Manfaat Doa Kumail, Keistimewaan
Foto: Ramin labisheh

Manfaat Doa Kumail, Keistimewaan dan Buku Doa Kumail

Diposting pada

Manfaat Doa Kumail

Doa Kumail adalah doa atau amalan yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib kepada sahabatnya, Kumail bin Ziyad. Ada banyak manfaat doa Kumail bila diamalkan.

Manfaat mengamalkan doa ini salah satunya adalah untuk kemudahan rejeki dan ketenteraman hati.

Doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan pada malam Jumat terlebih pada bulan Ramadhan.
Membaca arti terjemahan Indonesia pun sudah sangat dalam. Terlebih bila membacanya dan mengetahui arti dalam bahasa arabnya.

Seperti di bawah ini. Sejumlah kutipan dari terjemahan arti dari Doa Kumail. Simak dan coba resapi arti dari doa tersebut:

Baca Juga: Doa Kumail dan Keutamaan Mengamalkannya

Ya Allah,

Aku bermohon padaMu, dengan rahmatMu Yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu,

dan karenanya tunduk segala sesuatu, dan merendahlah segala sesuatu,dengan kemuliaanMu yang mengalahkan segala sesuatu,dengan kekuatanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu,

dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu, dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu, dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu,

dengan asmaMu yang memenuhi tonggak segala sesuatu, dengan ilmuMu yang mencakup segala sesuatu, dengan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu.

Wahai Nur, Wahai Yang Mahasuci. Wahai yang Awal dari segala yang awal. Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana;
dosa-dosaku yang merusak karunia;
ampunilah dosa-dosaku yang menahan (dikabulkannya) do`a.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala.
Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan segala kesalahan yang telah kukerjakan… (*)

Maka dari itu, doa ini juga terkadang dikategorikan sebagai salah satu doa pamungkas atau sapu jagad raya.

Keistimewaan

Keistimewaan doa ini selain karena diajarkan langsung oleh Imam Ali bin Ali Thalib kepada sahabatnya yaitu Kumail.

Baca Juga: Asal Usul Syiah Imamiyah oleh Hashim Al – Musawi

Doa ini rupanya pula, Malaikat Jibril juga pernah memberikan doa ini kepada Nabi Khidir.

Belum lagi. Doa ini tentunya pula sudah diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan dari Rasulullah ini kemudian doa ini diberikan kepada Ali.

Bila menilik lebih jauh. Doa yang diajarkan oleh Imam Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as ini memiliki makna yang sangat dalam.

Sebutlah, meski Imam Ali adalah manusia suci setelah Rasulullah saw namun dengan adanya doa yang kerap beliau lantunkan tersebut, manusia di mata Tuhan sangatlah kecil.

Meski itu, Imam Ali dalam Alquran surah al Ahzab ayat 33 disebutkan dia adalah salah satu pemegang wasiat Nabi, penghulu kaum Mukminin di surga kelak bersama Nabi. Meski begitu, dia tetap merendah diri di hadapan Allah SWT.

Artinya, begitu istimewanya doa ini hingga Imam Ali sangat menganjurkan sahabat yang paling dicintainya agar mengamalkan dan menjaga doa Kumail ini.

Buku Doa Kumail

Ada banyak buku yang sebenarnya membahas tentang doa kumail. Meski begitu, terkadang tak diperjual belikan secara bebas.

Terlepas dari hal tersebut, dengan semakin majunya tekhnologi seperti sekarang ini. Rasanya bukan lagi hal sulit untuk mendapatkannya.

Baca Juga: Mahzab Syiah Itu Apa dan Golongan-golongannya?

Khususnya buku doa Kumail ini. Buku yang menjelaskan asal mula dari doa ini dan bagaimana Kumail bisa mendapatkannya.

Secara singkat dalam berbagai buku. Kumail sendiri bernama lengkap Kumail bin Ziyad bin Nahik Nakha’i.

Dia berasal dari kabilah Nakha’, dan ia adalah Tabi’in dan sahabat Rasulullah saw dan sahabat khusus Imam Ali as dan Imam Husain as.

Kumail banyak menghabiskan umurnya selama 18 tahun dimasa Rasulullah saw dan menjadi salah satu orang yang menyatakan diri telah berbaiat kepada Imam Ali as diawal kekhilafahannya meski banyak pula sahabat yang berkhianat.

Dalam buku Doa Kumail pula, kerap disebutkan Kumail pernah terlibat dalam peperangan-peperangannya seperti perang Shiffin.

Lebih jauh, dia Kumail karena membela Imam Ali. Dia menjadi salah seorang dari 10 orang yang diasingkankan ke Syam pada zaman Utsman dan ia wafat dengan cara dibunuh pada tahun 82 H/701 atas perintah Hajjaj bin Yusuf Tsaqafi.

Itulah manfaat doa kumail, keistimewaan hingga buku yang kiranya perlu kita pelajari bersama. Terkait bukunya, bisa kita peroleh secara bebas di beberapa toko buku agama di Indonesia. Bisa juga memesannya secara online. (*)

Tinggalkan Balasan