Hukum Mendoakan Orang Lain Mati Cepat

0
44
Hukum Mendoakan Orang Lain Mati Cepat
Hukum Mendoakan Orang Lain Mati Cepat

Setiap makhluk hidup pasti akan menemui yang namanya kematian, tidak terkecuali manusia. Meski begitu, adalah hukum mendoakan orang lain mati cepat tidaklah terpuji.

Di dalam alquran surah Ali Imran ayat 3 halaman 183 dengan sangat jelas Allah SWT berfirman:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”

Artinya, apabila kematian sudah tiba, maka tak ada seorang pun yang bisa bersembunyi. Tak ada yang bisa lari darinya.

Allah SWT berfirman dalam surat an-Nisa ayat 4 :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh.”

Dalam pandangan mayoritas ulama, orang yang masih hidup dianjurkan untuk mendoakan saudara muslim yang sudah meninggal.

Kebanyakan ulama memahami doa yang diucapkan orang masih hidup sampai kepada orang yang meninggal. Bukan membeberkan atau melegalkan sebuah hukum mendoakan orang lain mati cepat.

Artinya, orang yang meninggal bisa merasakan manfaat dari doa yang dihaturkan orang yang masih hidup.

Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar mengatakan bahwa ulama menyepakati doa yang disampaikan orang yang masih hidup kepada orang meninggal, manfaat dan pahalanya sampai kepada mereka. Ada dua dalil yang menguatkan pandangan ini:

Pertama, dalam al-Qur’an disebutkan:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“.” (QS. Al Hasyr: 10)

Kedua, Rasulullah sendiri semasa hidupnya pernah mendoakan muslim yang sudah meninggal. Rasul berkata:

اللهم اغفر لأهل البقيع الغرقد

“Ya Allah ampunilah dosa ahlul Baqi’ al-Gharqad”

Berdasarkan dua dalil di atas, mendoakan orang yang meninggal termasuk perbuatan yang baik dan dianjurkan dalam Islam. Karenanya, perbanyaklah berdoa untuk saudara-saudara kita yang sudah meninggal.

Semoga dengan doa tersebut, Allah meringankan dosa mereka dan mereka di tampatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dikisahkan bahwa suatu hari ada seorang ulama, Kiai Durrahman namanya, baru saja pulang dari kuburan.

Tiba-tiba, ia kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat. Dengan gaya seolah menguji Sang Kyai tersebut, si pemuda bertanya.

“Pak Kiai, apa hukumnya mendoakan orang mati?” tanya si Pemuda.

Dengan mantap Kiai menjawab, ” Haram!”

Olehnya itu, Hukum Mendoakan Orang Lain Mati Cepat itu adalah perbuatan yang sangat tercelah!

Si pemuda tersebut terkejut luar biasa.

Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaannya.

“Alasannya, Kiai?” tanya si pemuda kembali.

“Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk,” kata Kiai Durrahman. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here