Nama Pahlawan Bangsa Indonesia Sebelum Sesudah Merdeka

Nama Pahlawan Bangsa Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan hingga saat ini belum begitu familier di generasi muda. Butuh berbagai upaya untuk memperkenalkannya.

Meski begitu, tak semua para pahlawan ini tercatat dalam sejarah. Beruntung, beberapa di antaranya masih bisa kita jumpai para saksi sejarah.

Baca Juga:

Nama Nama Pahlawan Setelah Kemerdekaan

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya

Nama-Nama Pahlawan Indonesia, Terbanyak Aceh

Para saksi sejarah ini, beberapa di antaranya melihat dan bahkan berjuang dengan para pahlawan-pahlawan ini untuk membawa Indonesia merdeka.

Seperti di bawah ini bisa kita lihat sejumlah nama pahlawan Bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan. Bahkan hingga revolusi.

Nama pahlawan bangsa Indonesia sebelum Kemerdekaan

  1. 1. Teuku Umar, dariAceh (1873-1904).
  2. 2. Cut Nya Dien, istri Teuku Umar dan sebagai pembantunya.
  3. 3. Raja Gedombang, dari Tapanuli (1880-1937).
  4. 4. Sultan Badarudin, dari Palembang.
  5. 5. Tuanku Imam Bonjol, pahlawan perang Paderi (1821-183 7).
  6. 6. Pangeran Diponegoro, dari Jawa Tengah, perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830
  7. 7. Si Singamangaraja, dari Batak ( 1880-1937).
  8. 8. Sultan AgengTinayasa, dari Banten.
  9. 9. Sultan Agung, dari Mataram.
  10. 10. Trunojoyo, dari Madura.
  11. 11. Untung Suropati, dari Bali.
  12. 12. Pangeran Hidayat, dari Kalimantan.
  13. 13. Pangeran Antasari, dari Kalimantan.
  14. 14. Sultan Hasanuddin, dari Makassar.
  15. 15. Pattimura, dari Saparua, Christina Tiahahu sebagai pembantunya.

Pahlawan-pahlawan sesudah Kemerdekaan

  1. 1. Wolter Monginsidi, dariSulawesi, wafat pada tahun 1949.
  2. 2. Overste Slamet Riyadi dari Solo, gugur dalam menumpas RMS Ambon tahun 1950.
  3. 3. Jendral Sudirman, Panglima Besar TNI, wafat pada tanggal 29 Januari 1950 di Magelang.
  4. 4. Laksamana Yosaphat Sudarso, gugur dalam pertempuran di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962 dengan menggunakan kapal “Macan Tutul”.
  5. 5. I Gusti Ngurah Rai Pahlawan dari Bali, gugur pada tanggal 20 November 1946 di desa Marga dekat Tabanan Bali.
  6. 6. Ir. Haji Juanda, wafat pada tahun 1963.
  7. 7. Ir. Sockarno, proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Lahir pada tanggal 6 Juni 1901. Wafat pada tanggal 21 Juni 1970.
  8. 8. Drs. Mohammad Hatta, proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret I980.

Pahlawan-pahlawan Revolusi

Adalah pahlawan-pahlawan yang gugur karena mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Beliau-beliau ini gugur menjadi korban Gerakan 30 September 65/G. 30. SPKI.

  1. 1. Jendral Anumerta Ahmad Yani.
  2. 2. Letjen Anumerta S. Parman.
  3. 3. Letjen Anumerta R. Suprapto.
  4. 4. Letjen Anumerta Hartoyo MT.
  5. 5. Mayjen Anumerta D.I. Panjaitan.
  6. 6. Mayjen Anumerta Sutoyo Siswomiharja.
  7. 7. Kapten Anumerta Piere Tendean. Ketujuh pahlawan ini jenazahnya ditemukan di sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, dekat lapangan terbang Halim Perdanakusumah Jakarta.
  8. 8. Brigjen Anumerta Katamso.
  9. 9. Kolonel Anumerta Sugiyono.
    • Jenasah kedua pahlawan ini ditemukan di desa Kentungan, Yogyakarta. Disamping itu gugur pula AIP II Brimob Karel Sadsuit Tubun, Ade Irma Suryani Nasution, putri Jendral AH, Nasution.

Itulah para pahlawan bangsa Indonesia mulai dari Teuku Umar, Pangerang Diponegoro, hingga Kolonel Anumerta Sugiyono.

Mereka ini adalah para pahlawan-pahlawan sebelum kemerdekaan hingga pahlawan-pahlawan revolusi. (*)

Penulis : Moh. Syamsul Hidayat, S.Pd.


10 Pahlawan Nasional Indonesia yang Harus Diketahui Anak

Nama Pahlawan Bangsa Indonesia Sebelum Sesudah Merdeka
Pangeran Diponegoro

Buat menolong anak mama belajar, berikut di bawah ini 10 Pahlawan Nasional Indonesia yang sebaiknya ditahu oleh anak-anak.

  1. K. H. Abdul Halim.
  2. Adam Malik.
  3. Nyi Ageng Serang.
  4. Ernest Douwes Dekker.
  5. Cut Nyak Dhien.
  6. Pangeran Diponegoro.
  7. Hamengku Buwono IX.
  8. Marthen Indey.
  9. Mohammad Hatta.
  10. Soekarno.

Daftar Pahlawan Nasional Indonesia

163 pahlawan sampai 2014 ditambah 5 pahlawan nasional yang ditetapkan sejak 4 November 2015. Pahlawan Nasional yaitu gelar yang diserahkan kepada seorang yang luruh atau wafat untuk bela negara serta bangsa, atau yang sewaktu hidupnya bertindak kepahlawanan atau menciptakan prestasi serta kreasi yang mengagumkan untuk pembangunan serta perubahan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gelar Pahlawan Nasional dikukuhkan oleh presiden. Semenjak dikerjakan pemberian gelar ini di tahun 1959, nomenklaturnya berbeda-beda.

Untuk menyinkronkannya, karenanya dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 disebut kalau gelar Pahlawan Nasional meliputi semua model gelar yang pernah sempat diberi awal kalinya,

yakni: Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Proklamator, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Kebangunan Nasional, Pahlawan Pelopor Kemerdekaan, serta Pahlawan Ampera. Berikut ini yaitu daftar 168 figur yang sudah dikukuhkan selaku Pahlawan Nasional.

Sampai tahun 2015 ada 163 pahlawan nasional, di tahun 2015 lewat Keputusan Presiden No.116/TK/2015 yang diberi tanda tangan Presiden Joko Widodo di tanggal 4 November 2015 memastikan 5 pahlawan nasional anyar, maka dari itu jumlah semua pahlawan nasional jadi 168.

Spesial terkait Pahlawan Pelopor Kemerdekaan serta Pahlawan Ampera tidak ditempatkan ke daftar ini (dipicu perbincangan yang hingga waktu ini masih terjadi terkait statusnya).

1. Ageng Tirtayasa (Sultan Ageng Tirtajasa, Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah)

  • Berasal dari Banten Usia saat meninggal : 61 tahun
  • Lahir : 1631 di Banten, Indonesia
  • Gugur/Meninggal : 1692 di Penjara Batavia (Jakarta), Indonesia
  • Shio, Unsur, Sifat : Kambing, Logam, Yin
  • Lokasi Makam/Monumen : Makam Raja-Raja (Sultan) Banten, Mesjid Agung Banten.
  • Pahlawan Nasional : Keppres No. 45/TK/1970, tanggal 1 Agustus 1970

Kategori : Perjuangan

Sultan (Raja/Pemimpin) Kesultanan Banten pada periode 1651 – 1683 yang memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda (VOC).

Beliau berusaha mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi.

Di bidang keagamaan, beliau mengangkat Syekh Yusuf Al-Makasari (juga Pahlawan Nasional) sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

2. Agung Hanyokrokusumo (Sultan Agung Anyokrokusumo)

Berasal dari DIY (Yogyakarta) Usia saat meninggal : 52 tahun
Lahir : 1593 di Kutagede, Kesultanan Mataram
Gugur/Meninggal : 1645 di Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram
Shio, Unsur, Sifat : Ular, Air, Yin
Lokasi Makam/Monumen : Pemakaman Imogiri di Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Kategori : Perjuangan

Sultan Mataram terbesar, berperang melawan penindasan Belanda. Seorang Pejuang dan Budayawan. Memadukan Kalender Hijriyah dengan Kalender Saka, menjadi Kalender Jawa Islam. Pahlawan Nasional : Keppres No. 106/TK/1975, tanggal 3 November 1975.

3. Ali Haji (Raja Ali Haji Bin Raja Haji Ahmad)

Berasal dari Kepulauan Riau Usia saat meninggal : 65 tahun
Lahir : 1808 di Selangor
Gugur/Meninggal : 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Indonesia.
Shio, Unsur, Sifat : Naga, Tanah, Yang
Lokasi Makam/Monumen : Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang

Kategori : Sastra

Sejarawan, pujangga, dan penulis buku. Pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu, yang kelak dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai Bahasa Indonesia. Pahlawan Nasional : Keppres No. 89/TK/2004, tanggal 5 November 2004

4. Alimin

  • Berasal dari Jawa Tengah Usia saat meninggal : 75 tahun
  • Lahir : 1889 di Solo, Jawa Tengah, Indonesia
  • Gugur/Meninggal : Rabu Pahing, 24 Juni 1964 di Jakarta, Indonesia
  • Shio, Unsur, Sifat : Kerbau, Tanah, Yin
  • Lokasi Makam/Monumen : Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Kategori : Politik

Tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia serta tokoh komunis Indonesia

5. Andi Mapanyuki (Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim)

  • Berasal dari Sulawesi Selatan Usia saat meninggal : 82 tahun
    Lahir : 1885 di Bone, Sulawesi Selatan
    Gugur/Meninggal : Selasa Kliwon, 18 April 1967 di Jonggaya (Jl. Kumala no.160) Makassar, Sulawesi Selatan.
    Shio, Unsur, Sifat : Ayam, Kayu, Yin
    Lokasi Makam/Monumen : Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan

Kategori : Perjuangan

Raja Bone ke-XXXII dengan gelar Sultan Ibrahim. Pejuang Kemerdekaan, memimpin perlawanan terhadap Belanda. Ayah dari Andi Abdullah Bau Massepe (juga Pahlawan Nasional) Bau Massepe (Letjen. Andi Abdullah Bau Massepe). Pahlawan Nasional : Keppres No. 89/TK/2004, tanggal 5 November 2004.

6. Bau Massepe (Letjen. Andi Abdullah Bau Massepe)

  • Berasal dari Sulawesi Selatan Usia saat meninggal : 29 tahun
  • Lahir : 1918 di Massepe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan
  • Gugur/Meninggal : Minggu Kliwon, 2 Februari 1947 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan
  • Shio, Unsur, Sifat : Kuda, Tanah, Yang
  • Lokasi Makam/Monumen : Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Kategori : Militer

Pejuang heroik dan Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin. Pewaris tahta Kerajaan Bone, Gowa, Suppa, Allita, Sidenreng Rappang dan Sawito. Putra dari Andi Mappanyukki (juga Pahlawan Nasional).
Pahlawan Nasional : Keppres No. 82/TK/2005, tanggal 7 November 2005

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply