Cara Mengajar Bayi Bicara, Cara Efektif Mengajar Bayi Berbicara

Cara Mengajar Bayi Bicara, Cara Efektif Mengajar Bayi Berbicara
Cara Efektif Mengajar Bayi Berbicara

Cara Mengajar Bayi Bicara

Tak sedikit orang tua hingga saat ini masih tenggelam dalam perspektif, yang keliru mengenai tumbuh kembang seorang bayi. Khususnya terkait bagaimana cara mengajar bayi bicara dengan lancar dan baik.

Penyebabnya, salah satu diantaranya adalah masih adanya kekeliruan berupa menganggap sang anak tak perlu diajari. Pasalnya, berbicara itu otomatis bisa dilakukan oleh si-anak.

Namun betulkah seperti itu? Rupanya tidak.

Baca Juga: 

Dari sejumlah pakar perspektif ini dinilai tidaklah tepat. Mengajar Bayi Berbicara Sangat keliru. Sebab, pada dasarnya jika ingin sang anak cepat berbicara, memang dia harus diajari lebih awal.

Tergantung, apakah akan diajari bahasa Inggris atau bahasa ibu. Terserah. Orang tua bisa melihat, hal ini pada seorang bayi yang lebih cepat bergumam dibandingkan bayi seusianya.

Malah, tak sedikit diantaranya lebih cepat bisa melafalkan kata per kata apa yang mereka inginkan.

Yah, hal ini bisa karena orang tua sang anak paham betul bagaimana cara efektif mengajarkan bayinya berbicara sesuai dengan usianya.

Benny Ciptarja dalam bukunya berjudul How to Teach Your Baby Talk yang diterbitkan Andi Yogyakarta, 2008, bahasa di usia balita itu memang belumlah sempurna seperti orang dewasa atau remaja.

Baca Juga: 

Ada tiga tipe berbahasa pada manusia. Yaitu, desakan insting, desakan bating, dan desakan pikirin atau berpikir. 

Dan dua dari tiga tipe ini bisa dikembangkan oleh orang tua kepada sang bayi. Ini agar bisa membuat bayi cepat berbicara. Kedua bahasa yang dimaksud yaitu, desakan insting dan desakan bating.

Desakan Insting

Insting itu, bisa kita lihat bagaimana seorang anak senang memanjat, berseluncur, berlari, melompat, dan lain sebagainya. Sedangkan, desakan bating cenderung kepada perilaku hewan.
Misalnya, makan langsung menggunakan lidah atau mulutnya tanpa mengfungsikan kedua tangannya.

Dari kedua bahasa inilah, Benny menyarankan agar masing-masing orang tua harus mengerti  bagaimana bisa menerapkannya dan memang butuh waktu tersendiri. Orang tua memerlukan ketekunan dan kesabaran.

Hal sederhana yang bisa orang tua lakukan untuk meransang sang bayi cepat berbicara salah satunya yaitu dengan aktif memanggil namanya, meski sang anak masih benar-benar masih dalam fase bulan pertama kelahiran.

Rangsangan ini harus konsisten dilakukan hingga benar-benar sang bayi memberikan reaksinya. Reaksinya bisa dilihat pada mimiknya, seperti senyum atau cemberut.

Pilih Musik

Rangsangan berikutnya bisa melalui musik. Musik dinilai sangat membantu tumbuh kembang anak agar meransang pendengaran dan kosakata yang bisa direkam di dalam alam bawah sadarnya.

Namun, tentunya bukan asal musik. Pilihlah musik yang bernada lembut dan pastikan musik tersebut tidak mengganggu sang bayi saat ia sedang beristirahat.

Kenapa hal itu penting. Pasalnya, melatih pendengaran bayi sangatlah erat kaitannya dengan melatih ia berbicara.

Terakhir adalah tahap evaluasi. Perhatian apakah stimulasi musik dan menyebut namanya memberikan reaktif dalam sepekan ini. Jika sang bayi merespon dengan baik dan merasa nyaman maka lakukanlah hal ini secara sistematis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *