Harga Porang Saat Ini Melambung, Raup Rp400 Juta

Tanaman porang kini kian digemari sejumlah petani. Terlebih harga porang saat ini sangat melambung.

Harga bibit porang saat ini saja yang jenis katak, juga mengalami kenaikan. Sangat drastis. Melambung tinggi. Harganya sudah mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Bila harga tersebut terus bertahan, ditaksir petani bisa meraup keuntungan hingga Rp400 juta lebih.

Baca Juga:

Porang Tanaman Ekspor Harga, Negara Tujuan dan Cara Menanam

40000 backlink gratis, Begini Cara Mendapatkan Backlin Gratis

Contoh Backlink dan Apa Itu Backlink dan Fungsinya

Kian melambungnya harga porang saat ini tak sedikit warga mencoba peruntungan dengan membudiyakan tanaman jenis umbi-umbian tersebut.

Tak terkecuali warga yang tinggal di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan mulai meliriknya.

Seperti salah satunya, warga yang bernama Joni Sulistianto. Pria yang akrab disapa Joni ini mengatakan, porang jenis katak adalah umbi yang sangat digemari. Pasalnya, bibitnya bisa tumbuh di antara tanaman. Kualitasnya pun sangat bagus.

“Kalau sekarang harga bibit jenis katak sudah mencapai Rp200 ribu per kilogram,” ujarnya, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga:

Manfaat Porang untuk Kesehatan, Khasiat dan Manfaat

Cara Membuat Backlink pada Website atau Blog yang Berkualitas

Backlink Free, Backlink Gratis dan Cara Mendapatkan Backlink Gratis

Apabila dibandingkan dengan harga bibit yang ada di Jawa, di Balangan lebih murah. “Harga bibit katak di Jawa dikisaran harga Rp300- 350 ribu per kilogram,” bebernya.

Dia juga membeberkan, petani yang tinggal di Balangan baru membudiyakan tanaman porang ini tahun lalu. Bahkan, ia juga mengaku sudah panen berulang kali dan menikmati hasilnya.

“Saya memulai menanam porang 2016 lalu. Saya menjadi penjual dan pengepul,” ujarnya.

Lebih jauh, dia mengatakan, saat mengawali budidaya ini ia hanya memiliki sebuah kebun porang yang luasnya hanya seperempat hectare saja dan saat ini lumayan berkembang.

“Awalnya bibit saya dapat dari hasil membolang saja di hutan,” akunya.

Baca Juga:

Apa Perbedaan Porang dan Suweg? Ini Penjelasannya!

Saat panen awal pada 2016 lalu? Joni menyebut bisa mendapatkan hasil sebanyak 40 ton dan bila dirupiahkan sekitar Rp100 juta lebih.

”Memasuki tahun 2017, bisa menghasilkan 50 ton dengan luas lahan setengah hektar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp160 juta lebih,” ujarnya lagi.

Memasuki tahun ketiga, yakni 2018, ia mengaku kembali bisa mendapatkan keuntungan lebih. Dengan luas lahan sekitar 1 hektar, ia mengatakan bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp400 juta lebih,” tutur dia. (*)

Sumber: Teras7

Selanjutnya Baca: Pupuk yang Bagus untuk Tanaman Porang

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply