Kampung Mualaf di Desa Makkula Masih Perlu Pembinaan

  • Whatsapp
Kampung Mualaf di Desa Makkula

ANTUSIAS. Sejumlah anak-anak di Kampung Mualaf di Desa Makkula, Kecamatan Lembang, Pinrang, semangat mengikuti ajaran ilmu agama Islam, belum lama ini.

Tak mudah menjangkau Kampung Mualaf ini. Butuh kehati-hatian jika ingin berdakwah. Pasalnya akses menuju lokasi masih begitu terjal.

Meski begitu sejumlah dai kini terus berdatangan di Kampung Mualaf, yang ada di Kabupaten Pinrang dan Polewali itu.

Datangnya pun bergantian. Ada yang sekali sebulan dan sekali dua bulan. Mereka datang dengan ikhlas. Rela keliling kampung untuk memberikan ilmu agama Islam.

Baik itu di kampung Mualaf yang ada di Desa Makkula, Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulsel maupun yang ada di Desa Kaleok, Kabupaten Polewali, Sulbar.

Memang, tak mudah untuk menjangkau dua kampung ini. Selain jalanan yang masih berupa tanah liat. Jalanan juga terjal serta melintasi sungai. Perlu kewaspadaan tinggi. Apalagi butuh waktu kurang lebih 3-4 jam perjalanan jika start dari ibu kota Kabupaten Pinrang.

Pastinya, butuh tekad kuat untuk membumikan ajaran islam di kampung ini dan terpenting butuh perhatian lebih agar akses menuju kampung ini bisa lebih mudah dijangkau.

Tentunya, pihak dermawan dibutuhkan peran sertanya di sini. Berkorban demi tegaknya nilai-nilai islam di penjuru Sulselbar.

Sejauh ini, sebenarnya sudah banyak dai juga tokoh islam yang menyambangi kampung mualaf ini. Tak hanya dari Sulsel tetapi juga dari provinsi lainnya.

Dan salah satu pihak yang saat ini berkontribusi aktif, adalah komunitas Majelis Ukhuwah Islam. Komunitas ini bahkan sekarang menjalin kerjasama dengan komunitas Cinta Quran Foundation dari Bogor.

Kedua komunitas ini sepakat mengirim dai dari Bogor untuk mengajar. Meski itu, hanya sekali dalam dua bulan.

Tetapi, tak mengapa. Sebab, Majelis Ukhuwah Islam sendiri, juga turun langsung sekali dalam sebulan. Memberikan pendalaman ilmu islam yang rutin setiap harinya dalam sepekan. Mulai dari mengenal huruf alquran hingga melafalkannya.

Dan yang terpenting, tentunya para dai yang datang ini tanpa pamrih. Datang secara ikhlas. Rela berkeliling kampung di Kabupaten Pinrang dan Polewali ini. Memberikan ceramah agama dan mengajar cara baca Alquran. Begitu pula dengan ilmu islam lainnya.

Alhasil, sejauh ini di Kampung Mualaf yang ada di Pinrang dan Polewali, memang perlahan terus berkembang. Baik yang ada di Desa Makkula maupun yang ada di Desa Kaleok.

Tak sedikit warganya, kini mulai bisa membaca alquran dengan fasih. Meski memang tak sedikit pula, yang masih perlu didampingi lebih lama lagi agar bisa membaca Alquran. Khususnya anak-anak yang juga antusias untuk belajar ilmu agama Islam.

Begitupula dengan ilmu tentang fikih. Misalnya, cara bersuci dan salat. Masih banyak yang harus terus dituntun agar bisa benar-benar hafal tata caranya.

“Sejauh ini yang harus banyak dibina warga yang tinggal di Desa Makkula Kecamatan Lembang, Pinrang. Banyak mualaf yang baru di desa ini,” kata Saiful Arif, Founder Majelis Ukhuwah Islam, Minggu (19/4/2020).

Syaiful bersyukur, warga yang tinggal dan sudah menetap di Kampung Mualaf ini. Baik yang ada di Pinrang dan Polewali betul-betul mau belajar agama Islam. Mereka tak sungkan pula untuk bertanya.

“Kalau di total sudah ada sekitar 800 KK di kedua kampung ini memeluk islam,” bebernya, sembari membeberkan ia patut bersyukur karena Nanda Putri, yang juga adalah istrinya, bisa ikut turun langsung berdakwah di kampung ini.

“Kalau ibu merangkul ibu-ibu majelis taklim,” bebernya.

Lebih jauh, Syaiful berharap, kedepan lebih banyak lagi komunikasi atau dai  yang bisa masuk memberikan ilmu agama di kampung ini atau setidaknya para pemerhati islam memberikan dukungan agar semua perencanaan bisa berjalan dengan baik.

“Kampung ini sementara dalam tahap pembangunan. Butuh dermawan tentunya agar bisa lebih berkembang. Misalnya, pembangunan masjid,” bebernya.

Khususnya pembangunan masjid di Desa Makkula, Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulsel ini. Musalanya saat ini baru semipermanen dan baru dibenahi belum lama ini.

“Biar bagaimana pun harus ada pihak-pihak dermawan untuk terus mendukung dari belakang. Membangun kampung ini. Apalagi, aksesnya cukup jauh,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *