Inilah Profil Lengkap Kenshi Sulsel Dian Pertiwi

Berikut profil lengkap Kenshi Sulsel (sebutan atlet kempo) Dian Pertiwi. Dia adalah satu-satunya yang diundang ke Jepang, 25 Januari ini. Berkat prestasi yang diraih dicabang olahraga (cabor) kempo.

Cari tahu juga istri andi sudirman sulaiman, profil istri nurdin abdullah, nama lengkap plt gubernur sulsel, nama gubernur dan wakil gubernur sulawesi selatan sekarang, nama gubernur sulawesi selatan sekarang, wakil gubernur sulawesi selatan 2020, gubernur sulawesi selatan 2021, wakil gubernur sulsel 2021

Baca Juga Achmad Lamo, Gubernur Terlama Sulawesi Selatan asal Enrekang

Inilah Profil Lengkap Kenshi Sulsel Dian Pertiwi

Kata gadis kelahiran Ujung Pandang ini, ke Jepang dirinya akan bersama dengan kenshi asal Bali, Ratih Saraswatih dan Hary Maulana dari DKI Jakarta.

“Dari seluruh provinsi yang mengajukan atlet ke Pengurus Besar (PB) Shorinji Kempo, alhamdulillah saya yang terpilih dijalur prestasi,” ucapnya, Minggu, 6 Januari.

Dian membeberkan, undangan ke Jepang adalah salah satu program JENESYS antara Jepang dengan Indonesia.

Yakni program mempromosikan pertukaran pemuda di kawasan Asia Timur (negara-negara ASEAN, Australia, China, India, Selandia Baru, dan Korea Selatan).

“Menurut agenda nantinya di Jepang kita akan melakukan study tour kebeberapa sekolah dan universitas.

7 Politikus Paling Terkenal di Dunia, 2 Tokoh Asal Indonesia, Miliki Museum Nasional

Juga kunjungan kebeberapa meseum kebudayaan Jepang,” beber guru olahraga SMKN 8 Makassar itu, yang saat ini masih buruh kontrak.

Dian mengaku orang tuanya bangga buah hatinya mampu berprestasi di cabor ini. Meski dalam garis keluarga tidak ada yang memang betul murni lahir dari kempo.

“Apalagi katanya ummi (ibu) keturunan dari bapak (kakek) hanya jago silat,” tutupnya. (sua)

Prestasi

  1. 1. Emas Rektor Unhas Cup 1 hingga X (Juara bertahan)
  2. 2. Perak Pra PON di Yogyajarta
  3. 3. Perunggu, di PON Kalimantan Timur
  4. 4. Perak, Pra PON di sulsel
  5. 5. Perunggu, PON Riau
  6. 6. Perak Kejurnas Kota Surabaya
  7. 7. Emas, Pra PON Bandung
  8. 8. Perunggu PON XIX Jawa Barat
  9. 9. Perak SEA Games Myanmar 2013

Nama lengkap : Dian Pertiwi

  • Panggilan akrab : Dian
  • Kelahiran : Ujung Pandang, 13 Mei 1992
  • Anak ke empat dari tujuh bersaudara
  • Nama Orang Tua
  • Ayah : H. Muh said kasim
  • Ibu : Hj. Salma Arsyad
  • Pekerjaan : Guru Olahraga (Kontrak) di SMKN 8 Makassar

Itulah profil lengkap mengenai atlet Kenshi Sulsel Dian Pertiwi.

Sejauh ini, belum ada atlet Sulsel yang bisa menyamai rekornya. Setidaknya berlaga hingga ke level Sea Games.

Karir Dian Pertiwi memang terhitung cemerlang. Tak banyak atlet yang bisa menyamai karirnya tersebut.

Apalagi di kelas komite yang menuntut kekuatan fisik dan mental bertarung. Yang tentunya berbeda dengan kelas kata di cabang olahraga satu ini.

Sejarah Shorinji Kempo

Kempo sesudah Perang Dunia II

Di tahun 1945, pada situasi perang di wilayah timur laut Tiongkok, Kaiso lihat realitas politik internasional yang keras di mana keperluan-kepentingan negara dan ras ambil tempat khusus, dan cuma yang kuat yang betul.

Ditengah-tengah kondisi ini, Kaiso memahami jika kejadian-peristiwa yang berlangsung amat dikontrol oleh watak dan cara memikir beberapa orang yang punya akibat.

Kaiso menjelaskan realitas ini selaku “Manusianya, manusianya, manusianya – semuanya terkait pada karakter-sifat orangnya”.

Dia melihat jika “bila warga ditata oleh beberapa orang, karena itu kenyamanan sebetulnya cuma bisa tiba dari peningkatan rasa cinta-kasih, keberanian dan rasa keadilan pada diri sebanyak-banyaknya orang.”

Setelah itu Dia putuskan “menghimpun anak-anak muda dengan arah yang bagus, untuk menuturkan sikap ini pada mereka, dan menarik artian mereka kurang rasa keadilan, menancapkan keyakinan diri, keberanian dan semangat mereka, dan mendidik beberapa orang yang pengin bertarung untuk kebangunan tanah airnya.

Balik dari Tiongkok, Kaiso memperoleh kacau balaunya Jepang lantaran kekalahan. Nilai moralitas dan kemanusiaan sudah lenyap, dan warga Jepang sama-sama bermusuhan lantaran ketidakadilan dan kekerasan yang sedang dilakukan secara terbuka di mata umum.

Dalam penduduknya ini, sebagian besar besar anak-anak muda dan dewasa tidak punya keinginan bakal masa datang dan isikan hidup dari waktu ke waktu saja, seperti gembala yang kegugupan.

Menyikapi masalah ini, Kaiso mememerintahkan dan membuat beberapa teknik yang sudah dia dalami sepanjang ada di dalam Tiongkok, dengan menempatkan sentuhan karyanya sendiri untuk membuat satu metode tehnik yang baru yang bisa dicicip beberapa pribadi untuk didalami.

Dia mengganti tempat tinggalnya jadi tempat latihan, dan mengajar beberapa tehnik dan kalimat anjuran terkait penglihatan hidupnya dan terkait dunia.

Demikian peningkatan pribadi mulai lewat beberapa tehnik bela diri Dengan memiliki tujuan membenahi pribadi secara fisik dan psikis dan mengganti warga lewat cara yang damai.

Kaiso mendapatkan Shorinji Kempo dengan arah meningkatkan pribadi, dan mengaktualkan warga yang damai baik secara materi dan kerohanian.

Di bulan Oktober 1947, di daerah halamannya di Tadotsu,Wilayah Kagawa, Kaiso mengontrol dan membuat beberapa tehnik yang dia dalami sepanjang ada di dalam Tiongkok, yang ditambah lagi dengan sentuhan inovatifnya sendiri, dan dengan menyebutkan metode itu Shorinji Kempo.

Tahun selanjutnya, Kaiso secara berbarengan membuat Nippon Hoppa Shorinji Kempo Kai dan Komanji Kyodan, dan di bulan Desember 1951, a membuat Kongo Zen Sohonzan Shorinji.

Di tahun 1956, Kaiso membuat Nihon Shorinji Bugei Semmon Gakko (Sekolah tinggi Budo Shorinji Jepang), dan di tahun 1957, Zen Nihon Shorinji Kempo Remmei (Serikat Shorinji Kempo Jepang).

Setelah itu, di tahun 1963, dia membuat organisasi Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Remmei (Yayasan Serikat Shorinji Kempo Jepang), yang khusus menempatkan usaha untuk training buat beberapa orang muda.

Di tahun 1980, Kaiso sesudah menggunakan 33 tahun semenjak membikin Shorinji Kempo ajak beberapa anak-anak muda untuk memperkuat badan dan ingatan lewat pendekatan ken zen ichinyo dalam latihan.

Tetapi, pada tangga 12 Mei 1980, Kaiso meninggal lantaran penyakit serangan jantung.

Sekarang, atas Shike Doshin So II, Yuuki So yang menjalankan visi Kaiso, Shorinji Kempo masih berkembang.

Leave a Reply