Kemarau Tak Pengaruhi Stok Beras Sidrap

  • Whatsapp
SIDRAP – Meski tak sedikit petani harus menderita gagal panen. Namun, gagal panen ini tak terlalu berpengaruh di Sidrap. Khususnya stok beras.

Kasub Divre Bulog Sidrap, Arwiyati Ridwan, mengatakan stok beras sejauh ini aman terkendali. Tak mempengaruhi ketahanan pangan dan produksi.

“Alhamdulillah, stok beras di Sidrap sebanyak 25.660 ton. Stok sejauh ini masih aman,” ujarnya, Sabtu, 26 Oktober.

Tak hanya itu, kata Arwiyati, keyakinan ini karena Bulog Sidrap masih terus menyerap gabah para petani hingga saat ini per 24″Oktober 2019.

” Penyerapan gabah saat ini sudah diangka 40.618 ton atau sudah 77,57 persen dari targer 52 ribu ton. Itu periode Januari-September 2019,” bebernya.

Lebih jauh, Mantan Kasub Divre Bulog Polman itu mengatakan, bahwa saat ini pihaknya juga sementara mempersiapkan kebutuhan pangan utamanya beras ke wilayah defisit.

“Yah, kira-kira 4.000 hingga 5.000 ton beras akan dikirim ke beberapa daerah,”ujarnya.

Daerah yang akan di kirimkan beras itu, kata dia seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Ambon, serta disejumlah wilayah yang mengalami gagal panen tahun ini akibat kekeringan.

Ibrahim, salah seorang petani padi di Sidrap mengaku, tak terlalu resah meski ada beberapa sawahnya gagal panen. Ia mengatakan, masih ada Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (Okmar) intuk memperbaikinya.

“Alhamdulillah, sejauh ini stok beras masih banyak. Gabah pun demikian,” tutupnya. (rl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *