Aji Mumpung Gibran Maju Wali Kota Solo, Mestinya Waktu Ditanya Jawabnya Nanti Diliat!

0
9
Aji Mumpung Gibran Rakabuming Raka
Foto: instagram.com/gibran_rakabuming

Aji mumpung Gibran Rakabuming Raka. Idola para pemuda inspiratif. Yang kini lagi dicecar abis-abisan.

Yah, hanya karena salah ucap. Kala ditanya, mau ikut jejak bapaknya atau tidak di dunia politik.

Dia jawabnya. Tidak.

Namun, faktanya jawaban itu kini berubah jadi Ya. Tiba-tiba jadi calon wali kota Solo, Ikut bapaknya.

Mestinya jawab nanti aja. Jangan tidak. Kan sekarang, dihujat sana sini akhirnya.

Apalagi main salib pula. Rival pula. Gandeng PDIP pula.

Suara rakyat mayoritas di Solo itu. Partai pemenang sejak dulu ada di kota berkembang ini.

BACA JUGA :   Pesepak Bola Tertampan, Nomor 5 Bikin Kesal Kok Bukan Ronaldo

Dan dari kata tidak menjadi ya inilah. Lalu Gibran digunjing dan muncul berbagai macam opini. Hukuman bagi Gibran. Anak bungsu Joko Widodo ini.

Diantaranya ada yang bilang tak konsisten. Adapula yang bilang karena tergiur kekuasaan. Banyak. Sangat banyak asumsi.

Ibarat saya di posisi Gibran, mungkin pula akan memilih kata Ya. Lagian Kapan lagi.

Ada Momentum. Sangat sayang untuk dilewatkan. Rugi. Bakal menyesal pada akhirnya.

Lagian. Bukankah momentum itu adalah raja. Emas. Dilepas bakal nyesel. Aji mumpung Gibran? Ia. No problem.

BACA JUGA :   Memantau Ruang Pantau Cuaca BMKG

Dan itu hanya akan sekali datang. Pun jika berulang, itu tak bakal lagi sama dengan saat pertama dia menyapa.

Jadi, is okey. Kapan lagi.

Nanti bakal menyesal.

Liat AHY. Anak Susilo Bambang Yudhoyono. Momentumnya lewat. Toh, akhirnya harus berbusa-busa untuk meraih kemenangan.

Kalah dan kalah lagi. Dan bukan tak mungkin, Gibran belajar dari AHY. Masa harus mengulang kesalahan yang sudah di depan mata sih.

Jadi, buat saya tak ada salahnya. Saya pribadi dukung Gibran. Is Okey.

BACA JUGA :   Budidaya Porang Layak Dikembangkan di Sidrap

Lagian, keluarga Gibran sejauh ini aman-aman aja. Bersih dari KKN.

Pun kalau toh kemarin diisukan ada KKN saat menyalib rivalnya di PDI, itu mah hal biasa.

Partai politik tuh, ribet. Siapa yang menguntungkan, ambil dah.

Pun kalau nantinya, PDI tak ambil terus lewat jalur Independen. Gibran menang. Toh, siapa yang nyesel.

Jadi, yah. Dukung aja. Pun kalau pada akhirnya mengecewakan. Tuntut aja si Gibran. Kalau perlu demo aja. Suruh turun dari jabatannya.

Toh, jika itu salah. Kalau nantinya Gibran berbuat merugikan negara.

Tinggalkan Balasan