Ulama Syiah : Agama Mitra Abadi Manusia?

0
44
Mujtaba_Musavi_Lari

Berbicara tentang ulama Syiah tak ada habisnya. Jauh sebelum manusia mengenal industri, mazhab atau agama ini sudah ada.

Namun, untuk kali ini penulis bukan membahas mengenai Syiah secara etimologi atau epistimologi. Akan tetapi, bagaimana pandangan seorang tokoh Syiah tentang agama.

Salah satunya dari tokoh ulama Syiah bernama Sayyid Mujtaba Musawi Lari. Terkait siapa ulama satu ini, nanti kita bahas tersendiri dalam ulasan profil.

Yang pasti beliau adalah ulama Syiah yang sangat terpandang pada masanya bahkan hingga saat ini. Bagi kaum Syiah, nama beliau sudah tak asing lagi di telinga.

BACA JUGA 
betulkah-khadijah-istri-muhammad-saw-bukan-seorang-janda

Ulama Syiah Bicara Agama

Bahkan sudah begitu banyak karya yang sangat filosofis yang ditulisnya dalam bentuk buku. Salah satunya buku berjudul Teologi Islam Syiah, terbitan Al-Huda, 2004, yang diterjemahkan dari bukunya berjudul Markazut Tsaqofah al-Islamiyah Fil ‘Alam.

Dan dari buku inilah, Sayyid Mujtaba Musawi Lari menegaskan, sebenarnya agama itu adalah mitra abadi manusia. Agama itu adalah suatu zat yang ditiupkan Allah SWT sejak manusia bersiap untuk dilahirkan ke dunia ini.

Akidah-akidah keagamaan itu sudah ada sejak manusia itu lahir. Agama itu naluri yang sudah tersimpan dalam watak manusia. Hanya saja, tak sedikit manusia mengingkarinya.

Tetapi, mengapa ada manusia mengingkarinya. Mengapa bisa demikian  jika memang agama itu adalah mitra abadi manusia dan sudah ada jauh sebelum mereka lahir di dunia ini? Apa yang sebenarnya sudah terjadi!

Tabir yang pertama yaitu pada persoalan karena adanya problem ekonomi atau materi dan menurut Sayyid Mujtaba Musawi Lari tak sedikit membuat manusia berpikiran agama itu lahir karena adanya keinginan material.

Karena, berangkat dari berpikir materialisme tersebut, maka agama lahir bukan dari lubuk hati paling dalam. Bukan sesuatu yang sejati. Hanya dibuat-dibuat saja.

Kemudian tabir yang kedua yaitu adanya anggapan agama itu bukan mitra manusia untuk berjalan menuju Allah, karena agama hanya lahir dari rasa takut.

Kata Ilmuwan Inggris selain ulama Syiah

Ilmuwan Inggris, Bertrand Russel mengatakan, sesungguhnya pondasi agama itu adalah perasaan takut pada fenomena-fenomena alam. Olehnya itu, dibuatlah agama ini.

Apakah ini rasional. Yah, benar. Sangat rasional. Namun, apakah sudah bisa dibenarkan?

Tidak, kata Sayyid Mujtaba Musawi Lari, itu adalah pernyataan yang tidak mendasar. Apa yang dikatakan oleh Bertrand Russel adalah keliru. Pasalnya, sejumlah sahabat nabi sudah membuktikannya.

Salah satunya Ali bin Ali Thalib, yang juga adalah khalifah keempat umat Islam. Dia adalah sosok pemberani dan memeluk agama bukan karena takut, namun semata karena memang adanya panggilan hati nurani.

Jadi pada dasarnya agama itu adalah fitrah. Semua manusia memilikinya. Terlepas apakah itu agama Islam, Yahudi, atau Kristen. Semua diserahkan kepada person untuk menentukan pilihannya. Mengapa fitrah? Karena ia sudah ada sebelum manusia itu lahir.

Tinggalkan Balasan