Batu Mulia, Orang Kampung Ini Bisa Kaya Mendadak

0
122
Orang Kampung Ini Bisa Kaya Mendadak karena Batu Mulia

Orang Kampung Ini Bisa Kaya Mendadak karena Batu Mulia.

Batunya asli. Dijamin. Sudah diuji lab. Empunya sudah tes. Asli. Tak bohong.

Calon pembelinya juga sudah siap mengangkutnya. Tak ragu. Bahkan sudah pasang harga.

Dia tawar ratusan miliar. Pembelinya itu asal Jakarta. Kalau jadi dibeli. Empunya bisa kaya mendadak.

Empunya mendadak jadi miliarder. Fantastis. Bikin kepala geleng-geleng. Ini bukti rezeki itu surprise.

Seperti yang penulis yakini selama ini. Rezeki halal itu, yah salah satunya di surprise itu. Yang selalu datang tak terduga itu.

Siapa sih si-empu batu itu. Batu permata merah delima itu? Yang bakal membuatnya mendadak kaya raya itu?

Namanya Firman. Guru silat di kampung. Dia tinggal di kampung Maritenggae. Kampung ini bagian Kabupaten Sidrap. Sebelah utaranya Sulawesi Selatan.

Dia punya sepasang Batu Merah Delima itu. Di dapat dari orang tuanya. Katanya, warisan.

“Ini milik almarhuma ibu saya Hj Kartini,” ujarnya, saat dijumpai di rumahnya, Jumat (1/10/2019).

Bahkan katanya, Sepasang batu pertama itu sudah ditawar Rp500 miliar. Sama orang Jakarta itu. Yang tak sudi ditulis namanya itu.

“Kalau ini jadi dibeli saya berniat untuk membangunkan orang tua saya masjid,” kata Firman.

Namun, sejauh ini Firman mengaku khawatir menjualnya. Sebab, harus buat surat jual belinya dulu. Harus buat hal yang nantinya diklaim palsu.

Orang Kampung Ini Bisa Kaya Mendadak karena Batu Mulia

 

“Sebenarnya, saat orang tua saya masih hidup ini batu mulia sudah mau dijual. Kalau tak salah pada tahun 2003 dan 2015 lalu. Pembelinya dari Banda Aceh. Ditawar 15 miliar saja,” tambahnya.

Lebih jauh Firman membeberkan, asal muasal batu mulia itu. Kisah itu terdengar mistis. Namun, tak ada salahnya percaya. Toh, buktinya batu itu asli.

“Ibu dapat batu mulia ini dari seorang kakek. Saat itu ibu saya benar-benar ditimpa musibah,” ujarnya.

Musibah itu, kata Firman, ibunya harus menanggung sebuah beban membayar utang. Tetapi, itu karena ulah bosnya. Bukan ulahnya.

“Ibu kala itu kerja di koperasi dan suatu waktu semua uang nasabah dibawa lari. Ibu juga bapak sungguh stres berat saat itu. Karena mau tak mau mereka harus mengembalikan uang nasabah,” bebernya.

Ditengah kekalutan itulah, kata Firman, ibunya kemudian memilih bertafakkur di sebuah Masjid Lapakaka. Di pinggir laut. Masjid itu berbatasan Parepare-Barru.

“Ibu salat dan berzikir sembari menangis kala itu dan tanpa disadarinya ada seorang kakek menghampirinya. Kata ibu kejadian itu sekitar tahun 1998,” bebernya.

Tetapi, kata Firman, tak ada yang aneh pada pertemuan pertama itu. Sang kakek hanya memberinya sedikit wejangan agar, ibu selalu kuat menghadapi cobaan hidup ini.

“Nah, keesokan harinya ibu datang lagi. Salat dan menangis lagi dan kakek itu kembali mendekatinya,” ujarnya.

Disaat itulah, kata Firman, ibunya mulai menceritakan kisah hidupnya yang dililit utang itu. Ulah dari bosnya yang membawa uang nasabah tempatnya bekerja.

“Kata ibu kakek ikut terharu kisahnya dan saat hendak mau pulang ibu diminta membuka telapak tangannya. Lalu sang kakek meneteskan sebuah air, di tangannya itu” kisahnya.

“Sang kakek lalu berpesan kepada ibu agar telapak tangannya jangan dibuka jika belum sampai di rumah,” sambungnya.

Percaya akan wejangan sang kakek, kata Firman, ibunya pun baru membuka telapak tangannya itu saat sampai di rumahnya. Hal itulah bermula, batu permata itu muncul.

“Ibu betul-betul kaget. Karena saat membuka telapak tangannya. Ada sesuatu muncul begitu saja di telapak tangannya,” kata Firman, mengenang kisah ibunya.

Sesuatu itu, kata Firman, hanya gumpalan kecil. Berwarna merah muda. Lembek. Tapi berbentuk biji.

“Seperti kue agar-agar. Kata ibu,” ujarnya.

Namun, tidak lama kemudian. Gumpalan yang lembek itu. Yang berwarna merah muda itu menjadi keras dan merah tuanya semakin terang.

“Pasca kejadian ini ada banyak kejadian-kejadian gaib yang bermunculan di rumah,” ujarnya.

Percaya tak percaya akan kisah ini, Firman tak ambil pusing. Sebab, menurutnya ini adalah berkah Sang Kuasa bagi umatnya yang memang benar-benar ingin membantu sesama.

“Kalau ini terjual, saya sudah janji kepada iby juga bapak akan membangun masjid buat mereka berdua,” tutupnya. (*)

FANTASTIS. Firman memperlihatkan Batu Mulia Merah Delima milik peninggalan orang tuanya yang didapat dari seorang kakek misterius di rumahnya, Selasa, 29 Oktober.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here