Apa Itu Syiah? Kenapa Disebut Kafir

0
14
Apa itu syiah

Apakah sebenarnya itu Syiah? Pasalnya sejauh ini dalam hukum Islam hanya ada 4 mazhab yang begitu populer di kalangan umat Islam. Ke-4 mahzab itu yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.

Sebelum melangkah lebih jauh. Tulisan ini adalah apa yang sudah saya baca dari buku Allamah MH Thabathaba’i. Judul bukunya, ada pada bagian bawah tulisan

Dan apa yang kamu baca ini, sebenarnya bukanlah murni pemikiran saya. Hanya saja reduksi dari buku Allamah MH Thabathaba’i tersebut. Semoga tak ada yang keliru.

Kembali pada 4 mahzab yang besar tadi dan dari berbagai literatur, rupanya bukan hanya ke-4 mahzab ini. Setelah ditilik ada 13 mahzab. Salah satunya adalah mahzab Syiah.

Hanya saja, sejumlah kalangan dari umat Islam sendiri tak sedikit diantaranya menghukumi para pengikutnya, sebagai orang kafir. Aneh juga atau hanya semata karena ikut-ikutan saja.

Padahal dalam tubuh Syiah sendiri terbagi atas beberapa golongan-golongan dan tentunya harus dikaji agi. Itupun bagi orang-orang yang mau berpikir.

BACA JUGA :   Ahlul Bait Syiah : Biographies of 14 Masoomeen, The Miracle of Imam

Sebenarnya, jika ingin bijak. Harus lebih mendaras lagi dari sisi sejarahnya, kenapa ada penghakiman kata kafir ini. Supaya tak usah berdebat panjang lebar lagi. Bilang kafir lagi. 

Sederhananya begini. Kalau tetap ngotot Syiah itu kafir, maka hampir bisa dipastikan orang Iran yang adalah mayoritas penganut Syiah, juga kafir. Pemimpin mereka juga kafir. 

Ini kemudian membuat saya kian ragu. Masa sekelas Pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Rohullah Khomeini, atau mantan presiden mereka, Mahmud Ahmadinejad dan Rafsanjani, juga dicap kafir.

Ada hadis Rasulullah SAW. Isinya seperti ini. Periwatnya HR. Bukhari-Muslim. 

“Barangsiapa memanggil dengan sebutan kafir atau musuh Allah padahal yang bersangkutan tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh” (HR. Bukhari-Muslim) 

Nah, itulah yang ketakutan terbesar yang perlu dijaga jika hanya ikut-ikutan saja. Bisa saja dosa kian bertambah. Kalau Anda?

Itu pilihan. Terserah, pilih yang mana. 

Pengertian Syiah

Secara harfiah Syiah berarti partisan atau pengikut. Kata ini berasal dari bahasa Arab. Syiah kalau dilihat secara khusus, sekelompok umat Islam yang menganggap penggantian Nabi Muhammad SAW merupakan hak istimewa hanya kepada keluarga Nabi atau Ahlulbait-nya, Ali bin Abi Thalib Karamakaramullah Wajhah (KW).

BACA JUGA :   Doa Kumail dan Keutamaan Mengamalkannya

Menurut ulama Syiah terkemuka Iran, Sayyid Allamah Muhammad Husayn Thabathaba’i, Syiah pertama kali muncul dan disematkan kepada para pengikut Ali bin Abi Thalib.

Muncul, karena pengikut Ali yakin dan percaya bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kekhalifahan atau kekuasaan agama itu mestinya berada di tangannya. Bukan pada Abu Bakar, Usman, atau pun Umar. 

Kepercayaan ini cukup mendasar. Pertama berpangkal pada hubungan Ali dengan Nabi. Kedua karena kesetiaan Ali. 

Ali Manusia Pertama Masuk Islam 

Selain itu, tentunya karena Ali adalah manusia yang pertama masuk Islam ketika Rasulullah diminta oleh Allah SWT untuk mengajak kerabat terdekatnya memeluk agamanya. 

Dalam berbagai hadis salah satunya yang diriwayatkan oleh Thabari, At-Tharikh dan Ibn Atsir, Al-Bidayah wan-Nihayah bahwa pada saat Ali menyatakan dirinya memeluk agama yang dibawa Rasulullah, beliau bersabda, Orang ini adalah saudaraku, pewaris, dan khalifahku. Kalian harus mematuhinya. 

BACA JUGA :   Mahzab Syiah Itu Apa dan Golongan-golongannya?

Bayangkan, saat dimana Rasulullah SAW dijelang wafatnya, malah umatnya yang haus kekuasaan malah bergegas mencari khalifah. Bikin musyawarah. Sementara satu sisi, mayat beliau belum dikuburkan sama sekali. 

Tak hanya itu, menurut kepercayaan orang Syiah. Ali-lah orang yang paling dekat dan setia kepada Nabi. Pengabdiannya serta pengorbanannya kepada Rasulullah tiada tara dan ternilai. 

Pengabdian yang paling termahsyur hingga sekarang salah satu diantaranya, ketika orang-orang kafir Mekah hendak membunuh dengan cara mengepung rumah Nabi dan hanya Ali kala itu rela menggantikannya di tempat tidur. Ini agar Rasulullah bisa hijrah ke Mekkah tanpa diketahui oleh orang-orang kafir tersebut.

Jadi, apakah kemudian menjadi pengikut Ali atau kah mengagumi kisah-kisah perjalanannya bisa serta merta dihukumi kafir. Mari kembalikan kepada diri masing-masing. 

Referensi : Buku Islam Syiah yang diterbitkan pertama kali pada 1989. 
Penulis : Sayyid Allamah MH Thabathaba’i. 

Tinggalkan Balasan