Apa Bedanya Porang Sama Suweg? Berikut Perbedaannya

Apa Bedanya Porang Sama Suweg? Jangan Gagal Paham! Berikut Perbedaan Paling Mendasar

Diposting pada

Cari tahu juga mengenai; harga porang, manfaat porang, manfaat suweg, harga suweg, gambar perbedaan porang dan suweg, buah suweg, jenis porang yang mahal, warna umbi porang

Perbedaan Porang dan Suweg

Sering Tertukar, Bagaimana Membedakan Porang, Suweg, Walur, dan Iles-iles?

Walau banyak dibahas tahun-tahun ini, tetapi ada banyak yang kesusahan membedakan di antara porang dengan umbi-umbian yang lain semacam.

Berlian Rezki Wijayanti, seorang pemberbudidaya porang di Bantul, Yogyakarta, menjelaskan jika sepintas porang memang sangat serupa dengan suweg, walur, dan iles-iles putih.

“Karena memiliki bentuk itu hampir serupa, tapi dalamnya itu sebetulnya berbeda berwarna,” kata Berlian ketika dikontak, Selasa (5/1).

Ketika dibelah, menurut Berlian akan sangat gampang membedakan porang dengan jenis umbi lainnya. Porang mempunyai warna daging umbi kuning tua condong jingga.

Dan suweg mempunyai warna putih kemerahan, walur mempunyai warna putih semu kuning, dan iles-iles mempunyai warna daging umbi putih bersih.

Dari sisi pohonnya, dari ke-4 jenis umbi itu, porang ialah salah satu yang batangnya warna hijau.

“Dan coraknya itu bukan bulat-bulat, tetapi memanjang,” katanya.

Dari nama latin, keempatnya berlainan. Porang mempunyai nama latin Amorphophallus oncophyllus, suweg mempunyai nama latin Amorphophallus campanulatus forma hortensis, walur mempunyai nama latin Amorphophallus campanulatus forma sylvestris, dan iles-iles putih mempunyai nama latin Amorphophallus variabilis.

Berbeda Karakter

Feriadi, dari BPTP Kepulauan Bangka Belitung dalam Pertanian.go.id, menerangkan lebih detil perbedaan di antara porang dengan suweg, walur, dan iles-iles putih.

Berikut perbedaan karakter ke-4 jenis umbi yang hampir sama itu mencuplik artikel Feriadi.

1. Watak Porang

  • a. Daun lebar, ujung daun lancip dan warna hijau muda.
  • b. Kulit tangkai lembut, warna belang-belang hijau dan putih.
  • c. Pada permukaan umbi tidak ada bintil, umbi memiliki serat lembut, dan warna kekuningan.
  • d. Pada tiap tatap muka cabang dan ketiak daun ada bubil atau katak. Umbi tidak bisa langsung dikonsumsi dan harus lewat proses pemrosesan.

2. Watak Suweg

  • a. Daun kecil, ujung daun lancip dan warna hijau.
    b. Kulit tangkai cukup kasar, warna belang-belang hijau dan putih.
  • c. Pada permukaan umbi banyak bintil (calon tunas) dan kasar, umbi memiliki serat dan warna putih.
    d. Pada tiap tatap muka cabang dan ketiak daun tidak ada bubil atau katak. Umbi dapat segera diolah.

3. Watak Walur

  • a. Daun kecil,ujung daun lancip dan warna hijau.
  • b. Tangkai berduri semu, pola totol-totol hijau dan putih
  • c. Pada permukaan umbi banyak bintil (calon tunas) dan kasar, umbi memiliki serat kasar dan warna putih.
  • d. Pada tiap tatap muka cabang dan ketiak daun tidak ada bubil atau katak.

4. Iles-iles putih

  • a. Daun kecil, ujung daun lancip dan warna hijau tua.
  • b. Kulit tangkai lembut warna keunguan dan bintik putih.
  • c. Pada permukaan umbi ada bintil, umbi memiliki serat lembut dan warna putih seperti bengkoang.
  • d. Pada tiap tatap muka cabang dan ketiak daun tidak ada bubil atau katak.

Kandungan Porang

Pada makalah yang diedarkan litbang.pertanian.go.id, porang memiliki kandungan beberapa zat sama seperti yang dipunyai jenis umbi-umbian lain seperti karbohidrat, lemak, mineral, protein, vitamin, dan serat pangan.

Sebagai keunikan porang ialah kandungan glukomannan dalam karbohidratnya yang lebih tinggi daripada umbi jenis lainnya.

Dalam study yang sudah dilaksanakan pada 1993, disampaikan porang memiliki kandungan glukomannan sampai 55 % pada keadaan kering.

Jumlah ini lebih besar bila dibanding saudaranya, suweg, yang cuman memiliki kandungan 0 sampai 3,1 % glukomannan.

Kandungan glukomannan ini sangat ditetapkan oleh usia tanaman di saat panen. Bila tanaman dipanen pada satu masa tumbuh, kandungan glukomannan dalam umbi di antara 35 sampai 39 %.

Kandungan itu akan semakin meningkat searah dengan usia panen, yakni 46 sampai 48 % pada masa tumbuh ke-2 dan 47 sampai 55 % pada masa tumbuh ke-3 .

Tetapi ketika tanaman mulai berbunga dan biji mulai masak, kandungan glukomannan akan turun sampai 32 sampai 35 %.

“Oleh karenanya panen umbi seharusnya dilaksanakan saat sebelum tanaman mulai berbunga,” catat makalah itu.

Dengan karakter-sifat glukomannan yang dipunyai, porang bisa digunakan untuk beragam hal.

Untuk industri industri pangan, porang biasa digunakan menjadi konnyaku, shirataki, dan tambahan beragam produk kue, roti, es cream, permen, cermat, selai, dan beberapaya.

Untuk industri kimia, porang biasa dipakai sebagai bahan pengisi dan pengikat tablet, bahan lapisan, bahan perekat, lapisan kedap air, dan penguat tenunan dalam industri tekstil. Sementara di dunia farmasi, porang biasa dipakai sebagai media perkembangan mikrobia.+