Beautiful Malino 2018 Kembali Mencuri Perhatian

0
11

EVENT Beautiful Malino 2018 di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, 14-15 Juli kembali mencuri perhatian.

Bayangkan! Dari sembilan rangkaian acara yang digagas di ajang Beautiful Malino oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL bersama Wakilnya, Abd Rauf Malaganni tak ada satu pun acara yang sepi akan pengunjung.

Teoklah misalnya, pada pameran pembangunan yang dibuka sejak 13-15 Juli, kemarin. Berlangsung di Lapangan Lombasang, Bulu Tana, Tinggimoncong, lokasi pagelaran selalu saja disesaki pengunjung.

Dari 42 stand milik SKPD, Kecamatan, dan instansi yang ada di pameran itu, selalu saja disesaki oleh puluhan pelancong.

Tampak mereka tak bosan-bosannya berburu aneka olahan khas Malino atau mendapatkan edukasi terkait perkembangan pemerintahan Gowa di lokasi tersebut.

Dirangkaian acara lainnya pun demikian. Selalu tak sepi pengunjung. Baik itu summer camp, lari lintas alam, karnaval budaya, nature Gowa, music and art fest, sepeda gunung, festival kuliner, dan trail adventure.

Cantiknya Malino Gowa

Tak hanya itu. Para pelancong juga tak kalah banyaknya pada Karnaval Budaya beautiful Malino 2018 ini. Berlangsung disepanjang jalan Sultan Hasanuddin, ada begitu banyak orang berbondong-bondong ingin melihat kreasi kekayaaan alam yang ada di Malino.

BACA JUGA :   Bhabinkamtibmas Polsek Maiwa Berikan Bantuan Sembako

Utamanya, kreasi dari hasil budidaya Kebun Bunga Krisan. Bunga yang pengembangannya dimonitoring langsung oleh istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah, ditata hingga menghasilkan keindahan.

Puncaknya, bisa diteok pada rangkaian acara festival music and art fest. Menghadirkan band papan atas tanah air, Kotak, d’Masiv, dan Pusakata.

Rangkaian acara ini, betul-betul menguras perhatian para pelancong. Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Sudaryanto, yang turun langsung mengamankan kegiatan ini, bahkan mengakui barusan melihat langsung ada begitu banyak kerumunan orang.

“Kalau biasanya mobil yang tidak bisa goyang. Kali ini barusan saya melihat. Manusia yang tak bisa goyang. Banyak sekali,” akunya.

Memang, jika ditaksir, dari sembilan rangkaian kegiatan Beautiful Malino 2018 tahun ini, sukses menguras perhatian puluhan ribu orang yang jumlahnya kurang lebih 60.000 orang.

Jumlah yang bila dibandingkan pada edisi perdana pada 2017 lalu, jauh meningkat tiga kali lipat yang kala itu hanya menyedot perhatian kurang lebih 20.000 orang.

BACA JUGA :   Begini Cara Mendapatkan Token Listrik Gratis

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, sebelumnya memang sudah memperkirakan event yang akan menjadi kalender nasional ini akan jauh lebih sukses dibandingkan edisi sebelumnya.

Hal ini dikarenakan, ada banyaknya kegiatan yang digelar yang mana tahun lalu hanya tujuh rangkaian acara yang digelar. Seperti parade budaya, pemilihan putri bunga, pameran pembangunan, sepeda gunung, lari lintas alam, dan summer camp.

“Tujuan utama Beatiful Malino ini, memang untuk mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Agar bisa memberikan timbal balik ekonomi kepada masyarakat. Terkhusus yang tinggal di Kecamatan Tinggimoncong, Parigi, dan Tombolo Pao,” kata Adnan.

Adnan pun menegaskan, tahun depan Beautiful Malino akan punya peraturan daerah (Perda) dan saat ini digodok yang rencananya sudah diterbitkan tahun depan.

“Jadi kalau sudah ada Perda. Ajang Beautiful Malino ini mesti digelar. Siapapun itu yang akan menjadi bupati Gowa kedepan,” terangnya.

Adanya Perda ini bahkan ditegaskan oleh bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini saat Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono dan Sekretaris Deputi Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata, Edy Wardoyo serta Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem Muin, melauncing Gowa of Nature di Hutan Pinus Malino, Sabtu, 14 Juli.

BACA JUGA :   Kapal Laut Pinrang-Parepare Kini Tersedia, Gratis

Penghasil Berputar Lima Kali Lipat

PAGELARAN Beautiful Malino 2018, di Kecamatan Tinggimoncong, 14-15 Juli membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Jualan mereka laris manis.

Seperti diakui Mansur, misalnya. Berprofesi sebagai seorang pengusaha jasa, penyedia Kuda keliling di Hutan Pinus Malino. Diakuinya, sangat adanya event ini membuat Penghasilannya meningkat lima kali lipat.

“Biasanya hanya bisa dapat Rp80 ribu perhari. Tetapi, alhamdulillah dengan adanya Beautiful Malino ini, membuat saya bisa mengantongi uang Rp200-400 ribu perhari,” akunya, dengan muka sumringah.

Berkah ini tak hanya dialami Mansur. Pedagang buah dan kue khas Malino yang menempati pasar Sentral Malino pun mengakuinya.

Dg Lija misalnya, mengatakan tenteng kacang, dodol, tengteng wijen, kripik jalar, kripik pisang dan talas yang di jualnya laris manis.

“Banyak yang borong. Buah saya pun demikian. Markisa, alpukat, terong belanda, hingga sayur mayur dan ikan palluce’la pun laris,” akunya, di sela melayani para pembeli. (adv)

Tinggalkan Balasan