Bentuk Tanaman Porang, Manfaat, Ciri-ciri hingga Bibit
Biji Tanaman Porang

Bentuk Tanaman Porang, Manfaat, Ciri-ciri hingga Bibit

Diposting pada

Bentuk tanaman porang tak jauh berbeda dengan suweg. Hal ini dikarenakan karena bentuknya yang nyarus sama. Tetapi bila dilebih teliti jauh, rupanya masing-masing tanaman ini memiliki berbeda dan juga ciri yang jauh berbeda.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai bagimana bentuk porang dan apa yang mendasari sehingga tumbuhan jenis umbi-umbian ini berbeda dengan suweg dan jenis lainnya.

Baca Juga: 

Bentuk Tanaman Porang

Batang

Batang tumbuhan porang ialah batang tunggal yang memecah jadi 3 batang sekunder dan bakal memecah batang lagi sekaligus sebagai tangkai daun.

Pada tiap pertemuan batang bakal berkembang bubil/ katak bercorak coklat kehitam- hitaman selaku perkembang biakan tumbuhan porang, tidak berkayu serta tidak bercabang.

Bentuk batang tanaman porang bercorak hijau ada bintik- bintik putih/ totol- totol putih. Besar tumbuhan bisa menggapai 1, 5 m, kulit batang porang halus relatif lebih halus.

disaat masa kemarau, batang porang bakal rebah ke permukaan tanah( pepes= jawa) ataupun mulai layu.

Disaat batang porang roboh perihal tersebut bagaikan indikasi dini stadia dormansi, hingga sehabis itu hendak terjalin proses translokasi( pemindahan) asimilat( cadangan santapan) dari batang serta daun ke bagian lain semacam bubil serta umbi.

Waktu yang diperlukan buat translokasi cadangan santapan( asimilat) dari batang serta daun mengarah bubl serta umbi porang yaitu berkisar antara 1, 5– 2 bulan.

Sehabis proses translokasi cadangan santapan berakhir, umbi porang yang besar bisa diambil buat diproses pembuatan tepung serta umbi kecil serta katak/ bubil siap buat digunakan selaku bibit.

  1. Daun

Bentuk Tanaman Porang, Manfaat, Ciri-ciri hingga Bibit
Daun Tanaman Porang

Bentuk tanaman porang juga bisa kita lihat pada bagian daunnya. Pada bagian ini tercantum daun majemuk serta menjari. Tiap batang tumbuhan ada 4( 4) daun majemuk.

Pada perkembangan yang wajar, tiap daun majemuk ada kurang lebih 10 helai daun dengan tepi daun yang rata. Corak daunnya hijau muda hingga dengan hijau tua.

Terus menjadi produktif tanahnya corak daunnya hijau kebiru biruan. dikala tumbuhan porang merambah stadia dormansi diawali dari daun yang menguning serta sehabis stadia dormansi segala daun mengering yang berikutnya diiringi oleh

batang serta pangkal. Setelah tumbuhan porang berkembang kurang lebih 2 bulan, pada bagian pangkal daun serta ketiak daun bakal berkembang sebagian bubil ataupun katak, ini ialah karakteristik utama yang membedakan tumbuhan porang dengan tumbuhan lain yang sejenis.

  1. Bunga

Bentuk tumbuhan porang lainnya juga bisa diamati di bagian Bunga. Pada bagian ini bunga bakal berkembang dari umbi( sehabis berusia dekat 4 tahun). Umumnya bunga berkembang dikala masa hujan datang serta bunga timbul pada umbi yang tidak mengalami flush( perkembangan daun).

pada stadia kuncup, mahkota bunga belum nampak, sebaliknya sehabis mekar penuh( full bloom) mahkota bunga membuka sempurna, bercorak merah muda ataupun pink wujud terompet.

Tiap umbi cuma bakal menciptakan 1( satu) bunga yang ditopang oleh tangkai bunga yang berkembang vertical semacam batang kecil yang tingginya berkisar 20- 30cm.

Sehabis bunga mekar sempurna, hendak terjalin penyerbukan. Ciri ciri terbentuknya penyerbukan yang sempurna, pada bunga jantan serta betina.

Ialah mahkota bunga mulai layu serta bagian pangkal mahkota bunga mulai membesar, dan terdapatnya biji biji porang yang mulai berkembang semacam tongkol jagung.

Baca Juga: 

  1. Katak/ Bubil

Karakteristik tumbuhan porang yang lain ialah dikala tumbuhan porang berkembang kurang lebih 2 bulan serta daun daun telah berkembang dikala stadia lanjut.

Tumbuhan porang mulai menghasilkan katak/ bubil yakni umbi generative yang berkembang pada pangkal daun serta ketiak daun. Jumlah bubil bergantung ruas percabangan daun.

Bubil pada batang umumnya berkisar antara 4 hingga dengan 15 bubil per tumbuhan.

Bubil yang berkembang dari titik berkembang( pucuk) ataupun percabangan daun berdimensi lebih besar serta berupa bundar( jumlahnya cuma 1 buah), sebaliknya bubil yang berkembang di ketiak cabang daun berdimensi lebih kecil serta wujudnya lonjong.

  1. Biji

Tumbuhan porang pula bisa diperbanyak dengan memakai biji selaku benih. Biji porang ada dalam buah yang tersusun dalam suatu tongkol. dikala muda buah tersebut bercorak hijau yang setelah itu berganti jadi bercorak kuning.

Sehabis berusia bercorak kemerahan serta buah yang siap masak bercorak merah tua kehitaman. Satu tongkol berisi dekat 100 hingga dengan 300 biji buah.

Karakteristik tumbuhan porang pada biji merupakan biji yang dikupas ataupun ditekan kulit buahnya hendak keluar biji bercorak gelap dengan rata rata terdiri dari 2 biji pada tiap buahnya.

  1. Umbi
Bentuk Tanaman Porang, Manfaat, Ciri-ciri hingga Bibit
Umbi Tanaman Porang

Umbi porang ialah umbi tunggal ataupun tiap satu batang tumbuhan porang cuma menciptakan satu umbi. Daging umbi bercorak kuning terang dengan serat halus.

Getah porang bercorak agak keruh serta meimbulkan rasa gatal. Umbi yang dirajang dalam wujud chips serta sehabis kering bercorak coklat kemerahan.

Dimensi umbi bermacam- macam bergantung usia tumbuhan porang serta kesuburan tanahnya. Terus menjadi tua usia tumbuhan porang serta terus menjadi produktif tanahnya umbinya hendak terus menjadi besar.

Umbi yang ditanam dengan bobot 200 sd 20 gr, hingga hasil panen umbinya dapat menggapai 2- 3kg per masa panen.

Sedangkan apabila sumber bibit porang berasal dari bubil/ katak, hingga umbi yang dipanen berkisar 200- 200 gram/ masa tanam.

  1. Akar

biasanya saat sebelum bibit berkembang tunas daun. Terlebih dulu diperlihatkan adanya perkembangan pangkal yang tumbuh segera dalam waktu 7- 14 hari baru timbul tunas daun baru.

Tumbuhan porang tidak memiliki pangkal tunggang, melainkan cuma terdapat beberapa pangkal primer yang berkembang dari bagian pangkal batang serta sebagian berkembang menyelimuti bagian umbinya.

Pangkal tersebut berperan bagaikan penyerap air serta faktor hara untuk perkembangan tumbuhan porang, sekalian bagaikan penguat tegaknya batang semu.

Dikala merambah stadia dormansi( rehat), hingga pangkal hendak mengering, serta tidak bisa berperan lagi bagaikan organ penyerapan air serta hara tumbuhan.

Umbi porang bakal terus menjadi membeku serta pangkal yang menyelimuti bagian umbi terus menjadi menurun. dikala itu umbi porang siap dipanen.

Dilansir dari halaman BPPSDMP Kementrian Pertanian, identitas tumbuhan porang di antara lain yakni, batang porang mempunyai tekstur agak lunak, halus bercorak hijau ataupun gelap dengan belang- belang putih berkembang di atas ubi yang terletak di dalam tanah.

Batang ini ialah batang tunggal serta semu berdiameter 5- 50 milimeter. Lagi tangkainya berdimensi 40- 180 centimeter x 1- 5 centimeter, halus, serta bercorak hijau sampai hijau kecokelatan.

Ciri- cici daun porang dibagi jadi sebagian helai daun, permukaan daun halus bergelombang, dan bercorak hijau( hijau muda- tua). Helai daun mempunyai wujud elips dan ujung daun runcing.

Tepi daun mempunyai corak yang bermacam- macam bersumber pada usianya ialah mulai ungu muda( daun muda), hijau( daun usia lagi), serta kuning( daun tua).

Tiap batang tumbuhan ada 4 daun majemuk serta tiap daun majemuk ada dekat 10 helai daun. Kemudian lebar dari kanopi daun yakni dekat 20- 150 centimeter, bergantung dari usia tumbuhan.

Pada tiap bagian batang sekunder dengan ketiak daun hendak berkembang bintil berupa bundar simetris yang berdiameter 10- 45 milimeter serta diucap bulbil/ katak.

Bagian luar dari bulbil tumbuhan ini bercorak kuning kecokelatan bercorak kuning sampai kuning kecokelatan pada bagian dalamnya. Keberadaan bulbil/ katak ini membedakan tumbuhan porang dengan tipe Amorphopallus yang lain, jumlahnya bergantung dari ruas cabang daun, kira- kira ada 4- 15 bulbil per tumbuhan.

Baca Juga: 

Umbi porang berjenis umbi tunggal serta mempunyai diameter yang menggapai 28 centimeter serta berat 3 kilogram.

bagian permukaan luar umbi ini bercorak coklat tua dan bagian dalam bercorak kuning kecokelatan. Umbi porang berupa bundar agak lonjong serta berserabut pangkal.

Bunga Porang bisa berkembang pada dikala masa hujan. Bagian seludang bunga berupa agak bundar serta tegak dengan besar 20- 28 centimeter.

Sisi bawahnya bercorak hijau keunguan dan mempunyai bintik putih, serta sisi atasnya bercorak jingga berbercak putih.

Buahnya bercorak hijau muda pada waktu muda, menguning kehijauan buat usia lagi serta oranye kemerahan kala telah masak.

Tandan buahnya berupa lonjong meruncing ke pangkal serta dengan besar 10- 22 centimeter. Tumbuhan porang berakar primer berkembang di pangkal batang kemudian sebagian berkembang menyelimuti umbinya.

Kesimpulan Berdasarkan Hasil Penelitian

Terkait bentuk tanaman porang, berikut ini dibeberkan, hasil Penelitian yang dilakukan oleh Chairiyah, Nurul pada 2011, dari Universitas Brawijaya.

Sinar matahari berfungsi untuk proses pembuatan kristal CaOx pada tanaman porang.

Riset ini bertujuan mengenali alterasi wujud kristal CaOx serta pengaruh naungan terhadap kerapatan kristal CaOx yang terkandung di dalam tumbuhan porang.

Sebagai bahan pengamatan mikroskopis diambil dari irisan daun juga tangkai daun dan umbi tumbuhan porang yang sebelumnya tumbuh pada keadaan terpapar serta tidak terpapar sinar matahari.

Irisan organ kemudian dijernihkan dengan memakai tata cara clearing namun sudah dimodifikasi. Adapun Parameter yang yakitu wujud, alterasi wujud, serta kerapatan kristal CaOx.

Informasi kerapatan kristal CaOx dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Tukeyα 0, 05.

Perbandingan kerapatan kristal pada bagian tepi serta tengah organ dianalisis dengan Uji T Ilustrasi Berpasangan.

Dari hasil pengamatan mikroskopis diperoleh 4 wujud dasar kristal, ialah druse, rafida, prisma serta stiloid dengan alterasi tipe yang lumayan bermacam- macam, tiap- tiap memiliki 49, 10, 8, serta 5 alterasi.

Kristal CaOx bisa dikelompokkan jadi kristal berdimensi besar( 20- 710μm) serta kecil( 1- 15μm).

Terkait kerapatan kristal CaOx pada tanaman porang yang terpapar sinar matahari menghasilkan ; 3 kali lebih besar daripada tumbuhan ternaungi.

Organ daun mempunyai jumlah kristal persatuan luas sangat banyak dibanding organ yang lain.

Organ umbi mempunyai kerapatan kristal CaOx terendah namun keragaman tipe kristalnya sangat besar diantara organ yang lain.

Tidak hanya itu, terdapatnya naungan ataupun tidak pula tidak mempengaruhi pada kerapatan kristal CaOx pada bagian tepi ataupun tengah organ. (*)

Tinggalkan Balasan