Asal Usul Syiah Imamiyah oleh Hashim Al – Musawi

Asal Usul Syiah Imamiyah oleh Hashim Al - Musawi

Banyak sekali peneliti mazhab-mazhab Islam melakukan studi tentang asal-muasal atau asal usul Syiah.

Utamanya pada ajaran-ajarannya dan pengaruh kuatnya pada sejarah budaya dan politik Islam.

Sayangnya, dalam banyak studi ini, khususnya studi yang dilakukan oleh kaum Orientalis dan pakar-pakar yang dipengaruhi mereka, terdapat banyak sekali observasi dan kesimpulan tidak objektif.

Kondisi seperti ini mencerminkan sebuah koleksi data kurang objektifnya penulis-penulis mereka.

Yang sebagiannya bahkan dicurigai melayani kepentingan kolonial asing yang mendapat perlawanan sengit dan gigih dari kaum Syiah Imamiah di sepanjang sejarah.

Hasim al Musawi mengulas hal ini dalam bukunya berjudul the Shia. Dipaparkan dalam sebuah bab khusus.

Yakni mengungkap asal-muasal Syiah, yang diawali dengan definisi Syiah dan bagaimana perkembangannya.

Hingga menjadi sebuah eksistensi politis, intelektual, dan doktrinal di bawah kepemimpinan imam-imam Ahlulbait Nabi saw.

Selain itu dibahas pula bagaimana mahzab Syiah bagaimana menjadi mazhab Islam yang sangat penting pengaruhnya pada kehidupan, sejarah dan budaya kaum Muslim.

Syiah, Sebuah Definisi

Ibn Mandzur mendefinisikan Syiah sebagai sekelompok orang yang menyepakati sesuatu dan sama-sama meyakini keyakinan- keyakinan tertentu.

Syiah, menurut ahli bahasa az-Zajaj, adalah pengikut dan pendukung setia seseorang.

Al-Azhari mendefinisikan kan Syiah sebagai orang-orang yang mengikuti Ahlulbait Nabi Saw.

Sebutan Syiah menjadi label para pengikut Ali dan Ahlulbaitnya sedemikian sehingga “bila seseorang disebut Syiah, itu berarti dia adalah satu dari mereka, yaitu seorang penganut mazhab Syiah. Sebutan Syiah ini berasal dari musyaiah, yang artinya kesetiaan.”

Dalam kamus Mujam al-Wasit, Syiah didefinisikan sebagai “sebuah mazhab, sebuah kelompok, para pendukung atau pengikut yang dikenal sebagai Syiah-nya seseorang, para pengikutnya.”

Kata Syiah juga digunakan dalam Al-Quran dalam pengertian pendukung kuat dan pengikut setia:

Dan sesunggubnya Ibrabim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)?

Maka dapat disimpulkan bahwa sebutan Syiah pada umumnya mengandung arti para pengikut seseorang yang mengadopsi dan mendukung pandangan-pandangan dan ide-ide kolektif.

Dalam sejarah, sebutan ini juga digunakan untuk menyebut para pengikut Ahlulbait Nabi saw.

Asal Usul Syiah

Banyak penulis tidak objektif ketika menyebut asal-muasal Syiah.

Mereka menyebarkan pernyataan tanpa bukti bahwa mazhab Syiah dibentuk oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba.

Yang lain menyatakan bahwa mazhab Syiah lahir setelah Nabi saw wafat ketika sekelompok sahabat bertemu di rumah Ali dan mendapat dukungan dari istri Ali, Fatimah, dan paman Ali, al-Abbas.

Atau bahwa mazhab Syiah lahir bertahun-tahun kemudian pada masa pemerintahan Imam Ali sebagai Khalifah.

Sejumlah peneliti lain menyebutkan bahwa kaum Syiah adalah orang-orang yang membantu Ali pada zaman Nabi saw,

dan Nabi saw adalah orang pertama yang menerapkan sebutan ini untuk kaum pendukung dan pengikut Ali.

Abu Muhammad al-Hasan bin an-Nubakhti menulis dalam bukunya, al-Furaq wal-Maqalat,

bahwa kaum Syiah adalah kelompok Ali bin Abu Thalib, dan disebut Syiah-nya Ali pada zaman Nabi saw dan pada zaman sesudah Nabi saw.

Mereka dikenal setia kepada Ali dan menerima kepemimpinan Ali.

Lebih tegas lagi Abu Hatim as-Sajastani mengungkapkan bahwa, sebutan Syiah dikenal di zaman Nabi saw sebagai sebuah label khusus yang disematkan pada empat sahabat:

Salman, Abu Dzar, al-Miqdad dan Amman.

Saat menafsirkan ayat:

Mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Ibn Askar meriwayatkan riwayat-riwayat berikut dari Jabir bin Abdullah:

“Saat itu kami tengah bersama Nabi. Lalu datang kepada kami Ali. Nabi berkata: ‘Demi Dia yang hidupku di tangan-Nya, dia (maksudnya Ali) beserta pengikut dan pendukung setianya akan menjadi orang-orang yang menang pada Hari Kebangkitan.”

Menurut sumber ini juga, Ali diriwayatkan oleh Ibn Maradiwai mengatakan: “Nabi mengatakan kepadaku: Apakah kamu belum mendengar ayat Allah:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salib mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Mereka ini adalah kamu beserta para pengikut dan pendukung setiamu. Kita akan bertemu di telaga (al-Kautsar).

Dan saat semua Umat dimintai pertanggungjawaban, kamu beserta para pengikut dan pendukung setiamu akan tiba dengan kcjayaan yang sempurna.”

Bersambung…

Berikutnya masih seputar mengenai riwayat awal mula Syiah atau asal usul Syiah. Sejumlah pakar dan sumber terpercaya meriwayatkannya.

Note :
Tulisan ini dikutip dari Tulisan Hashim al-Musawi. Terbitan Lentera 2008.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *