Strategi Perang Cina Kuno, Memancing Harimau Turun Gunung

0
69
Strategi Perang Cina Kuno
Unsplash / Aa

Berikut ini adalah penggalang tulisan strategi perang Cina kuno dalam buku berjudul Memancing Harimau Turun Gunung, seri 10, Siasat.

Dalam tulisan ini, terpampang jelas bagaimana seseorang yang penuh siasat, padahal dia bermuka dua. Artinya, manis di luar busuk di dalam.

Hal ini kian dipertegas dalam pepatah Cina berikut ini ;

“Lelaki bermadu dibibirnya menyembunyikan pembunuhan di hatinya.” PEPATAH CINA

SIASAT

Xiao Ii cang dao Menyembunyikan Pisau Belati dalam Senyuman

Siasat ini berarti memenangkan kepercayaan lawan Anda dan baru benindak setelah kewaspadaannya menurun.

Pendekatan ini diperlihatkan oleh seorang pembesar Dinasti Tang bernama Li Yifu yang memperoleh suatu jabatan tinggi di istana kaisar berkat sifat penjilatnya dan kepandaiannya bersilat lidah.

Di belakang wajah Li yang lembut dan ramah terdapat ambisi, ketamakan, dan keinginan untuk membalas dendam.

Ia membiarkan anggota keluarganya meminta suap dari orang-orang yang ingin membeli gelar pembesar.

Ia menganiaya semua orang yang melangkahinya. Ia dapat tersenyum pada seorang menteri di pagi hari, dan pada siang hari itu juga mengirimkan menteri itu ke tempat eksekusi.

Untuk waktu yang panjang kaisar sama sekali tidak mau mendengarkan kabar kejahatan Li Yifu.

Sewaktu Li Yifu mencoba mendapatkan pembebasan dari penjara bagi seorang wanita cantik yang telah dijatuhi hukuman mati dengan maksud akan menjadikannya selir, pengawas penjara dituduh berbuat skandal.

Pengawas ini gantung diri. Tatkala seorang pembesar yang lain melaporkan bahwa Li Yifu – lah yang bersalah, kaisar bukan saja tidak mendengarkan hal ini, bahkan ia menurunkan pangkat pelapor itu dengan membuangnya ke suatu tempat tugas yang terpencil.

Namun akhirnya kaisar tak dapat lagi mengabaikan cerita mengenai kekejian dan korupsi Li Yifu.

Li Yifu dibuang ke daerah perbatasan, tempat ia meninggal dalam aib.

Seabad kemudian. Bai Juyi, penyair Dinasti Tang menulis tentang dirinya:

“Kegemaran Li Yifu adalah tersenyum, dan sebilah belati tersembunyi di belakang senyumannya.”

Anda dapat melucuti senjata lawan Anda dengan sebuah senyuman, dengan hadiah, atau dengan isyarat damai lainnya.

Hanya sebulan sebelum Jepang membom Pearl Harbor, mereka mengirim seorang duta yang menikahi seorang Amerika ke Amerika Serikat guna membahas kepentingan kedua negeri di Pasifik.

Para pemburu perusahaan (corporate raiders) tak pemah mengakui bahwa mereka bermaksud membunuh.

Mereka menegaskan bahwa mereka sekadar ingin memberi imbalan kepada para pemegang saham atas nilai perusahaan mereka.

Tetapi ketika pengambilalihan berhasil, para pemburu ini biasanya terus melahap perusahaam yang diakuisisi. menjual habis bagian yang paling menguntungkan.

Dalam nada yang kurang licik. Menyembunyikan sebilah belati dalam sebuah senyuman berarti berhasil dengan berbuat baik.

Rencana Marshall yang membangun kembali Eropa Barat yang hancur sesudah Perang Dunia II –

merupakan kemenangan suatu kemenangan dari kecerdikan Amerika semacam itu.

Setelah perang perekonomian AS telah bangkit menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan membutuhkan pasar baru yang lebih besar untuk mempertahankan pertumbuhannya.

Dengan bantuan dan pinjaman sebesar $13 milyar yang relatif kecil kepada para sekutunya.

Amerika Serikat mencapai sasaran ekonomi maupun politiknya:

menciptakan pasar baru yang sangat besar bagi barang-barang AS di Eropa

maupun peluang bagi perusahaan multi nasional AS untuk berekspansi,

sambil memelihara stabilitas di Eropa Barat dan mencegah ekspansi kekuatan Soviet ke arah barat.

Suatu bentuk keberhasilan karena berbuat baik yang sudah lama ada adalah pembentukan yayasan nirlaba,

yang membuat keluarga dan perusahaan kaya memberikan banyak sekali dana kepada masyarakat dan sebagai gantinya memperoleh prestise dan pembebasan pajak.

Sebuah contoh yang relatif baru adalah langkah para produsen farmasi besar untuk memberikan secara gratis obat-obatan eksperimen yang tidak mendapat persetujuan akhir dari pemerintah kepada para korban AIDS dan penyakit serius lainnya.

Perusahaan itu mengklaim sedang bertindak berdasarkan alasan kemanusiaan, suatu klaim yang sama dengan sebuah senyuman.

Tetapi mereka juga mempunyai sasaran strategis isyarat kehendak baik itu memperbaiki suatu citra yang sedang diserang oleh konsumen yang bertindak sebagai kritikus.

Dengan demikian mereka bisa melindungi informasi biaya karena tidak menjual obat-obatan itu, namun bakal menghasilkan suatu lompatan dalam pemasaran kalau obat-obatan itu disetujui untuk dipakai terus.

Tujuan ini, walau tidak membunuh, setara dengan pisau belati itu.

Pada tahap urusan sehari-hari, siasat menyembunyikan sebilah pisau dalam sebuah senyuman mengingatkan bahwa kadang-kadang perlulah membuat yang negatif sebagai positif agar suatu pekerjaan atau suatu situasi menjadi lebih enak.

Orang dapat menerima tugas yang tidak menyenangkan atau berita yang tidak disukai kalau hal-hal ini disajikan dengan kedok sesuatu yang baik seperti halnya Tom Sawyer meyakinkan orang lain bahwa mencat pagar merupakan suatu kegembiraan.

Nah, itulah penggalang tulisan mengenai salah satu strategi perang Cina kuno. Strategi ini tak lekang oleh masa.

Sekadar diketahui, buku berjudul Memancing Harimau Turun Gunung Ini ditulis oleh Gao Yuan, berpuluh – puluh tahun yang lalu.

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran buat kita semua. (*)

Tinggalkan Balasan