Enrekang Duri Baraka adalah Suku yang Sangat Unik

Enrekang Duri Baraka – Suku Duri salah satu suku bangsa yang tinggal Kabupaten Enrekang, persisnya di kecamatan Baraka, Alla serta Anggeraja yang keseluruhan sejumlah 17 dusun. Tentunya hal ini berbeda dengan bahasa inggris atau bahasa indonesia pada umumnya.

Apalagi bila disebut bahasa arab, sudah pasti hal tersebut tidaklah sama. Meski tak bisa disangkal punya kesamaan. Yaitu punya banyak jenis bahasa arab.

Begitupula degan bahasa jawa  dan terlebih bahasa korea. Bahasa duri baraka itu sangatlah unik dan nyaris tak ada samanya di Indonesia ini.

Kabupaten Enrekang sebagai lokasi pegunungan yang sejuk serta ada di tengah dataran Sulawesi selatan serta bersebelahan dengan Tanah Toraja.

Permukiman mereka ada dekat pada jalan yang bisa dilintasi mobil. Cuma sedikit yang tinggal di wilayah pegunungan yang tinggi.

Baca Juga:

12 Hotel Murah Makassar Dekat Pantai Losari

20 Tempat Wisata di Makassar dan Gowa yang Instagramable

Famous Tourist Attractions In London England

Tempat Wisata di Indonesia yang Terkenal Jarang Dikunjungi

Lebih kurang 85% dari warga Duri tinggal di perdesaan. Mereka sebagai satu diantaranya suku perantau yang sudah menebar di banyak wilayah di Indonesia serta sampai-sampai ke Malaysia.

Walau secara ras serta bahasa suku Duri condong dekat sama suku Toraja. Bahasa Duri serupa dalam bahasa Toraja, karena itu suku Duri kerap dipandang sebagai sisi dari suku Toraja.

Walau mempunyai kekeluargaan dekat sama Toraja, suku Duri banyak terbujuk tradisi istiadat suku Bugis. Maka kadang orang Duri dipandang sebagai sub-suku dari suku Bugis.

Orang Duri biasa pula disebutkan orang Massenrengpulu, diam dalam tempat Kabupaten Enrekang, Propinsi Sulawesi Selatan

Kabupaten ini bersebelahan dengan Kabupaten Tana Toraja pada sisi utara, pada sisi timur hingga selatan bersebelahan dengan Kabupaten Luwu serta Kabupaten Sidenreng Rappang, serta sisi barat bersebelahan dengan Kabupaten Pinrang.

Wilayah Kabupaten Enrekang ini adalah pengalihan di antara warga Bugis serta Toraja. Mereka memanfaatkan bahasa dengan aksen spesial yakni aksen Duri.

Bahasa Suku Duri ini bisa dipahami oleh orang Bugis serta orang Toraja. Tetapi tentunya sudah pasti tak bisa dipahami oleh orang ber bahasa Inggris atau korea.

Sensus warga tahun 1990 mendata jumlah warga Kabupaten Enrekang yakni 147.079 jiwa. Pada jumlah itu tidak disadari dengan cara benar berapakah banyaknya orang Duri.

Warga tercantum di atas tersebarkan dalam lima buah kecamatan, yakni kecamatan Enrekang, Maiwa, Baraka, Anggareja, serta Alia. Anggota warga kabupaten ini kebanyakan hidup dari pertanian, dengan tanaman padi, jagung, kedelai, kelapa, kopi, jeruk, pisang, pepaya, dan hasil rimba yang lain.

Keyakinan

Sebagian besar orang Duri memiliki agama Islam. Meski begitu, bukan berarti pintar bahasa arab. Apalagi bahasa Inggris.

Cuman sedikit masih yang menjaga keyakinan animisme, yang dikatakan Alu’Tojolo. Di Baraka, pemeluk animisme melaksanakan percakapan dengan teratur 1-2 kali dalam satu bulan.

Alu’ Tojolo sebagai Agama keyakinan tradisionil yang serupa dengan agama keyakinan tradisionil suku Toraja. Orang Duri masih menggenggam kuat rutinitas, masih menjaga kerukunan, dan setia kepada tuntunan kakek-moyang

Tempat wisata enrekang Bagus untuk Orang Bahasa Inggris

Memandang letak geografis yang penting itu, Kabupaten Enrekang simpan lokasi tamasya yang unik untuk disinggahi. Di bawah ini yakni 22 tempat tamasya di Enrekang yang penting Anda datangi akhir minggu kelak.

1. Bukit Butu Tande

Ingin nikmati pemandangan alam yang menarik dari ketinggian? Lokasi tamasya yang ini akan menjadi opsi yang tepat. Berada di dusun Kumadang, panorama yang dihidangkan oleh tempat ini kelihatan demikian cantik untuk di pandang.

Ketika moment terbenamnya matahari, pengunjung dapat disuguhi dengan eksotismenya. Apabila mujur, Anda bisa merasa kabut yang tampak terlihat awan di bawah pucuknya. Hal itu dapat membuat bak kayangan di atas awan-awan.

2. Mata Dewa

ni yakni spot favorite beberapa photografer untuk mencari milky way. Arti saudaraarnya kerap dikatakan pula sebagai Bukit Dondeng, tapi ada pula yang menyebut jadi tamasya Mata Dewa Enrekang.

Sama dengan namanya adalah Mata Dewa, coba Anda bertandang saat malam hari. Akan disuguhi beberapa ribu bintang yang berceceran di atas langit. Dapat kelihatan secara jelas juga kerlap-kerlip Kota Enrekang dari pucuk tamasya Mata Dewa.

4. Buttu Macca

Buttu Macca masuk ke definisi tamasya alam sebab menyuguhkan panorama eksotis dan sejuk. Sejuknya tempat ini gara-gara tersedianya dua pegunungan yang menghampitnya, adalah Gunung Bambapuang dan Gunung Nona. Jika jenuh dengan panorama yang itu-itu saja, Anda dapat coba spot baru di Buttu Macca.

Warga di tempat termasuk inovatif dalam memberi layanan untuk turis. Nyaris tiap-tiap sebulan sekali tempat ini terus dijalankan Pengembangan oleh pengeolal tamasya, bisa dibuktikan karena ada spot poto seperti sarang naga, gerbang cinta, area keluarga, sampai spot perahu yang sangat disukai turis.

5. Buntu Sumbang

Lokasi yang baru dikendalikan di tengah tahun 2017 ini menjajakan pemandangan rimba pinus yang elok. Ada sejumlah titik yang pas untuk berfoto di situ. Sejumlah antara lain adalah jembatan bambu dan pintu langit.

Moment terpelesetnya matahari dalam tempat itu pula sayang sekali apabila ditinggalkan. Pengunjung bisa nikmati dengan bebas kemegahan itu.

Letak geografis kabupaten enrekang

Kabupaten Enrekang miliki batasan-batas area sebagaimana berikut :

  • Sisi Utara : Kabupaten Tana Toraja ;
  • Sisi Selatan : Kabupaten Luwu ;
  • Sisi Timur : Kabupaten Sidrap ;
  • Sisi Barat : Kabupaten Pinrang ;

Sepanjang 1/2 dekade paling akhir berlangsung pengubahan area administrasi pemerintah baik di tingkat kecamatan ataupun tingkat dusun/kelurahan. Di Tahun 1995 di Kabupaten Enrekang cuma ada 54 dusun/kelurahan yang menyebar di 5 kecamatan.

Karena ada pengubahan kondisi dan situasi area, jadi pemekaran dusun/kelurahan telah  jadi kewajiban.

Jadi di tahun 1997, jumlah dusun/kelurahan yang ada pada Kabupaten Enrekang sudah semakin bertambah dari 78 dusun/kelurahan situasi tahun 1996, jadi 108 dusun/kelurahan.

Begitu perihal di tingkat kecamatan, yang sebelumnya cuma 5 kecamatan jadi 9 kecamatan. Di tengah tahun 2003 berlangsung pemekaran hingga semakin bertambah kembali sejumlah 3 dusun jadi 111 dusun/kelurahan.

Lalu di tahun akhir 2006 berlangsung pemekaran dusun serta kecamatan jadi 11 kecamatan serta 112 dusun/kelurahan.

Paling akhir di tahun 2008 mekar jadi lagi 12 kecamatan serta 129 dusun/kelurahan. Dari 12 Kecamatan itu, kecamatan terluas yaitu Kecamatan Maiwa adalah 392,87 km2 dari luas Penyusunan Koreksi Document Ide Program Investasi Infrastruktur Waktu Menengah (RPI2-JM).

Search: suku toraja, ciri khas suku toraja, wisata terdekat, tempat wisata, tempat wisata di maros, tempat wisata di sulawesi selatan, tempat wisata di malino, tempat wisata di takalar, paket wisata makassar , taman di makassar.

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply