Manado Banjir Lagi Dihantui Tanah Longsor, Peristiwa Pilu 2014 Terngiang
Manado Banjir Lagi Dihantui Tanah Longsor, Peristiwa Pilu 2014 Terngiang

Manado Banjir Lagi, Dihantui Tanah Longsor, Peristiwa Pilu 2014 Terngiang

Manado banjir lagi. Sejumlah tanah longsor juga terjadi. Musibah lainnya, seperti pohon jatuh juga kembali terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara. Curah hujan yang tinggi mengguyur Manado sejak jam 11.30 WITA, Jumat, 22 Januari 2021.

Hujan deras diikuti petir di Sulawesi Utara menyebabkan Manado banjir dan tanah longsor di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Air Laut Meluap di Manado, Banjir Mencapai 60 Cm

Beberapa tempat seperti di Kelurahan Karombasan Kompleks TK Pengajar, Terminal Karomabasan, Perumahan PDK Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kelurahan Taas, dan Kelurahaan Ranomuut, terkenda dampaknya.

Daerah dilanda banjir, yaitu di Asrama Sapta Marga VIII (APT), Lingkungan I, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, dengan air ketinggian lebih kurang 40 cm.

Di Pasar Pinasungkulan, Kelurahan Karombasan, Kecamatan Wanea, air ketinggian lebih kurang 40 cm sampai-sampai merendam sejumlah mobil yang lagi parkirkan.

Sea Satu, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, air ketinggian kira-kira satu hingga sampai dengan 2 mtr.

Begitupun di Kelurahan Karombasan Selatan, Kecamatan Wanea, air ketinggian capai satu mtr. Manado banjir juga sangat terasa di tempat ini.

Di Kelurahan Ketang Baru dan Kelurahan Karame, banjir setinggi satu mtr. Merendam rumah penduduk. Di Kelurahan Titiwungen Selatan, Lingkungan I, air setinggi dua mtr. Merendam rumah penduduk.

Ketinggan air kira-kira 1,5 cm menggenangi rumah penduduk di Kelurahan Sario Utara dan Sario Kota Baru.

Di jalan Hasanudin, Kelurahan Tuminting, Lingkungan II, dan Kelurahan Bitung Karang Riang, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, air ketinggian lebih kurang 50 cm.

Banjir pula berlangsung di Kelurahan Teling Atas, Kelurahan Tingkulu, Lingkungan VII, Kecamatan Wanea, Kelurahan Taas, Kelurahan Paal 4, Kecamatan Paal Dua.

Di Kelurahan Ternate Tanjung Lingkungan I-II, Kecamatan Singkil, air ketinggian capai 120 cm.

Baca Juga: Relawan Danny-Fatma Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Manggala

Di Kelurahan Sumompo, Lingkungan I, Kecamatan Tuminting, air ketinggian capai 60 cm, sedang di Kelurahan Mahau lingkungan I, II, IV, Kecamatan Tuminting, air setinggi satu mtr.

Sebelumnya, Manado banjir dan tanah longsor juga sudah berlangsung di Kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara berlangsung karena hujan dengan intensif tinggi dan susunan tanah yang labil di Sabtu 16 Januari 2021 sejak mulai jam 15.09 WITA. Diadukan tinggi muka air lebih kurang 50 hingga sampai 300 cm.

Insiden ini sebabkan lima orang wafat, seorang raib masih juga dalam penelusuran dan 500 jiwa pindah masih yang dalam proses pendokumtasian.

Imbas dari manado banjir lagi. Beberapa kecamatan terpengaruh insiden ini misalnya Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang

Kepala Pusat Data, Info, dan Komunikasi Kebencanaan Tubuh Nasional Pengendalian Musibah (BNPB) Raditya Jati menjelaskan sampai Senin (18/1/2021) jam 09.30 WIB diadukan 6 orang wafat karena banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Mando Banjir dan tanah longsor karena hujan dengan intensif tinggi dan susunan tanah yang labil di Sabtu (16/1/2021) jam 15.09 WITA dengan tinggi muka air 50 cm. sampai 300 cm.,” kata Raditya lewat tayangan wartawan yang diterima di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Musibah Manado banjir dan tanah longsor yang juga berlangsung di Kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara, di Sabtu (16/1). Berdasar data BNPB, banjir dan longsor menyebabkan kematiannya lima korban jiwa dan sebabkan seorang raib dan memaksakan 500 penduduk pindah.

Baca Juga: Warga Pinrang Sulawesi Selatan Berpuasa di Tengah Banjir

Banjir Bandang Terburuk yang Berlangsung di Indonesia

Manado Banjir Bandang 2014

Di Januari 2014, banjir besar dan tanah longsor menerpa beberapa area di Sulawesi Utara, mencakup Manado, Tomohon, Minahasa dan Minahasa Utara. Manado banjir terbesar di tahun ini. Banyak korban jiwa.

Air setinggi 3 sampai 6 mtr. menenggelamkan beberapa ribu rumah penduduk. Pemerintahan Kota Manado mendata, sekitar 86.355 jiwa dari 25.103 Kepala Keluarga (KK) terpengaruh dari musibah banjir itu.

18 orang wafat, 840 rumah terbenam, dan beberapa ribu rumah yang lain hancur tengah sampai berat. Rugi didefinisikan capai Rp 1.871 triliun. Banjir itu muncul karena pendangkalan sungai. (*)

Gambar Gravatar
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *