Harga Porang di Lampung
Harga Porang di Lampung

Harga Porang di Lampung

Harga Porang di Lampung – Tanaman porang jadi salah satunya komoditi yang prospektif dan sangat menjanjikan dari segi ekonomi untuk saat ini. Nyaris disejumlah wilayah para petani berlomba-lomba membudidayakannya.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab kenapa Tanaman Porang ini begitu dilirik adalah karena mendapat ide dari Petani di Madiun Jawa Timur, karenanya petani di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat sekarang mulai meningkatkan komoditi itu.

Baca Juga:

 

Sampai hasilnya cukup menggairahkan di mana salah satunya petani di lokasi itu sanggup menciptakan Rp120 juta dalam 1x panen.

Joko Purnomo, Peratin Pekon Sumberagung Kecamatan Suoh yang mulai meningkatkan tanaman porang mengungkap, kekuatan pasar porang benar-benar baik. Lebih-lebih ditengah-tengah produktifitas tanaman kakao yang berada di lokasi itu terus alami pengurangan.

Begitupula, tananaman pisang yang riskan kepada hama dan penyakit karenanya porang jadi komoditas yang prospektif.

Olehnya itu, Porang jadi tanaman alternative dan paling prospektif buat petani, hasil per-hektar apabila dihitung dua musim dapat menciptakan rata dua kg perbatang, dan umumnya per hektarenya ditanam 40 ribu tangkai hingga satu hekatare-nya dan sanggup menciptakan 80 ton umbi porang, kata Joko Purnomo.

Pada Oktober 2020 lalu, Perusahaan PT. Ambico dari Mojokerto bertandang ke Suoh. Pihak perusahaan memberikan pengajaran kepada para petani porang, mereka juga membeli hasil panen salah seorang petani porang di daerah tersebut.

Baca Juga: 

Porang Tanaman Ekspor, Harga dan Jenisnya

Domain Gratis, Domain Berbayar, Hingga Perbedaan Hosting dan Domain

Cara Menjual Domain dan Situs Jual Beli Domain, Cara Jual hingga Lelang

Hasilnya cukup menggiurkan. Harga Porang di Lampung tersebut dibanderol dengan nilai yang terbilang mahal.

Perusahaan membeli hasil sekali panen yang bisa mencapai 10 ton, dan kala itu dihargai atau dibeli oleh pihak perusahaan dengan Rp12 ribu perkilogram. Apabila dijumlah maka si petani tersebut mendapatkan uang sebanyak Rp120 juta cuma dalam 1x panen.

Harga Bibit Porang di Lampung

Saat itu, untuk range nilai jual bibit porang sekitar Rp350 hingga sampai Rp400 ribu perkilogram, dengan tipe bibit dari umbi dan katak.

Sekadar diketahui, ada banyak kegunaan dari tanaman porang, seperti sering digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air.

Tumbuhan umbi unik tropis yang dahulu dipandang sebagai hama ini bahkan, sekarang jadi target beberapa entrepreneur disektor pertanian sebab memiliki kans keuntungan sampai beberapa ratus juta sampai milyaran rupiah.

Baca Juga:

Mengenal Tanaman Porang, Budidaya, Manfaat hingga Ekspor

Bukti Transfer, Cara Melihat Transfer BRI, BCA, Mandiri, dan BNI

10 Asuransi Terbaik di Dunia, 5 Perusahaan Asuransi di Indonesia dan Asuransi Terbaik Dunia 2020

Di pasar export, porang banyak dicari selaku bahan makanan dan industri obat kecantikan. Tumbuhan yang dahulu tak pernah dikira memiliki harga jual tersebut rupanya memiliki nilai yang sangat tinggi di pasar export seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea.

Harga Porang di Lampung

Daftar Harga porang di Lampung Terbaru Mei 2021

BibitHarga
Harga Bibit biji Porang umbi Porang 1 kg -bbuRp350.000
Harga Bibit Katak Porang 1kg isi 200-400 bijiRp250.000
Harga Bibit Katak Porang 1 KgRp175.000
Harga BIBIT PORANG ASLI PAKET 10 BIBITRp200.000
Harga bibit porangRp290
Daftar Harga porang di Lampung Terbaru Mei 2021

Beberapa ratus Petani Porang Terima KUR Rp5,2 Miliar

Sejumlah 200 petani porang di Kecamatan Gaungrang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memperoleh layanan kontribusi pendanaan lewat sistem Credit Upaya Rakyat (KUR) khusus petani dari Bank BNI. Keseluruhannya, keseluruhan KUR yang dialirkan gapai Rp5,2 miliar.

Baca Juga: Jual Beli Porang Makassar Hanya Ada di Jawa

KUR itu amat bermanfaat buat petani untuk pendanaan upaya tani. Kementerian Pertanian (Kementan) membagikan dana KUR senilai Rp70 triliun di 2021. Naik Rp20 triliun, dari awalnya senilai Rp50 triliun di 2020.

Kepala Dusun Durenan, Kecamatan Gaungrang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Purnomo berkata, petani porang yang mendaftarkan untuk memperoleh kontribusi pendanaan lewat sistem KUR awalannya sekitaran 500 orang.

Seusai diverifikasi, cuma sekitaran 200 petani yang dapat memperoleh kontribusi pendanaan dari pemerintahan.

Definisi petani yang memperoleh kontribusi pendanaan KUR ialah mereka yang awal kalinya pernah menanam porang. Kontribusi pendanaan yang sudah diberikan Senin, 12 April lalu bakal difungsikan untuk peningkatan tanaman porang.

Pinjamannya sama sesuai kepentingan saja. Ini punya tujuan agar utang ini dipakai sama dengan kepentingan saja, tak dipakai untuk beli kepentingan lainnya, kata Purnomo, diambil info terdaftar, Senin, 26 April 2021.

Keseluruhan luas tempat yang dipunyai 200 petani itu gapai 350 hektar (ha). Sejumlah punya individu. Sejumlah lainnya sebagai asset Perum Perhutani.

Sekitaran 200 ha itu sebagai tempat individu. Sedang 150 ha sebagai tempat di wilayah rimba Perum Perhutani, kata Purnomo.

Baca Juga: 

Mengenal Tanaman Porang, Budidaya, Manfaat hingga Ekspor

Tanaman porang, kata Purnomo, sesungguhnya udah berada di dusunnya mulai sejak 1990. Tapi, beberapa petani baru ketarik mengembangkannya di 2010.

Sampai mulai sejak 3 tahun paling akhir bertambah banyak petani yang semangat untuk menanam tanaman tipe umbi-umbian itu, tukasnya.

Saat itu, Perwakilan dari BNI Caruban, Ahmed Noorsyam Hidayat, mengatakan, kontribusi KUR pertanian miliki limit credit optimal Rp50 juta. Keseluruhan petani di Dusun Durenan yang dapat terima KUR pertanian sekitaran 200 orang, dengan umumnya ambil credit di antara Rp10 juta sampai Rp40 juta.

Sesungguhnya optimal pengajuan Rp50 juta. Namun lantaran ini baru pertamanya kali, jadi kami awasi optimal Rp40 juta dulu, papar Ahmed.

Menurut Ahmed, utang modal ini tanpa ada taruhan. Trik menebusnya lantas gunakan skema dilunasi waktu panen, hingga petani tak perlu pikirkan pembayaran cicilan bulanan.

Waktu waktu tanam, kami ongkosi. Selanjutnya waktu panen, petani mengabari kami untuk pembayaran pelunasan pembayaran. Bunganya seperti KUR lainnya. Cuma enam % pertahun, papar Ahmed.

Selaku info, Data Kementan membuktikan, dari keseluruhan peruntukan KUR pertanian sejumlah Rp50 triliun di 2020, realisasinya Rp55,9 triliun, atau melebihi obyek. Resapan KUR paling tinggi berlangsung disektor perkebunan senilai Rp18 triliun.

Lalu tanaman pangan yang gapai Rp16,2 triliun, hortikultura Rp7 triliun, peternakan Rp10,6 triliun, layanan pertanian Rp779 miliar, dan gabungan pertanian Rp3,1 triliun.

Realisasi resapan KUR di 2020 tersebarkan di sebagian propinsi. Paling tinggi serapannya ialah Jawa Timur senilai Rp12,2 triliun. Diikuti Jawa tengah senilai Rp8,8 triliun, Sulawesi Selatan senilai Rp4,2 triliun, Jawa Barat Rp3,5 triliun, dan Lampung Rp3 triliun.

Pendistribusian KUR sudah dicicipi petani di banyak bagian, yaitu tanaman pangan; hortikultura; perkebunan; peternakan; gabungan pertanian/perkebunan dengan peternakan; dan layanan pertanian, perkebunan, dan peternakan, kata Direktur Jenderal Prasarana dan Media Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy.

Gambar Gravatar
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *