Warga Pinrang Sulawesi Selatan Berpuasa di Tengah Banjir

0
10
berpuasa di tengah banjir

Warga Pinrang Sulawesi Selatan berpuasa di tengah banjir. Miris. Ramadan 1441 Hijriah, menjadi momentum tak terlupakan bagi warga Pinrang yang tinggal di Desa Bungi dan Desa Buttu, Kecamatan Duampanua.

Selain dihantui terpapar virus korona, mereka juga kini semakin dibuat was-was atas datangnya banjir seperti yang sudah terjadi pada Minggu, 26 April, pada subuh menjelang salat.

Beruntung tak ada korban jiwa, saat tamu yang tak diharapkan itu datang. Namun, imbasnya cukup terasa pada peralatan rumah tangga dan perkakas ibadah.

Jadinya, mau tak mau Ramadan kali ini harus di tengah banjir. Mirisnya lagi. Banjir kali ini sangat dahsyat bahkan sampai di Kota Pinrang.

BACA JUGA :   Bupati Gowa Berbagi Cara Mempersiapkan SDM Unggul
Langganan Hujan Deras

Memang, banjir kali ini tak seperti banjir sebelumnya yang memang di dua desa ini sudah langganan kalau hujan deras terjadi. Kedalamannya ada yang bahkan sampai 1 meter.

Pemerintah setempat, mengakui bingung tak tahu harus bagaimana mensiasati dua desa ini. Yang bisa dilakukan hanya evakuasi dan evakuasi setiap tahunnya, bila banjir datang melanda.

“Ini banjir terparah dibanding bajir-banjir sebelumnya. Ketinggian air ada yang mencapai pinggang orang dewasa. Selama saya di Bungi, ini yang terparah, ” kata Bahrum, salah seorang warga Bungi.

Lebih pedihnya lagi, berpuasa di tengah banjir awal Ramadan ini selain merendam ratusan rumah juga ada puluhan hektare sawah siap panen juga terkena dampak. Gagal panen.

BACA JUGA :   Bank Sulselbar se-Ajatappareng Gelar Aksi Futsal

Parahnya lagi, Pasar Bungi yang biasanya beroperasi pada hari Minggu pagi tak bisa dilakukan. Banjir juga meredam area ini.

“Alhamdulillah, air kini mulai surut sore ini. Sudah tidak setinggi tadi subuh. Warga juga sudah mulai memberes-bereskan rumahnya,” ujar Bahrum sembari melihat jam tangan di pergelangan kanannya yang menunjukkan sekitar pukul 17.00 Wita.

Bungi dan Buttusawe

Kadis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, Andi Matalatta, mengatakan sejak pagi pihaknya sudah turun langsung membantu warga terdampak pada dua desa ini. Yaitu Bungi dan Buttusawe.

BACA JUGA :   Paskibraka Gowa 2019 Mulai Latihan, Sekkab Muchlis Harap Berjalan Sukses

Dan langkah ini memang sudah menjadi tanggung jawabnya jika banjir terjadi di desa yang kerap terjadi di daerah ini. Tahun lalu pun demikian.

“Semoga tidak hujan lagi di hulu serta tidak pasang lagi di muara. Ini yang kita khawatirkan,” harapnya.

Tinggalkan Balasan