Apa Itu Jin? Berikut Penjelasannya Seyyed Hosein Nasr

Apa itu jin? Menurut Sayyed Hosein Nasr, Jin itu adalah salah satu aspek ajaran Islam yang amat sedikit dimengerti di dunia modern ini.

Hal ini dikarenakan berkenaan dengan makhluk yang disebut jin dan dikemukakan berkali kali dalam Al Quran memang masih sangat samar.

Ada banyak kesalah mengertian datang. Baik itu dari konsep materialistik pasca, Cartesian tentang Alam Raya yang,

mengecualikan dunia halus dan kejiwaan di mana makhluk yang disebut J in sebenarnya termasuk di dalam bagan tradisional kosmologi.

Untuk mengerti arti jin, seseorang harus keluar dari konsep tentang kenyataan yang hanya meliputi

dunia kebendaan dan pikiran (dualisme yang melumpuhkan ini tidak memungkinkan pengertian tentang doktrin tradisional) kepada suatu yang kesadaran tentang

suatu realitas yang bertingkat yang terdiri atas tiga dunia:

Roh (spirit), jiwa (psyche), dan materi.

Kemudian jin dapat diidentitaskan sebagai makhluk yang tergolong pada dunia kejiwaan (psyche) atau dunia “antara” (barzakh) yang terletak di antara dunia ini dan dunia Roh murni.

Dalam peristilahan Al Quran dan kepustakaan hadis, jin biasanya dihubungkan dengan ins atau

manusia dan sering ungkapan al-jinni wal ins (jin dan manusia) dipakai

untuk menunjukkan pada kelompok makhluk yang dituju oleh perintah dan larangan Tuhan.

Manusia dibuat dari tanah liat yang ke dalamnya Tuhan meniupkan (nafakha) Roh Nya.

Jin dalam ajaran Islam adalah kelompok makhluk yang dijadikan dari api, bukan tanah, dan ke dalamnya Tuhan Juga meniupkan Roh-Nya.

Karena itu seperti manusia, mereka memiliki roh dan kesadaran dan menerima titah-titah ilahi yang diwahyukan kepada mereka.

Pada tingkat kehidupan mereka sendiri, mereka adalah makhluk utama seperti halnya manusia adalah makhluk utama di dunia ini.

Akan tetapi berbeda dengan manusia, jin memiliki bentuk lahir dan tidak tetap hingga dapat menggunakan banyak bentuk.

Ini berarti bahwa pada dasarnya, mereka adalah makhluk dunia kejiwaan dan bukan dari dunia materi, sehingga mereka dapat tampil di hadapan manusia dalam bentuk dan rupa yang berbeda-beda.

Setelah dianugerahi roh, jin seperti juga manusia, memiliki tanggung jawab kepada Allah. Sebagian beragama dan Muslim.

Inilah malaikat-malaikat perantara, daya kejiwaan yang dapat menuntun manusia dari dunia jasmaniah ke dunia rohaniah melalui barzakh atau dunia perantara.

Lainnya adalah kekuatan jahat yang membangkang terhadap Tuhan, sama halnya dengan pembangkangan beberapa mapusia terhadap Tuhan.

Jin yang seperti ini dinamakan; tentara setan (junudusy-syaithan) dan mempakan kekuatan jahat,

yang dengan menimbulkan pemahaman (wahm) dan fantasi (khayal) yang bersifat negatif, menyebabkan manusia menjauhi Kebenaran.

Padahal berkat cahaya batin yang ada dalam dirinya, manusia menyadari Kebenaran tersebut.

Dalam dunia keagamaan Muslim tradisional, yang diisi oleh makhluk-makhluk Tuhan yang bersifat materi, jiwa, dan roh, j in memainkan peranannya sendiri yang khusus.

Oleh golongan khawas (elite) mereka dipandang scbagaimana adanya, yaitu kekuatan jiwa dari dunia perantara dengan kedua sifatnya, baik dan jahat.

Pada tingkat awam, jin tampak Sebegai makhluk jasmaniah yang nyata dengan berbagai bentuk dan rupa,

yang untuk melawannya manusia meminta bantuan dari Roh, sering kali dengan membacakan ‘ayat-ayat ALQuran.’

Karena itu jin dan semua yang bertalian dengannya pada tingkatan awam masuk kedalam wilayah ilmu tentang makhluk halus (demonologi), sihir, dan sebagainya.

Dan merupakan kenyataan yang hidup bagi manusia yang pikirannya masih terbuka bagi dunia makhluk halus yang sangat luas dalam segi kosmosnya.

Seorang Muslim yang bermentalitas seperti ini hidup dalam suatu dunia di mana dia sadar akan Tuhan dan juga kekuatan malaikat yang mewakili kebaikan dan kekuatan setan yang melambangkan kejahatan.

Dia melihat kehidupannya sebagai suatu perjuangan antara kedua unsur ini dalam, dan mengenai dirinya.

Jin Ada Dua Jenis

Meskipun jin itu ada dua jenis, baik dan jahat, dalam pikiran manusia ia lebih sering dipandang sebagai kekuatan-kekuatan setan yang menyesatkan manusia.

Jin adalah personifikasi kekuatan halus yang bekerja dalam pikiran dan jiwa manusia.

Pada tingkat teologi dan metafisika Islam, golongan jin dipahami sebagai unsur yang diperlukan dalam tingkatan eksistensi, suatu unsur yang menghubungkan dunia jasmaniah kepada tingkatan realitas yang lebih tinggi.

Lagi pula J in terutama mirip dengan manusia karena seperti disebut di atas, pada mereka pun ditiupkan Roh Tuhan.

Dan beberapa nabi, seperti Sulaiman, sebagaimana dibenarkan oleh Al-Quran, “menguasai kedua-duanya : manusia dan jin.

Bagi para penyelidik Barat yang mempelajari Islam, jin tidak bisa dipahami kecuali melalui suatu pengertian metafisika, kosmologi, dan psikologi tradisional.

Hanya melalui pengertian ini, makhluk ini dan tugas mereka, yang dalam kenyataannya mempunyai persamaan dalam agama-agama lain, menjadi berarti.

Kita tidak dapat merendahkan kepercayaan terhadap jin, sehingga menganggapnya sebagai suatu takhyul, semata-mata karena kita tidak lagi mengerti apa arti mereka. (*)

Default image
Masmedia
https://www.youtube.com/user/addhymanyipi
Articles: 728

Leave a Reply