untuk jadi juara dengan mekanisme laga promo dan penurunan.

PT. Liga Indonesia Baru yaitu operator sah Liga 1 dengan semasing 18 club peserta selaku pemegang saham terutamanya. Liga berjalan dalam setahun (kalender) penuh mulai sejak Maret s/d November. Keseluruhan 34 kompetisi untuk tiap peserta liga dimainkan secara kandang dan lawat (home and away).

Akan tetapi, teristimewa Laga Liga 1 Musim 2021-2022 ingat laga jalan masih di tengah-tengah wabah Covid-19, ada sejumlah inovasi yang wajib dilaksanakan biar laga itu jalan dengan aman.

Mekanisme laga itu memakai mekanisme gelembung, atau bubble to bubble jadi opsi adalah di mana tiap partisipan liga 1 kumpul terkonsentrasi di pulau jawa dan semua club liga 1 tak ada yang bermain di kandangnya sendiri, mekanisme laga yang baru itu biar tak jadi cluster baru penebaran virus Covid-19.

Laga Liga 1 ini dibuat pertamanya kali oleh PSSI di tahun 2008 berikut nama Liga Super Indonesia. Dibuat selaku realisasi laga professional sepak bola pertama di Indonesia yang awalnya cuman bersaing secara awam dengan masih mempercayakan APBD selaku modal bersaing jadi laga sepak bola yang berbasiskan industri dan professional.

Inspirasi dari implementasi mekanisme liga ini sudah diajukan mulai sejak tahun 2007 selaku usaha mengaktualkan profesionalisme dalam persepak-bolaan nasional.

Argumen yang lain yaitu lantaran pola Liga Indonesia di tahun 2007 yang kurang adil, berjalan secara mekanisme 1/2 laga.

Mekanisme ini sebabkan tingginya tingkat kemelut kompetisi dan begitu memiliki potensi mengakibatkan keributan. Argumen paling akhir yaitu lantaran kebanyakan club peserta (36 club).

Pembuatan Liga 1

Liga Super Indonesia pertamanya kali dipertunjukkan di tahun 2008. Laga ini ditunaikan untuk mengikut syarat FIFA yang menjelaskan kalau liga paling atas dari satu negara harus dituruti oleh sekurangnya 18 club dan tiap club didambakan sebagai club professional tanpa ada ditolong dana bantuan Pemerintahan APBD.

Tahun 2017, laga sepak bola professional paling tinggi di Indonesia ini berubah nama jadi Liga 1 di bawah kepimpinan ketua PSSI yang baru, Edy Rahmayadi.

Mulai sejak tahun 2018, perusahaan Traveloka tidak akan jadi sponsor Liga 1, benarnya satu hari saat sebelum kick off dimulai. Akan tetapi selaku tukarnya, Bukalapak selanjutnya jadi sponsor Liga 1 bersama GO-JEK mengambil alih Traveloka.

Mulai sejak tahun 2019, GO-JEK tidak akan jadi sponsor Liga 1. Selaku tukarnya, Shopee jadi sponsor mengambil alih GO-JEK.

Mulai sejak tahun 2021, Shopee tidak akan jadi sponsor Liga 1. Selaku tukarnya, BRI jadi sponsor mengambil alih Shopee.

Pola laga

Pola laga memakai pola satu daerah di mana awalnya (paling akhir 2007) memakai pola dua daerah. Juara bakal diputuskan dari jumlahnya point sangat banyak sepanjang 34 kompetisi.

Titel juara diputuskan oleh club dengan point paling tinggi sepanjang satu musim laga, bila point sama karena itu juara bakal diputuskan dengan perbedaan gol. Juara bakal wakili Indonesia di play-off Liga Champions Asia.

Sementara itu posisi kedua dan ketiga (bila posisi ke-1 bisa lolos play-off Liga Champions Asia) bakal wakili Indonesia di Piala AFC. Tiga club penghuni terambilh classement akan selekasnya terdegradasi dan diganti oleh tiga club terpilih dari Liga 2 yang promo.