Demon’s Virtue DV Bahasa Indonesia Chapter 3

KEPEMILIKAN

Koreksi segera. Walaupun saudara-saudaranya tercium berbau busuk, cukup sukar untuk mendapati mereka. Seluruh yang terjadi waktu ia coba lakukan itu yaitu ia terusik waktu bertambah banyak kotak ada tidak tahu dari tempat mana.

Tetapi untungnya, bertambah banyak kotak yang ada, bertambah banyak badan Imp bertambah lebih kuat serta lebih cepat! Hah, biadab, kotak bodoh dengan garis berlekuk-lekuk bodohmu!

Hal yang paling berubah terkait Imp yaitu ia bertambah lebih cepat dan setiap waktu ia nyaris tak dapat lari kembali lantaran ia kekurangan natas, untuk sejumlah argumen, ia nyaris dapat lekas mulai lari kembali!

Tetapi kotak-kotak penuh semangat itu lagi kejarnya lantaran sejumlah argumen aneh. Ia sukses membunuh mereka seringkali, tapi di akhimya, mereka akan tetap kembali kelak. Mereka mulai lebih jarang-jarang ada, ya, tetapi tetap ada kotak baru yang ada tiap beberapa saat, dan terus waktu Imp lakukan suatu hal yang paling indah atau cerdas seolaholah mereka sedang tunggunya dipindahkan.

Dan sekejap selanjutnya, Imp perhatikan suatu hal yang lainnya. Itu yaitu berbau yang ia mencari sekian lama ini, dan waktu ia mendapatinya dan stop di jalumya untuk cari tahu di mana persisnya saudara-saudaranya ada. berbau itu jadi semakin lebih kuat, sementara kotak baru pun ada.

[Kamu menghirup aroma yang akrab. Pemikiran +1]

“Grarh! ” Imp itu menggeram dan mendesak kotak itu untuk membuat lenyap kembali. Mereka ringan untuk diurusi sendiri, tapi waktu mereka ada pada suatu golongan, Imp terasa amat tertekan, jadi ia pengin mengontrol yang tak bersarna yang lainnya kapan saja ia dapat. Saat ini, Imp lakukan hal sama, kemudian lekas memesan dari pemberitahuan yang lain perlahan-lahan mengejarnya, lari menuju saudara-saudaranya.

Dan lekas, ia tidak sekedar dapat menghirup aroma saudara-saudaranya, tapi ia bisa pula dengar mereka! Dan sejumlah nada aneh yang lain. Dan dengusan yang keras dan menyakitkan. Dan

Dan lekas, ia tidak sekedar dapat menghirup aroma saudara-saudaranya, tapi ia bisa pula dengar mereka! Dan sejumlah nada aneh yang lain. Dan dengusan yang keras dan menyakitkan. Dan

“Degh?” Imp itu bergumam waktu ia lihat panorama di muka dirinya sendiri, lihat saudara laki lakinya terpenggal di tanah sementara tiga benda tinggi yang kelihatan aneh berdiri di atas mereka. Diantaranya, yang terpendek, punya warna merah keseluruhan. Itu seperti terlihat saudara laki lakinya, tapi Imp bisa menyampaikan kalau itu sesungguhnya bukan saudara laki lakinya. Itu miliki kebanyakan bit betwama aneh, dan bit merah terlampau panjang dan tak serius menempel di bit berwama aneh.

Satu diantara mereka yaitu benda yang serius hitam. Imp dapat lihat dua mata biru keluar pada benda hitam aneh yang tutupi badan makhluk itu, yang dilihat serupa dengan kain yang digunakan oleh sejumlah monster yang lebih kuat di unitnya, tetapi amat tidak serupa, dan ini kayaknya tak bau. teknik yang serupa.

Dan yang paling akhir, yang paling tinggi, punya warna perak dan biru, dan miliki tongkat aneh yang bercahaya pada tangannya, dan kakinya cocok di atas satu diantara kepala saudara laki laki Imp, yang terbelah dari badannya.

Dan itu yaitu suatu hal yang tak diminati Imp sama sekalipun.

Lekas, Imp mulai buka giginya, tak menjaga kotakkotak itu kembali, lantaran ia saat ini hadapi musuh yang lebih dekat, walaupun tidak beresiko,.

“Saksikan! Yang lain!” Benda Merah itu berseru dengan penuh semangat waktu dia arahkan tangannya ke Imp, yang selalu memandang mereka. “Hah? Tidakkah itu dilihat rada geram?” Respon paling tinggi waktu lihat menuju hal-hal lain. Imp tak memahami apa yang disebutkannya, walaupun ia memahami kalau itu menyampaikan suatu hal, dan ia serius ingin mengetahui apakah yang dimaksud.

“Tsk, Geram? Kamu sadar kamu sedang membahas monster, kan? Makhluk apakah yang dimaksud bikin geram?” Benda Hitam itu ajukan pertanyaan, dan Imp itu dengarkan dengan teliti waktu dia gerakkan mulutnya, sukses ambil suatu hal dari itu. ‘Marah‘. Ia tidak jelas tepat apa iktikad gerutuan itu, tetapi kayaknya itu suatu hal yang perlu, jadi ia berpikir itu buah pikiran yang baik untuk mengingatnya.

[Keterampilan Wawasan Bahasa Umurn Pemula Didalami]

Sadari kotak baru yang tampil di sampingnya, Imp itu melonjak ke samping sedikit, saat sebelum benda tinggi itu kelihatan membebaskan banyak udara sekalian.

“Kayaknya kau betul. Saksikan saja, dia barangkali mengkonsumsi aka: Ariz dan saat ini jauh dari pantatnya.” Itu menjawab saat sebelum Imp memindah perhatiannya dari kotak ke benda itu. Untuk sejumlah argumen, bahkan juga bila ia tidak jelas tepat apa yang mereka sebutkan, dia mengerti kalau mereka sedang mengoloknya. Dan Imp tak sukai diejek

“Siapa perduli? Saya pengin membuatnya kawan saya! ” Benda merah itu berseru penuh semangat saat sebelum benda hitam itu berganti ke benda merah dan mengernyitkan kening. “Serius? Ava, apa yang kamu harapkan dengan orang Imp menjadi hewan piaraan sialan? Itu yaitu Monster type Iblis tingkat sangat rendah yang ada. Dan itu bahkan juga bukan Imp yang tepat; itu yaitu Imp Kecil. Silakan kita bunuh saja dan beri suatu hal untukmu kayaknya itu tak kan menghancurkan sinar matahari dari koleksi eksklusif yang Anda mempunyai di Inn, Ava. ” Benda hitam itu mendengus keras dalam waktu lama, dan mendadak, Imp jadi bingung. Ia belum sempat dengar dengusan yang berlama-lama awalnya! Imp sebenamya jadi rada ingin tahu dan bergairah‘.

Tetapi selanjutnya. benda biru dan perak itu mulai mendengus pun, “Cocok sekali, Ava, mengapa kamu tak stop jadi tak sabar dan tunggu, Ava. Kami kenal kamu puas kamu mendapat kekuatan penjinakan lewat Job Hunter-mu, Ava, tetapi orang Imp yaitu opsi yang buruk sekali, Ava. Most Pemburu menunjuk binatang, seperti Anjing, Ava. ” Ia bercakap dengan seringai di parasnya, dan Imp jadi amat bingung kembali.

Kenapa mereka demikian kerap menyampaikan dengusan aneh itu? Apa itu suatu hal yang perlu pun? Barangkali clia mesti ingat ‘Ava’ yang mendengus itu! Walaupun selanjutnya, sisi merah yang punya warna aneh jadi merah pun, dan jadi amat keras dan geram.

“Namaku bukan Ava, brengsek’. Ini Avalin! Kamu mengerti saya tak sukai disebut Ava! ” Ia berseru, dan kesempatan ini, Imp itu lihat dari jarak dekat ke tempat di mana marahan itu keluar dari mata merah, dan perlahan-lahan berusaha untuk menyerupai apa yang dikerjakan makhluk itu.

“Awa… Awa… Ava” Imp itu mendengus, mengharapkan itu menyampaikan hal yang betul, tetapi benda merah itu bertambah lebih geram dan merah karena itu. “Saya barusan menyampaikan itu bukan ‘Ava‘, kau sialan-” Serunya, dan sementara Imp tak sadari apa yang disebutkannya, tiga hal yang lain sadari apakah yang dimaksud.

Mereka kelihatan sama-sama menyaksikan dengan bingung, tapi ketika yang serupa, Imp cuman mengatur kotak baru yang tampil di sampingnya.

[Anda sudah belajar bicara!] [Intelijen +2] [Kebijaksanaan +2]

[Keterampilan Wawasan Bahasa Umum Pemula Naik Levelll

Lekas, Imp cuman mengangkat tangannya ke kotak dengan lekas, kemudian ketika yang serupa, menunjuk untuk keluarkan kotak yang lain merapat kembali. Untuk sejumlah argumen, ia tak terasa takut di kotakkotak ini kembali. Mereka masih menyeramkan, tetapi Imp saat ini menerka ia dapat menantang mereka lantaran satu argumen!

Dan sementara Imp cuman mengayunkan lengan tipis dan kurangnya di lebih kurang kotak di sekitamya, tiga ha] mulai bicara keduanya.

“Apa Apa Imp sialan itu barn saja menyebutkan namaku..?” Benda merah itu ajukan pertanyaan, bingung, dan benda hitam itu mengacaukkan kepalauya perlahan-lahan. “Kurasa demikian… Dapatkah beberapa Monster umumnya pelajari bahasa kita? Apa itu satu mounik”

“Siapakah yang perduli! Ava, jinakkan Imp itu lekas! Iika kita membawakannya ke Zaragon, ia tentu akan memberikan kita sedikit uang! ” Benda biru dan perak itu berseru, dan untuk kesempatan ini, kayaknya mereka bertiga mulai sepakat keduanya, walaupun benda merah itu kayaknya masih miliki suatu hal yang kecil. “Secara tekhnis ini tak melulutkan, itu hal yang paling sukar dikerjakan, tetapi tak perlu ‘Ownership Collar’. Dan namaku tak”

“Sialan saja, Avalin, kumohon. Ya Tuhan…” Benda hitam itu menyikapi dengan lancang waktu dia silangkan lengannya dan memutar matanya, dan benda merah itu cuman bersungut-sungut perlahan dan berjalan menuju Imp yang terlihat menampar benda tidak dilihat pada udara.

Perlahan-lahan, benda merah itu mengambil langkah ke belakang Imp dengan kerah kulit pada tangannya kemudian coba menaruhnya di leher Imp. Dan itu tak selesai cukup dengan coba, tapi itu serius sukses.

Dan ketika itu terjadi, Imp lekas membeku lantaran banyak, kotak merah berkedip ada disekelilingnya, tutupi pandangalmya.

[PERINGATAM PERI NGATAN! PERINGATAN !]

[SEBUAH ENTITAS INVASIF MENCOBA MENGAMBIL PIKIRAN ANDA]

[ANDA TIDAK MEMILIKI KETAHANAN, KECERDASAN ATAU KEBIIAKSANAAN YANG DIPERLUKAN]

Dan sementara Imp tidak bisa lakukan apa-apa kecuali coba menyobek benda di lebih kurang lehemya dan cuman lihat seputarnya sendiri waktu banyak kotak ada disekelilingnya, Imp itu jatuh demikian saja ke tanah, mulai gemetaran ketakutan di hati yang tidak dikenali ini. Mendadak berasa aneh, seakan-akan pemikirannya diambil pergi, dan harusnya memandang di satu titik:

Benda merah yang berdiri di sebelahnya.

[Anda merasakan ketakutan yang ekstrim. Kekuatan +1]

[Sekarang Anda sudah diletakkan di bawah pemilikan Avalin Stinehearth]

[Karena poin yang dipakai untuk tempatkan Anda di bawah perintah pemilik Anda tak bertujuan untuk model Anda, itu barangkali untuk keluar dari dampaknya. Apa Anda pengin mengawali perlawanan?]

Imp tidak jelas tepat apa yang tengah terjadi, tapi dia cuman sadari sebuah hal. Kotak besar yang tampil di depannya saat ini tidaklah kotak yang berusaha untuk cederainya. Kebalikannya, Imp rasakan keinginan darinya, dan untuk sejumlah argumen mulai pahami apa yang mencoba disebutkannya padanya.

Perlahan-lahan, Imp mulai memikir kalau ia pengin terima apa saja yang kotak itu coba kerjakan saat sebelum kotak lain ada disekelilingnya sementara yang lain, bahkan juga yang berkedip merah, lenyap, dan Imp mulai terasa amat kabur tibatiba.

[resistensi bakal efisien dalam 7 Hari, 13 Jam, 11 Menit, 1.5 Detik]

Imp memandang kotak di depannya, dan sejumlah garis berlekuk-lekuk di ujungnya mulai berganti sejauh waktu. Tidak ada yang terjadi, tetapi Imp meyakini suatu hal bakal terjadi kelak waktu ia menanggulangi apa yang tengah terjadi saat ini. Dan saat ini, waktu Imp lihat benda Merah itu, ia rasakan sejumlah emosi yang tidak sama.

Satu, impian komplet untuk penyerahan. Ia tak meyakini kenapa, dan ia belum sempat rasakan hal begitu awalnya, tapi Imp tidak tahu bagaimana tahu kalau itu tak kan selesai baik untuknya bila ia lakukan suatu hal yang tak dibutuhkan benda merah itu.

Dua, kedengkian yang komplet, dan seluruhnya. Pertama kali, Imp tak menggemari beberapa perihal. Bukan langit, tak tanah, serta bunga merah muda bodoh di pojok matanya. Tetapi saat ini, semuanya ketaksenangan itu beralih jadi kedengkian mumi.

Perlahan-lahan, Imp berdiri dan lihat seputar, hauya memandang di depannya ke benda merah.

“Ooh! Kurasa sukses! ” Dia berseru, dan benda biru dan perak itu mulai ketawa. “Tentu sukses. Saya tak menerka Kerah Pemilikan sejenis itu bekerja di monster, tetapi nyatanya, memanglah demikian. Bagaimanapun juga, kurasa pria itu bakal atraktif sekali” Makhluk itu bercakap sembari menyeringai, tetapi Imp itu cuman menggigit giginya yang tajam dan mengambil langkah maju. Mendadak ada dorongan yang menguasainya, yang kayaknya terjalin dengan salah

satu kotak baru yang barusan ia saksikan.

[Anda terlampau letih untuk mengakibatkan perlawanan. Tidak tahu bagaimana mendapat kembali energinya]

Imp dapat mulai pahami kotakkotak ini, walaupun secara kasar. Bahkan juga bila mereka yaitu lawan paling besarnya, barangkali ia hams mempercayakan mereka untuk sekarang. Andaikata itu permasalahannya, ia serius mesti menyingkirkan kelelahannya, dan ada satu teknik tersendiri yang menurut Imp akan jadi teknik yang baik untuk mendapat dayanya kembali, yakni dengan makan.

Iadi, ia makan. Giginya tembus daging merah di depannya waktu tulang retak waktu ia mendesaknya. Imp dapat rasakan tatapan jijik dari belakangnya, tetapi Imp itu tak perduli. Ia cuman tahu ia butuh lakukan suatu hal, apa, untuk pastikan ia dapat keluar dari kendalian mereka.

Bahkan juga bila itu bermakna mengkonsumsi saudara laki lakinya sendiri.

CHAPTER 1  

CHAPTER 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *