Mengenal Tanaman Porang, Budidaya, Manfaat hingga Ekspor

Mengenal Tanaman Porang

Mengenal tanaman porang sangat penting. Satu diantaranya, Porang atau juga dikenal bernama iles-iles ialah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.

Kegunaan porang ini sering dipakai untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, tidak hanya untuk pengerjaan lem dan “jelly” yang tahun-tahun terakhir kerapkali di-export ke negeri Jepang.

Baca Juga:

Umbi porang banyak terkandung glucomannan berupa tepung. Glucomannan adalah serat alami yang larut di air biasa dipakai menjadi aditif makanan selaku emulsifier dan pengental, bahkan juga bisa dipakai menjadi bahan pengerjaan lem ramah lingkungan dan pengerjaan elemen pesawat terbang, begitu ditulis web sah Kementerian Pertanian.

Salah satu perihal yang harus dipahami mengenal tanaman porang yang perlu ialah tanaman ini tolerir dengan lindungan sampai 60%. Porang bisa tumbuh pada tipe tanah apa pada ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Tak jauh berbeda dengan Suweg.

Bahkan juga, karakter tanaman itu memungkinkan dibudidayakan di tempat rimba di bawah lindungan tegakan tanaman lain.

Untuk bibitnya biasa dipakai dari potongan umbi tangkai atau umbinya yang sudah mempunyai titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanamkan langsung.

Budidaya tanaman porang

Mengenal Tanaman Porang, Budidaya, Manfaat hingga Ekspor
Tanaman Porang

Porang bisa tumbuh di tipe tanah apa saja. Walau demikian tanaman ini tumbuh secara baik di tanah yang mempunyai lindungan contoh di bawah pohon jati, mahoni dan sengon.

Tehnik Perkembangbiakan porang dapat dengan memakai biji. Porang akan berbunga pada masa 4 tahun.

Bunga itu akan beralih menjadi buah dan hasilkan biji yang bagus dikembangbiakan pada musim penghujan.

Mengambil dari tanipedia.co.id disamping itu budidaya tanaman porang bisa juga dilaksanakan dengan bintik yang ada antara tangkai dan cabang porang. Bintil yang dipanen rupanya dapat tersimpan dan ditanamkan kembali selaku bibit porang.

Langkah lain yakni dengan memakai umbi. Umbi porang yang dipanen, bisa ditanamkan kembali.

Porang cukup ditanamkan pada tempat di seputar pohon jati yang teduh. Porang rupanya cukup ditanamkan sekali, lalu tinggal lakukan perawatan dan memetik. Umbi akan tumbuh kembali sesudah panen dengan wafatkannya dilubang sebelumnya.

Tidak kikir pengetahuan, Paidi juga membagi pengetahuannya mengenai langkah bertanam sampai memberi info harga porang dengan membuat website dan kanal YouTube yang dapat dijangkau siapa saja.

Keinginannya, pengetahuan yang dibagi dalam budidaya tanaman porang di sosial media itu bisa menarik petani di mana juga untuk meningkatkan porang.

Manfaat tanaman porang

Di bawah ini beberapa manfaat tanaman porang:

1. Porang rendah kalori, yaitu tiap 100 g porang cuman memiliki kandungan tiga kalori. Ini berarti, porang bagus untuk beberapa orang yang lagi jalankan program diet.

2. Porang memiliki kandungan glukomanan yang disebut gizi penting untuk badan. Glukomanan ini dapat kurangi kolestrol dan memberikan rasa kenyang semakin lama di perut.

3. Aman dimakan pasien diabetes sebab kandungan index glikemik pada tepung porang rendah.

4. Rasa tepung porang netral, ini membuat gampang dipadankan dengan bahan makanan lain. Tepung porang dipakai untuk alternatif terigu dan bahan baku roti di Filipina.

5. Di Jepang, manfaat tanaman porang ini sebagai bahan kombinasi makanan mi shirataki dan konnyaku.

6. Porang menolong tingkatkan ketahanan badan dari bermacam penyakit, seperti kanker usus besar, penyakit kardiovaskular, dan kencing manis.

7. Di industri beberapa obat, glukomanan pada porang digunakan untuk pembentuk kapsul pada obat.

Baca Juga:

Porang tanaman ekspor

Tanaman porang mempunyai nilai vital untuk ditingkatkan, sebab punyai kesempatan yang lumayan besar untuk di-export.

Catatan Tubuh Karantina Pertanian mengatakan, export porang di tahun 2018 terdaftar sekitar 254 ton, dengan nilai export yang capai Rp. 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain-lain.

Umbi porang sekarang ini ada banyak yang dari rimba dan sedikit di budidaya-kan. Ada banyak sentral pemrosesan tepung porang sekarang ini, seperti pada wilayah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung dan Maros.

Diambil Pertanian.go.id, porang tanaman ekspor ini mempunyai nilai vital untuk ditingkatkan, sebab punyai kesempatan yang lumayan besar untuk di-export.

Catatan Tubuh Karantina Pertanian mengatakan, porang tanaman ekspor ini tahun 2018 terdaftar sekitar 254 ton, dengan nilai export yang capai Rp11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain-lain.

Umbi tanaman porang sekarang ini ada banyak yang dari rimba dan sedikit dibudidayakan. Ada banyak sentral pemrosesan tepung porang sekarang ini, seperti pada wilayah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung dan Maros.

Leave a Reply