Harga Kapal Purse Seine, Kapal Ikan Asing Bekas Lebih Murah Dibanding Buatan Lokal

Harga Kapal Purse Seine, Kapal Ikan Asing Bekas Lebih Murah Dibanding Buatan Lokal – Banyak kapal asing di Dermaga Muara Baru, Jakarta Utara. Club Unit Pekerjaan (satuan tugas) Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan club diagnosis serta penilaian (Anev) Kementerian Kelautan serta Perikanan sudah memeriksanya.

Baca Juga: 

Domain Gratis, Domain Berbayar, Hingga Perbedaan Hosting dan Domain

Cara Menjual Domain dan Situs Jual Beli Domain, Cara Jual hingga Lelang

Bukti Transfer, Cara Melihat Transfer BRI, BCA, Mandiri, dan BNI

Salah satu kapal yang ditemui adalah KM Kusuma Graha. Ini adalah kapal pengangkut ikan hasil Jepang. Memiliki ukuran 491 gross ton (GT).

Kapal itu biasa dipakai buat mengangkat ikan hasil tangkapan ikan serta udang di perairan Arafura yang dibawa ke Dermaga Muara Baru.

Sidik menerangkan kenapa perusahaan tempatnya bekerja lebih senang beli kapal bekas asing. Menurut dia kapal sisa asing tambah murah serta lebih modern dibandingkan dengan pabrikasi lokal. Saat beli kapal itu, Sidik mengatakan perusahaannya cuman mengambil dompet US$ 500 ribu.

Baca Juga:

Mengenal Tanaman Porang, Budidaya, Manfaat hingga Ekspor

10 Asuransi Terbaik di Dunia, 5 Perusahaan Asuransi di Indonesia dan Asuransi Terbaik Dunia 2020

Pertama karena tidak ada kapal hasil Indonesia yang penuhi kepentingan, khususnya buat refrigasi (mesin pendingin).

Belum lagi, Membeli ini tambah murah dibanding membeli baru. Sedang bila kapal dalam negeri buat ongkos docking dengan mesin hampir sudah Rp 1 miliar. Cuman buat docking, bila buat bangun saya kurang tahu berapakah.

Sidik menyampaikan, biarpun kapal ikan yang dipakainya hasil Jepang, tetapi diakui dia perusahaannya beli KM Kusuma dari perusahaan perikanan asal Spanyol.

Kapal ini dibuat Jepang, kami membeli dari Sppanyol namun berbendera Panama, ucapnya.

Biarpun sisa kapal berbendera asing, Sidik menyampaikan kapal yang bekerja mulai sejak 2009 ini miliki 15 ABK penduduk negara Indonesia yang bekerja di kapal itu. ABK seluruhnya dari Indonesia serta kapal ini cuman tangkap udang serta bayan saja, paparnya.


Purse Seine

BUDIDAYA. Purse Seine. Bupati Sidrap, Dollah Mando menyaksikan penebaran benih ikan di pesisir Danau Sidenreng, di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Rabu, 19 Juni.

Menangkap ikan menggunakan jaring kecil melanggar Peraturan Daerah (Perda). Nelayan diminta agar mewawas diri.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKP2) Sidrap, Azis Damis, menegaskan pelarangan ini sudah tertuang dalam Peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2010. Namun, masih banyak yang mengindahkannya.

Baca Juga:

Budidaya Porang Layak Dikembangkan di Sidrap

Broker Forex Terbaik di Dunia

iFOREX Broker Terbaik di Dunia dan Best Forex Broker

“Di Perda ini jelas ada larangannya. Sepertinya sosialisasi masih perlu ditingkatkan,”  ujarnya, Sabtu, 22 Juni.

Apalagi, ujarnya, pihaknya sudah menebar sekitar 195 benih ikan air tawar pada beberapa danau di Sidrap, Rabu, 19 Juni kemarin. Disaksikan langsung, Bupati Sidrap, Dollah Mando.

Seperti pelepasan ikan sudah dilakukan di pesisir Danau Sidenreng, di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Ada sekitar 50 ribu ekor benih ikan.

Selanjutnya sekitar 45 ekor ikan ditebar di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, lalu di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, sebanyak 45 ribu ekor, serta di Kulo sekitar 10 ribu ekor.

Baca Juga:

Angin Kencang Rusak Sekolah di Sidrap

Broker Forex Indonesia OJK

“Ada tiga jenis ikan air tawar yang ditebar. Ada Nila, Mas, dan Tawes,” kata Dollah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi, menyebutkan benih ikan ini diambil dari lima lokasi pembenihan ikan yakni Balai Benih Ikan (BBI) Pangkajene, BBI Passeno, BBI Majjelling, dan BBI Kalosi, serta Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pinrang.

“Semoga nelayan bisa paham dengan cara penangkapan ikan ini. Hindari Purse Seine,” harapnya. (*)

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply