Menristek Perkenalkan Traktor Tanpa BBM

  • Whatsapp
CANGGIH. Menristek, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjelaskan cara kerja traktor bertenaga elpiji, di Sidrap Kamis, 31 Oktober.

SIDRAP – Produksi bahan bakar minyak (BBM) kini sudah diambang batas. Terkhusus di Indonesia, jumlahnya semakin terbatas.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mendorong semua pihak berinovasi agar tak ikut terlibas atas kelangkaan BBM ini. Khususnya petani.

Kalau perlu petani mencoba berinovasi sendiri. Menciptakan alat pertanian tepat guna demi kemajuan bersama. Jangan bergantung BBM lagi.

“Yang pasti saya akan dukung penuh, apabila ada inovasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya, saat bertandang di Sidrap, Kamis, 31 Oktober.

Salah satu contoh inovasi ini seperti pada penggunaan traktor untuk menggarap lahan pertanian. Traktor dengan sistem konverter kit dengan memakai tabung elpiji 5 kilogram alias bahan bakar gas (BBG).

Traktor ini ramah lingkungan. Tak menimbulkan emisi. Polusi. Lebih efisien juga murah bila dibandingkan menggunakan BBM.

“Bahan bakarnya sudah diganti elpiji. Diciptakan oleh orang Indonesia sendiri. Patut dicoba di sini. Ada dua unit traktor di sini. Apalagi Sidrap ini lumbungnya padi,” serunya.

Menurut Bambang, petani khususnya di Sidrap tentunya tak boleh kalah dengan petani di daerah Indonesia lainnya. Petani Sidrap harus bisa ciptakan teknologi yang lebih dari alat ini.

“Terkhusus kontraktor ini kita uji coba dulu di sini (Sidrap). Kalau memang berkembang, kami tentunya akan bekerjasama dengan Pertamina agar ada stok khusus untuk elpijinya,” tandasnya.

Sebelumnya, Bambang tiba di Sidrap di Stadion Ganggawa dengan menggunakan helikopter. Ia disambut Bupati Sidrap, Dollah Mando dan Forkopimda lainnya.

Bupati Sidrap, Dollah Mando mengaku, sangat merespon adanya traktor ramah lingkungan ini. Ia berjanji akan mendorong penggunaan alat ini kepada semua petani di Sidrap.

“Sidrap ini lumbung beras dan sudah saatnya kita kita terus berinovasi memakai alat sembari berupaya menciptakan alat tepat guna demi keberlanjutan pertanian kita,” bebernya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *