PENINGGALAN BJ HABIBIE DI PAREPARE Masih Ada Rumah Hingga Meja Belajar dan Ranjang Besi

  • Whatsapp
Ranjang besi dan lemari make up milik BJ Habibie yang ada di Parepare. 



BJ Habibie memang sudah berpulang ke Rahmatullah. Presiden RI ke-3 memang sudah tutup usia, di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun. Namun, sosoknya pastinya akan selalu dikenang.

Khususnya di Parepare. Apalagi salah satu putra terbaik kelahiran Parepare ini, masih punya beberapa peninggalan di kota kelahirannya ini.
Seperti masih ada rumah tempat ia pernah tinggal, ada meja belajar, ada ranjang besi, ada lemari pakaian, dan lemari make up lengkap lacinya.
Bahkan pada salah satu di rumah ini, BJ Habibie masih sering bermain kelereng dan bermain ayunan bersama sahabatnya, La Cabu yang kini juga sudah berpulang ke Rahmatullah.
Sebenarnya ada dua rumah. Pertama, rumah tempat ia lahir yang saat ini dikuasai pihak BNI di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie dan digadang-gadang Pemkot Parepare untuk dijadikan meseum BJ Habibie.
Serta satunya lagi. Rumah tempat ia tidur, makan, belajar, dan bermain pada saat kecil yang ada di Jalan Bau Massepe. Selama tinggal di Parepare.
Meja Belajar saat BJ Habibie masih tinggal di Parepare. 
Dirumah satu inilah, di Jalan Bau Massepe ini masih bisa dijumpai meja belajar BJ Habibie,. Bahkan ada juga lemari pakaian, serta meja hiasnya lengkap dengan bupetnya.
Namun, rumah ini sudah dimiliki oleh keluarga besar Usman Balo. Kata istri Usman Balo, Hanisa, rumah ini awalnya dibeli dari ayah BJ Habibie.
Dibeli saat BJ Habibie bersama orang tuanya hendak hijrah ke Makassar. Ayah BJ Habibie, Alwi Abdul Jalil menjualnya kepada kakak iparnya, Gaffar Bustaman.
“Gaffar Bustaman ini kakak ipar saya. Dia suami kakak saya, Zainab. Gaffar adalah sahabat dekat Alwi Abdul Jalil Habibie (ayah BJ Habibie) dan saya diminta merawatnya,” kata Ica, sapaan akrabnya saat ditemui di rumah tersebut, Kamis, 12 September.
Ica juga membeberkan, rumah ini dibeli seharga Rp150 ribu. Saat itu, kenangnya, kalau tak salah sekitar tahun antara tahun 1948-1949.
“Mungkin tahun 48-49 ini. Saya kurang ingat tepatnya. Karena 1950 saya sudah tinggal di sini. Intinya saya Indonesia sudah merdeka,” kenangnya.
Adapun kondisi rumah di Jalan Bau Massepe ini kini masih utuh. Masih banyak dinding bangunan asli rumah. Modelnya pun masih sama.
Yang dirombak. Salah satunya pintu masuk utama yang sebelumnya menghadap ke Jalan Usman Isa dan kini menghadap ke Jalan Bau Massepe. Luas rumah ini sendiri sekitar 24 x 14 meter.
Memang beberapa sekatnya sudah ada yang dirombak. Seperti kamar tidur BJ Habibie. Tetapi, modelnya tetap sama.
Lemari Pakaian BJ Habibie. Masih utuh. 
“Kalau kamar tempat Habibie belajar kini sudah kami jadikan dapur. Tetapi, kalau ditanya saya masih ingat betul model aslinya,” ujarnya, sembari menunjukkan letak kamar yang ada dibelakang rumah ini.
Kata Ica, Habibie pernah ke rumah ini. Ia berpesan agar rumah ini dijaga. Begitu pula dengan ranjang besi, lemari kayu, lemari make up hingga meja belajarnya.
“Tolong jaga rumah ini. Lemari ini,” kata Ica, mengenang pesan BJ Habibie disela berkunjung pada 12 Mei 2015 lalu. Saat itu BJ Habibie datang saat meresmikan Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun pada 12 Mei 2015 tersebut.
***
Selain rumah saat BJ Habibie kecil yang kini masih bisa dijumpai. Yang cukup berkesan pula adalah ranjang besi BJ Habibie.
Ranjang besi ini ditempati Habibie saat masih tinggal di Parepare. Saat itu masih sekolah dasar (SD). Berukuran sekitar 2 meter dan lebar 1,5 meter. Selain rangka yang utuh kini sisa kelambunya yang masih awet.
“Pernah robek kelambunya saya jahit lagi. Kalau cat-nya lentur saya cat lagi,” ujar Ica lagi.
Selain itu pula ada meja belajar BJ Habibie. Cat meja ini masih utuh. Warna hijau. Ukuranya sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter. Sayang kaki meja sekitar 50 sentimeter sudah di potong.
“Kalau cat mejanya ini tidak pernah diganggu. Masih asli,”aku Ica lagi.
Selain ranjang besi dan meja belajar milik BJ Habibie ini, ada lemari pakaiannya yang masih tertinggal di rumah Jalan Bau Massepe ini.
Ukuranya sekitar 1,5 meter dengan lebar 40 sentimeter. Cat cokelatnya masih utuh. Begitu pula pada lemari make up yang sebesar 1 meter x 30 sentimeter itu. (sua) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *