2020, Sulsel Harus Bisa Produksi Benih Pangan Sendiri

  • Whatsapp
Benih pangan di Sulsel
tokofora.com


PINRANG – Sulsel sejauh ini masih menjadi lumbung pangan di Indonesia. Namun, benihnya masih harus diperoleh dari luar Sulsel.

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, mendorong pada 2020 mendatang tak ada lagi benih pangan dari luar Sulsel ini. Tetapi, Sulsel sudah memproduksinya sendiri.

“Tahun 2020 saya sudah paksakan tidak ada lagi bening dari luar. benih kita produksi sendiri dengan high teknologi. Teknologi tinggi,” terangnya disela panen raya padi, di Dusun Pannia, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang, Jumat, 25 Oktober.

Nurdin optimistis Sulsel akan bisa produksi benih pangan sendiri. Caranya, bisa menggunakan teknologi nuklir atau teknologi lainnya.

“Benih ini kita akan buat tahan terhadap kemarau. Umur pendek produksi tinggi. Itulah yang kita inginkan. Agar bisa memberikan kesejahteraan,” bebernya.

Nurdin pun berharap, jika selama ini produksi pangan hanya empat ton. Paling tinggi enam ton. Maka kedepan, hasilnya harus dua kali lebih baik dari itu.

” Tentunya tak hanya padi. Jagung pun demikian,” harapnya.

Olehnya itu, orang nomor satu di Sulsel itu meminta agar petani khususnya pemerintah Pinrang bisa terus bersama-sama membangun pertanian di daerah ini. Membangun kesejahteraan para petani.

“Terkait irigasi. Itu juga sudah kita antisipasi. Kendala kita selama ini bila masuk musim kemarau selalu kekeringan dan itu kedepannya insyaallah bisa diatasi,” kata Nurdin.

BANGUN WADUK

Musim kemarau selalu menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan petani. Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah sudah membeberkan solusinya.

Solusinya, kata Nurdin, dengan membangun waduk. Sebab, menurutnya air sungai terlebih air hujan sejauh ini tak lagi bisa diharapkan untuk menjaga Sulsel utamanya Pinrang untuk terus menjadi lumbung jika ini tak dilakukan.

“InsyaAllah, sudah ada empat waduk kita akan bangun dan jika ini rampung petani tak perlu risau lagi,” bebernya.

Waduk ini penting, sebab menurut pria yang akrab dipanggil Prof ini air sungai khususnya dibagian hulu memang sudah tak lagi bisa diandalkan. Hal inilah yang membuat pertanian di Sulsel dari tahun ke tahun mulai redup.

“Nah, inilah tugas kami untuk mencari solusinya. Harus dibuat waduk agar irigasi kita tak lagi melulu mengandalkan air hujan juga sungai,” tutupnya.

Bupati Pinrang, Irwan Hamid membeberkan, dengan kondisi geografis yang variatif khususnya di Pinrang. Terobosan yang dibeberkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah cukup memberikan harapan yang besar akan pertanian di Sulsel. Khususnya di Pinrang.

“Khususnya irigasi ini. Karena di Pinrang ada berbagai ragam jenis potensi pertanian. Dan irigasi ini yang jadi problem,” bebernya. (rl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *