Al-Husain cucu Rasulullah
Al-Husain cucu Rasulullah - Unsplash/mostafa meraji

Al-Husain Cucu Rasulullah, Kepribadian Tak Terungkap

Diposting pada

Al-Husain Cucu Rasulullah – Al-Husain putra Ali lahir di rumah tempat turunnya para malaikat dan wahyu; sepetak tanah suci yang selalu berhubungan dengan langit.

Sebaiknya cari tahu juga mengenai kematian para pembunuh husain, kepala husein dijadikan bola, mengapa husein tidak mendapat kain kafan, cucu nabi muhammad yang selamat, cucu nabi muhammad yang masih hidup, keturunan husain bin ali, husain cucu nabi muhammad, anak cucu nabi muhammad

Al-Husain Cucu Rasulullah, Kepribadian Tak Terungkap

Ayat-ayat al-Quran yang dibaca pada siang dan malam menyatu dengan nafasnya.

Al-Husain dibesarkan di tengah pribadi-pribadi suci dan agung.

Nabi pengasih penyayang telah menyusun sendi-sendi kepribadiannya dengan pancaran kemuliaan akhlak dan keagungan jiwanya.

Karenanya al-Husain menjadi cermin Nabi Muhammad di tengah-tengah umatnya.

Al-Husain selalu bergerak sesuai petunjuk al-Quran dan bertutur kata dengan tujuan kenabian, berjalan sesuai jejak langkah kakeknya yang agung.

Simak Pula Asal Usul Nama Indonesia, Ditemukan Orang Inggris

Al-Husain penjelas kemuliaan akhlak.

Al-Husain mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk untuk membina umat.

Tidak sedikitpun dia lalai ketika membimbing, menasihati dan menolong mereka.

Dia menjadikan dirinya sebagai teladan hidup seperti harapan Rasulullah sebagai pelanjut misi dakwah.

Al-Husain adalah peta petunjuk bagi mereka yang salah jalan.

Dialah sungai Salsabil yang airnya jernih dan menghapus dahaga pendambanya.

Beliaulah tempat bersandar kaum mukminin, hujjah orang-orang saleh yang menjadi tolok ukur kebenaran ketika orang-orang berseteru.

Al-Husain adalah pedang keadilan yang marah dan bangkit karena Allah.

Ketika berjuang, dia menjadi pemandu risalah seperti kakeknya, Muhammad saw.

Lihat Juga Berikut Menteri yang Tanda Tangani Terbentuknya Asean

Dengan memperhatikan secara seksama kepribadian istimewa al-Husain as, maka kita akan mendapatkan beberapa sifat baik sebagai berikut:

Rendah Hati (Tawadhu)

Sifat tawadhu dan tidak egois adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri Imam Husain as.

Nasabnya mulia. Kedudukannya di sisi Rasulullah saw sangat istimewa.

Namun, meski demikian beliau hidup berbaur bersama umat, tidak menjauhi orang-orang fakir

dan lemah serta tidak menyombongkan diri kepada siapapun.

Beliau mewujudkan kembali kepribadian kakeknya yang diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Harapan dan tujuannya ketika mendidik umat hanya satu, yaitu keridhaan Allah Swt.

Baca Juga Grosir Mainan Partai Besar Banyak Untung Pilihan Terbaik

Banyak kisah beliau bersama kaum muslimin yang menunjukkan kerendahatian sebagai jelmaan kemudahan risalah.

Kisah-kisah tersebut antara lain: membimbing, menasihati dan menolong mereka. Dia jadikan dirinya sebagai teladan hidup seperti harapan Rasulullah sebagai pelanjut misi dakwah.

Al-Husain adalah peta petunjuk bagi mereka yang salah jalan.

Dialah sungai Salsabil yang airnya jernih dan menghapus haga pendambanya.

Beliaulah tempat bersandar kaum mukminin, hujjah orangorang saleh yang menjadi tolok ukur kebenaran ketika orang-orang berseteru.

Al-Husain adalah pedang keadilan yang marah dan bangkit karena Allah.

Baca Juga Grosir Mainan Partai Besar Diskon Berpusat di Kelurahan Parang

Ketika berjuang, dia menjadi pemandu risalah seperti kakeknya, Muhammad saw.

Dengan memperhatikan secara seksama kepribadian istimewa al-Husain as, maka kita akan mendapatkan beberapa sifat baik sebagai berikut:

  • Rendah Hati (Tawadhu)

Sifat tawadhu dan tidak egois adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri Imam Husain as. Nasabnya mulia.

Kedudukannya di sisi Rasulullah saw sangat istimewa.

Namun, meski demikian beliau hidup berbaur bersama umat, tidak menjauhi orang-orang fakir dan lemah serta tidak menyombongkan diri kepada siapapun.

Beliau mewujudkan kembali kepribadian kakeknya yang diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Harapan dan tujuannya ketika mendidik umat hanya satu, yaitu keridhaan Allah Swt.

Baca Juga Grosir Mainan Partai Besar Paling Murah Lokasi Kelurahan Parang

Banyak kisah beliau bersama kaum muslimin yang menunjukkan kerendahatian sebagai jelmaan kemudahan risalah.

Kisah-kisah tersebut antara lain:

Suatu hari Imam Husain as melewati sejumlah orang miskin yang sedang duduk bersama menyantap beberapa potong roti kering.

Saat itulah beliau mengucapkan salam kepada mereka.

Setelah menjawab salam beliau, mereka mempersilahkan beliau Imam Husain as pun duduk bersama mereka dan berkata,

“Sendainya makanan ini bukan berasal dari sedekah (yang diharamkan kepada kami, Ahlulbayt-Penerjemah), maka pastilah aku akan menikmati makanan ini bersama kalian.”

Setelah itu beliau mengajak mereka ke rumahnya, membekali mereka dengan makanan, pakaian dan sejumlah uang.

Dikisahkan juga bahwa suatu hari Imam Husain as melewati ahlussufah yang sedang makan siang.

Mereka berkata kepada beliau,

“Mari makan siang bersama kami!”

Beliau duduk bersama mereka, kemudian. menyantap dan menikmati makan bersama mereka.

Setelah selesai, beliau berkata kepada mereka,

“Aku telah memenuhi ajakan kalian, sekarang kalian harus memenuhi ajakanku untuk berkunjung ke rumahku.”

Mereka menjawab,

“Baiklah!”

Mereka pergi bersama ke rumah beliau. Sesampainya di rumah, al-Husain meminta istrinya untuk menyuguhkan semua yang dimilikinya. (*)

Tulisan ini dikutip dari buku berjudul Husain Syahid, terbitan Al-Huda seri Teladan Abadi.

******

Mengapa Husein tidak mendapat kain kafan

Abu Abdullah Al-Husain adalah anak dari putri Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Husain lahir di hari ke-3  Syaban pada tahun ke-4 Pindah dan mati sebagai syahid di tahun 61 Pindah di umur 57 tahun.

Dalam hadits disebut jika Husain adalah satu diantaranya cucu Rasulullah yang hidup sampai umur dewasa. Sementara itu anak dan cucu lelakinya yang lainnya sudah diwafatkan Allah saat umur mereka masih anak-anak.

Sebaiknya cari tahu juga mengenai husain bin ali dipenggal, tragedi karbala versi syiah, kenapa husein tidak mendapat kain kafan dari allah, cucu nabi muhammad yang dipenggal kepalanya, kisah hasan cucu nabi muhammad saw, cucu nabi muhammad yang selamat, kepala husein dijadikan bola, husain bin ali cucu

Sebab janji Allah SWT, jika tidak ada kembali nabi sehabis Muhammad SAW, dan tidak ada seseorang lantas yang bakal akui sebagai anaknya seperginya Nabi yang bakal hidup.

Dalam Firman Allah surat Al-Ahzab ayat 40 disebut:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sesekali tidak bapak dari seseorang laki laki pada kamu, namun ia yakni Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan yakni Allah Maha Mengenal semua hal.”

Pada sebuah hadits disebut jika Allah SWT akan menyukai hamba-Nya yang menyukai Nabi dan trahnya, tergolong Husain bin Ali bin Abi Thalib.

حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الأَسْبَاطِ

‘Husain (sisi) dari diriku dan saya (sisi) dari Husain. Allah menyukai pada orang yang menyukai Husain. Husain pada cucu (Nabi).’ Hadits dihasankan Tirmizi.

Baca Juga Distributor Mainan Import Tangan Pertama dan Terpercaya

Lantas mengapa Husein tidak mendapat kain kafan? Silakan disimak jawabannya di akhir artikel supaya paham.

Anak dan generasi Husain selanjutnya menjadi satu diantara suku yang beranak pinak. Suku generasi Husain selanjutnya dikenali sebagai Husain Sibt. Ada satu hadits yang mengatakan jika Husain yakni putra dari putrinya. Rasulullah lantas berujar:

هذان ابناي وابنا ابنتي اللهم إني أحبهما فأحبهما وأحب من يحبهما

“Ini yakni putra saya dari putri saya. Ya Allah saya menyukai mereka, jadi saya menyukai mereka dan saya menyukai mereka yang mengasihi mereka.”

Husain di kenal juga sebagai pimpinan pemuda di Surga.

Dalam sebuah kisah disebut:

الحسن والحسين سيدا شباب أهل الجنة، وأبوهما خير منهما

“Hasan dan Husain yakni dua pimpinan banyak pemuda penghuni surga. Sementara, ayah mereka berdua lebih bagus ketimbang ke-2 nya.” (HR Ibnu Majah).

Waktu hidupnya Husain dikenali sebagai pemuda yang cerdik. Husain sudah mengingat seputar 129 hadits dan dicetak Imam Ahmad. Bersama ayahnya, Husain pernah mengikut banyak perang salah satunya Perang Jamal, Shiffin, dan khawarij.

Sehabis kematian ayahnya, ia pula ikut serta dalam penguasaan Afrika dan Asia, sama dengan yang dicatat banyak sejarawan.

Saat meninggal dunia, Husain mati syahid di Jumat atau Sabtu tanggal 10 Muharram dalam Pertarungan Karbala, Irak, di 61 Hijriyah.

Imam Muhammad Zaki al-Din Ibrahim dalam kitabnya Maraqid Pakar al-Baiti fi Al-Qahirah, menjelskan, Husain dibunuh Hawalli bin Yazid Al-Asbahi, dan kepalanya dibawa Syarif Sinan bin Anas al-Nakha’i, Shammar bin Dhi Al-Jushan, dan harta punya dia dijara golongan Ishaq bin Khuwailid al-Khadrami.

Selanjutnya mayatnya dikebumikan di Karbala, Irak. Sementara itu kepalanya sempat diletakkan atau diawetkan di Ashkelon, dari pos paling depan Palestina di Mediterania saat Perang Salib berkobar.

Dan di kala Dinasti Fatimiyah, menterinya Al-Saleh Tala` bin Razik memberikannya kuasa untuk menempatkannya ke Mesir sampai sekarang ini.

Jadi mungkin sudah ada sedikit titik terang kenapa atau mengapa Husein tidak mendapat kain kafan ? Yah itu karena beliau dibunuh secara biadab oleh orang-orang yang mengaku Islam dan yang telah mengkhianati beliau. Meski itu sudah nyata-nyata adalah cucu Rasulullah SAW.

Keluarga Husain

Husain menikah dengan sejumlah wanita sebab mengharapkan bisa punya generasi banyak. Sama dengan Rasulullah yang senang sebab umatnya yang banyak.

Istri-istri Husain bersama-sama anaknya salah satunya, pertama, Barra binti Urwa bin Mas’ud Al Thaqafi adalah figur terhormat di Arab punya anak Ali As-Sayid.

  • Ke-2 , Al-Umairah Masyhir Banu binti Khusra Syahansyah sebagai anak Raja Persia. Dari istrinya ini Husain punya dua putra, Imam Ali Al-Awsat atau Al-Mutsanna dan Ali Al-Ashghar atau Al-Mutsalats atau Zainal Abidin Al-Sajjad.
  • Ke-3  Al-Rabab binti Imru Al-Qais Al-Kindi adalah putri satu diantaranya raja Arab. Darinya lahir anak namanya, Muhammad, Abdullah, Sakinatul Besar, As-Shaghir.
  • Ke-4, Al-Qadahiyah lahir anaknya Jafar. Ke-5, Umm Ishaq binti Thaliha bin Abdullah anak dari shahabat Rasulullah. Ia punya anak, Fatima dan Zainab.

Tapi generasi yang hidup dari Husain bin Ali cuman asal dari Ali Al-Ashghar atau Zainal Abidin dan putrinya Fatima dan Zainab. Tapi dari putrinya, gak banyak generasi yang lahir.