Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya — Pahlawan nasional patut untuk selalu dikenang. Berkat merekalah Indonesia bisa merdeka hingga saat ini.

Yah, tanpa mereka pula mungkin Indonesia akan terus menderita di bawah para penjajah. Setidaknya kita harus kenal siapa saja mereka. Apalagi di zaman sekarang ini, di masa pandemi ini tentunya tak bisa pula disangkal muncul pahlawan-pahlawan pejuang kesehatan.

Baca Juga:

Siapa saja pahlawan para kesehatan ini? Di bawah ini akan dibeberkan. Yuk kita simak bersama-sama. Meski begitu, tentunya kita harus bahas dulu siapa saja nama-nama Pahlawan Nasional Indonesia yang harus kita kenang. Tentunya pula akan dibeberkan beserta gambarnya.

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya:

1. Jenderal Soedirman

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya
Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman adalah Panglima Tentara. Panglima Perang. Dia adalah Jenderal Republik Indonesia yang pertama, bahkan yang termuda.

Jenderal Soedirman bergabung dalam barisan pejuang kala usianya masih berusia 31 tahun. Dia bergabung dalan pasukan kemerdekaan berjuang mengusir Jepang, Belanda dan sekutunya.

2. Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyarie

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya
Hasyim Asyari. Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyarie adalah pahlawan nasional Indonesia. Dia adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU). NU sendiri adalah organisasi Islam yang terbesar di Indonesia.

Hasyim Asyari dikenal pula sebagai intelektual muslim. Ada banyak gagasan-gagasannya yang masih bisa kita baca hingga sekarang.

3. Pangeran Diponegoro

Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya
Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan yang berperan besar memimpin Perang Jawa. Berjuang dalam kurun waktu 5 tahun, yaitu tahun 1825 – tahun 1830.

Perang yang dipimpinnya berkobar seluruh Pulau Jawa. Dia adalah pejuang yang melawan Belanda.

Meski berakhir dengan kemenangan Belanda, Pangeran Diponegoro nyaris menang dari Belanda. Mereka mengalami kerugian yang sangat banyak kala melawan Pangeran Dipanegoro.

Selain dari Nama-nama Pahlawan Nasional Beserta Gambarnya yang telah disebutkan di atas, maka yang juga patut dihargai adalah para pahlawan kesehatan yang berjuang di tengah pandemi ini.

Nama-nama para Pahlawan ini harus masuk jajaran Nasional. Tentunya Beserta Gambarnya atau foto-foto mereka. Layak untuk selalu dikenang. Ada banyak nyawa yang mereka selamatkan.

Pahlawan di Tengah Pandemi

Peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini terasa berbeda dari umumnya. Tidak hanya sebab pandemi COVID- 19 yang menyerang Indonesia, suasana ini pula menyadarkan kita kalau sudah timbul pahlawan- pahlawan baru di masa pandemi.

Istilah pahlawan layak kita bagikan untuk para tenaga kesehatan( Nakes), yang bertugas dalam penindakan COVID- 19.

Tidak cuma Nakes, namun pula mereka para sukarelawan, anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta POLRI, para petugas mobil ambulance, para petugas laboratorium.

Dan mereka seluruh yang menunjang penindakan COVID- 19 dengan mempertaruhkan pemikiran, tenaga, serta waktunya, dapat diucap bagaikan pahlawan di masa pandemi. Mereka inilah yang layak diberikan penghargaan pada Hari Pahlawan Nasional ini.

Tentara Nasional Indonesia yang umumnya melindungi perbatasan negeri juga demikian, mereka saat ini juga turun tangan ikut serta dalam penindakan pandemi COVID- 19.

Tugas awal Tentara Nasional Indonesia(TNI) bermula dari misi merelokasi mahasiswa Indonesia dari Wuhan ke Kepulauan Natuna.

Kemudian misi berikutnya merupakan, menanggulangi Anak Buah Kapal( ABK) asal Indonesia dari kapal pesiar Diamond Princess dari Jepang yang ditempatkan di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Setelah itu sampai dikala ini regu Tentara Nasional Indonesia(TNI), POLRI, Nakes, serta sukarelawan masih terus bahu- membahu dalam mengelola Rumah Sakit Darurat COVID- 19, salah satunya merupakan RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Tanggung jawab besar diberikan kepada Letkol Marinir Muhammad Arifin, selaku Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet.

Dia menceritakan dalam kegiatan Diskusi Produktif Komite Penangan COVID- 19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional( KPCPEN) dengan tema

“ Berjuang serta Berbakti Mengobati Negara dari Pandemi”, Selasa( 10/ 11).

Kalau banyaknya penderita di dini masa pandemi, yang bermacam- macam latar balik, jadi tantangan tertentu sepanjang dia bertugas.

“ Kendala- kendalanya banyak. Tetapi, sebab kita kebetulan memiliki pengalaman gimana menanggulangi penderita COVID- 19 secara psikologis di Natuna serta Sebaru, ini jadi modal dini kita buat melakukan tugas di RSDC Wisma Atlet. Gimana kita menunjang para penderita COVID- 19 ini biar mentalnya tidak jatuh”, ucapnya. 

Pada awal mulanya, mempraktikkan protokol kesehatan di RSDC Wisma Atlet tidak gampang. Uraian buat mempraktikkan protokol kesehatan di golongan para penderita sangat rendah.

Belum lagi kendala secara mental ini membuat banyak penderita stress sampai mencuat kemauan buat bunuh diri dalam benak penderita COVID- 19.

“ Munculnya tekanan pada diri penderita sebab berulang kali diuji Swab tidak menampilkan hasil yang baik. Terlebih dikala itu kondisinya lagi bulan puasa, penderita mau kembali buat lebaran di kampungnya, tetapi sebab tidak dapat kembali malah menaikkan beban benak”, ungkap Letkol Arifin.

Walaupun melakukan tugas yang susah, bagaikan seseorang prajurit, Letkol Arifin meyakini kalau keyakinan yang diberikan merupakan suatu kehormatan.

Mudah- mudahan memeringati Hari Pahlawan Nasional ini, mudah- mudahan terdapat lagi yang rasanya dapat mengabdi serta menjaga Anak Negara dari Pandemi virus corona ataupun Covid- 19 yang dikala ini menyerang.

Begitu pula dengan semangat yang dibawa oleh Nakes serta sukarelawan yang tergerak hatinya buat mengabdi di RSDC Wisma Atlet.

Perasaan yang kokoh buat menolong sesama, ikut bawa seseorang dokter muda, dokter. Aulia Giffarinnisa, asal Sulawesi Selatan ke Wisma Atlet.

Dia dengan suka rela mengajukan diri jadi dokter di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran.

Keinginannya buat mengabdi juga tidak berjalan lembut, sebab terlebih dulu wajib meyakinkan kedua orang tuanya.

“ Dari April telah mau bergabung ke Wisma Atlet, tetapi orang tua baru berikan izin di bulan Agustus. Pada September kesimpulannya mulai bergabung ke Wisma Atlet”, kata dokter Aulia.

Berbeda dari rumah sakit pada biasanya, segala tenaga kedokteran di RSDC harus memakai Perlengkapan Proteksi Diri( APD) serta perihal ini jadi tantangan yang lumayan menyulitkan.

“ Bekerja sepanjang 8- 9 jam memakai APD, memanglah letih serta meletihkan. Persoalannya tenaga kita terkuras. Satu, sebab panas, kedua butuh mengendalikan napas, soalnya( baju APD) dirangkap- rangkap, terus tertutup seluruh”, ungkap dokter. Aulia. 

Belum lagi keadaan raga serta mental Nakes, wajib senantiasa terpelihara sebab satu dokter dapat menjaga 50- 60 penderita, buat ruang perawatan biasa.

Sedangkan buat perawatan di ruang ICU dengan keadaan penderita lebih berat, satu dokter menanggulangi 8- 9 penderita.

Tidak cuma dokter, perawat pula terletak sangat dekat dengan penderita. Lia Gustina, asal Lampung, Sumatera Selatan, mengajukan diri jadi perawat di RSDC Wisma Atlet.

“ Jadi aku pula merasa dipanggil saja. Aku mau ketahui gimana sesungguhnya terjun ke lapangan. Apa benar semenakutkan semacam yang terdapat dalam kabar. Waktu itu keluarga pula melarang, terlebih aku memiliki anak kecil 2. Awal mulanya suami takut, tetapi sebab tekad aku keras, aku terus mengantarkan tekad mau berangkat, serta kesimpulannya keluarga mengizinkan”, cerita Lia Gustina yang telah 6 bulan di Wisma Atlet.

Walaupun penuh resiko, para Nakes serta sukarelawan senantiasa berupaya membagikan yang terbaik buat kesembuhan para penderita.

“ Jika misalnya telah 2 bulan, serta hasil uji swab dinyatakan negatif, kemudian pasiennya berterima kasih, kita rasanya( bahagia) gimana gitu”, tutup dokter. Aulia.

Dokter. Aulia berkata,“ Butuh sinergi yang kokoh bersama warga supaya senantiasa disiplin mempraktikkan protokol kesehatan 3M secara satu kesatuan.

Perihal ini ialah langkah bersama yang bisa dicoba buat menekan serta menghindari penularan serta menolong memperlambat laju pandemi COVID- 19 di Indonesia supaya tidak jadi lebih besar lagi, sembari menunggu vaksin siap disediakan”.

***

Regu Komunikasi Komite Penindakan COVID- 19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional.

Leave a Reply