KayuBalauMerah

Kayu Balau Merah, Kayu Tahan Jamur

 merupakan salah satu jenis kayu Meranti yang tumbuh di lahan rawa gambut Kayu Balau Merah, Kayu Tahan Jamur
Kayu Balau Merah (Shorea balangeran) ialah salah satu jenis kayu Meranti yang tumbuh di lahan rawa gambut, dan tanaman ini masuk dalam keluarga  Dipterocarpaceae, Pohon kayu ini tersebar di pulau kalimantan dan Sumatera.

Kayu Balau Merah masingp-masing kawasan yang tumbuh memiliki nama yang berbeda-beda, jika di kalimantan dikenal dengan nama belangiran, kahoi, kawi, jikalau di Sumatera diketahui dengan nama belangeran, belangir, melangir.
Tumbuhan ini tumbuh di tempat rawa gambut dan hutan kerangas ( hutan yang mempunyai lahan ekstrem atau lahan rawa yang sungguh peka kepada gangguan acuan kebakaran) dengan tanah mempunyai keasaman tinggi, selain itu tanaman Kayu Balau Merah juga berkembang di lahan terbuka seperti alang-alang. Tumbuhan lain yang tumbuh di lahan rawa gambut mempunyai pertumbuhan yang lambat, akan namun beda dengan tanaman ini yang tumbuh relatif lebih cepat.
Tumbuhan ini bisa berkembang mencapai 20 -25 meter, dengan diameter 50 cm dan flora ini umumnya memiliki banir. Kayu Balau Merah remaja mempunyai kulit yang berwarna merah tua sampai dengan hitam. Dengan kulitnya yang tebal 3 cm, memiliki alur dangkal, kulit tidak mengelupas.
Kayu dari flora ini ialah salah satu jenis kayu perdagangan yang penting di pesisir selantan Kalimantan. Menurut Kementrian kehutanan kayu ini ialah kayu yang masuk kelas awet II dan kelas I dan II dengan tahan kepada jamur pelapuk.
Tekstur Kayu Balau Merah agak bergairah dan merata. kayunya dengan serat lurus, kalau kita raba pada permukaan kayunya licin dan kadang akan terasa lengkat, karena pada kayu ini memiliki kadnungan damar.
Kegunaan kayu ini yaitu untuk balok dan dijadikan papan perumahan, bagunan, jembatan, lunas bahtera, tiang listrik dan ganjal. dari segi status Kayu Balau Merah masuk dalam terancam punah (critically endangered). ini mesti di perhatikan bagi segala kepentingan, kita mesti atasi kepunahan kepada flora ini, khususnya yang bisa dikerjakan dengan penanaman bibit dalam skala besar.
Sumber gambar : kompasiana.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *