Pengembangan Software Jotaped Sebagai Media Untuk Meningkatkan Pelayanan Wisatawan di DI Yogyakarta

0

pengembangan software Jotaped bisa digunakan sebagai media meningkatkan pelayanan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pengembangan Software Jotaped Sebagai Media Untuk Meningkatkan Pelayanan Wisatawan Di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Latar Belakang Pengembangan Software

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi pariwisata yang baik. Pengembangan software sangatlah dibutuhkan untuk menunjang Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat beragam menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing dan wisatawan lokal.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang berbasis pada pengembangan potensi budaya setiap daerah di Indonesia agar banyak para wisatawan datang ke Indonesia.

Pengembangan pariwisata merupakan strategi yang sangat jitu dalam proses pembangunan ekonomi maupun sosial di Indonesia. Pariwisata merupakan modal sosial yang dimiliki Indonesia yang dapat dijual.

Baca Juga: Download Kmsauto Lite 2019, Ini Tujuan dan Fungsinya

Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat, bahkan pariwisata dikatakan mempunyai energi yang luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat.

Tidak jarang pula kegiatan pariwisata mampu membuat masyarakat mengalami perkembangan dalam berbagai aspek. Agar lebih memudahkan pengembangan software perlu dilakukan agar bisa memudahkan turis dalam mengeksplor objek wisata.

Menurut data statistik tingkat pertumbuhan kunjungan wisatawan ke DIY dari Daftar Statistik Kepariwisataan pada tahun 2012 terjadi lonjakan hingga 46,80 % dari tahun sebelumnya, sedangkan jumlah usaha perjalanan wisata di Kota Yogyakarta hanya meningkat 13,25%.

Perbedaan angka peningkatan yang sangat tajam ini tentu saja menyebabkan tidak terakomodirnya semua kebutuhan wisatawan di DIY. Dampak yang mungkin terjadi adalah menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung akibat dari kurangnya jumlah pelayanan wisata di DIY.

Wisatawan sering mendapat kendala ketika sedang berwisata di Indonesia disebabkan oleh sedikitnya masyarakat Indonesia yang memahami bahasa Inggris.

Bedasarkan hasil wawancara peneliti kepada 3 wisatawan asing yang menggunakan jasa pemandu wisata, jasa pemandu wisata digunakan para wisatawan untuk membantu mereka dalam mengetahui informasi serta berkomunikasi dengan warga lokal.

Oleh karena itu dibutuhkan pemandu wisata yang berkompeten. Sulitnya menemukan pemandu wisata menjadi sebuah permasalahan baru mengingat tingginya biaya yang dibutuhkan untuk menyewa seorang pemandu wisata.

Dan hadirnya aplikasi atau adanya pengembangan software ini diharapkan bakal lebih memudahkan semua permasalahan tersebut bisa teratasi dengan cepat dan tepat.

Pemandu wisata di Yogyakarta belum mampu menghadapi wisatawan yang berasal dari berbagai penjuru dunia dengan banyak ragam bahasa. Wisatawan asing juga memiliki keterbatasan bahasa sehingga menyulitkan mereka berwisata meskipun sudah menggunakan pemandu wisata.

Menurut ilmu sosiolinguistik keragaman bahasa ini dipengaruhi dengan berbagai aspek kehidupan antara lain lingkungan sosial, keadaan fisik dan alam. Kesulitan seorang warga jepang mengucapkan Bahasa Inggris sehingga ketika berbicara Bahasa Inggris pengucapan berbeda dengan seorang warga inggris merupakan contoh keragaman bahasa yang dipengaruhi lingkungan sosial.

Baca Juga: Aktivasi Windows 10 Via Offline, Pakai KMS Auto Lite

Perkembangan teknologi telepon seluler sangat pesat. Munculnya berbagai pilihan merek, jenis, dan fungsional mengundang daya tarik tersendiri bagi masyarakat di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing.

Kebutuhan masyarakat mendorong industri yang bergerak dalam bidang komunikasi berkembang pesat salah satunya adalah google dengan Android. Akhir tahun 2011 pengguna Android baru sekitar 170 ribu, tahun 2012 mencapai 2,5 juta atau mengalami kenaikan hingga 15 kali lipat. Angka ini akan terus bertambah untuk setiap tahunnya.(Republika, 2012).

Android tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh, melainkan memiliki berbagai fungsi lain untuk masyarakat modern. Banyak aplikasi smart phone yang sedang dikembangkan. Aplikasi tersebut dikembangkan dengan berbagai macam bahasa pemrogaman.

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang memiliki berbagai kebutuhan. Aplikasi yang dikembangkan tersebut tentu saja harus memenuhi sarat kelayakan.

Penggunaan aplikasi atau software dirasa sangat menunjang dalam pengembangan pariwisata. Beberapa faktor yang mendukung pernyataan tersebut antara lain Mobilitas Wisatawan Wisatawan membutuhkan sebuah penunjuk yang mudah dibawa kemanapun wisatawan tersebut pergi.
Dengan aplikasi yang mobile menghemat waktu wisatawan dalam berwisata. Dengan kemudahan Akses Informasi Wisatawan akan sangat mudah mengakses informasi tanpa harus bertanya pada warga lokal.

Kemudahan ini sangat penting mengingat perbedaan bahasa yang menyulitkan komunikasi wisatawan. Penggunaan teknologi Android yang mendukung perkembangan pariwisata (travel) masih minim.

Hal ini terlihat dari jumlah aplikasi travel dikisaran 40.000, namun aplikasi bidang entertainment jauh lebih banyak yaitu diatas 90.000 aplikasi (AppBrain, 2013).

Baca Juga: software Akuntansi Online dan Menghindari COVID-19

Oleh sebab itu dibutuhkan aplikasi mobile berbasis Android sebagai alat yang dapat membantu wisatawan bepergian dan berkomunikasi. Berdasarkan berbagai permasalahan yang ada penulis membuat penelitian berupa aplikasi Jotaped yang berjudul “Pengembangan Software Jotaped Sebagai Media Untuk Meningkatkan Pelayanan Wisatawan Asing Di Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta”

IDENTIFIKASI MASALAH

Bedasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirangkum beberapa masalah seperti berikut:

  • Potensi bidang pariwisata yang dirasa belum mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • Perkembangan jumlah wisatawan yang tidak berimbang dengan peningkatan jumlah usaha pariwisata.
  • Kesulitan komunikasi antara wisatawan dengan warga lokal yang disebabkan perbedaan bahasa.
  • Kurangnya pemanfaatan informasi dan teknologi yang mendukung dalam pengembangan pariwisata.
  • Tidak adanya perangkat lunak yang dapat memandu wisatawan secara mandiri.
  • Belum adanya aplikasi yang dikhususkan untuk memandu wisatawan asing di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kota Yogyakarta.

BATASAN MASALAH

Perangkat lunak ini dapat mencakup berbagai fasilitas, oleh karena itu peneliti membatasi permasalahan sebagai berikut:

  • Perangkat lunak ini mampu membantu wisatawan dalam menyebutkan nama dan memberikan informasi objek pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kotamadya Yogyakarta.
  • Input berupa pilihan kategori objek wisata pengguna memilih dari daftar katagori objek wisata dan kemudian memilih nama objek wisata Output berupa informasi dan suara yang menyebutkan nama objek pilihan pengguna yang disediakan oleh perangkat lunak Jotaped.
  • Penelitian ini mengambil nama objek yang disediakan oleh website dan brosur resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta dan beberapa-beberapa nama objek populer di daerah Kota Yogyakarta.
  • Perangkat lunak yang digunakan membangun aplikasi ini adalah Adobe Flash CS6 dengan fokus penelitian pada fitur pada perangkat lunak Jotaped.
  • Software akan diujicobakan pada ponsel yang berbasis android.

RUMUSAN MASALAH

Ada beberapa masalah yang akan dipecahkan pada program ini:

1. Bagaimanakah membangun atau pengembangan software Jotaped sebagai media untuk meningkatkan pelayanan wisatawan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya daerah Kotamaya Yogyakarta?
2. Bagaimana kualitas dari software Jotaped sebagai media untuk meningkatkan pelayanan wisatawan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya daerah Kotamaya Yogyakarta?

TUJUAN

Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam program ini:

  • Mengetahui desain dan pembuatan dari software Jotaped sebagai media untuk meningkatkan pelayanan wisatawan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya daerah Kotamaya Yogyakarta.
  • Mengetahui kualitas dari software Jotaped sebagai media untuk meningkatkan pelayanan wisatawan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya daerah Kotamaya Yogyakarta sesuai dengan standar ISO 9126 yang meliputi functionality, reliability, efficiency.

Manfaat

Dari program ini diharapkan nantinya bisa digunakan untuk:
1. Bagi Peneliti:

a. Meningkatkan penelitian guna lebih memaksimalkan kinerja alat yang akan dibuat.
b. Menerapkan materi yang didapat di kelas sehingga dapat menciptakan software Jotaped.

2. Bagi Wisatawan:

Alat ini dapat digunakan sebagai pemberi informasi objek-objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

KAJIAN TEORI TINJAUAN PUSTAKA

Pariwisata Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.

Baca Juga: Download Kmsauto Lite 2019, Ini Tujuan dan Fungsinya

Berdasarkan ketentuan WATA (World Association of Travel Agent), wisata adalah perjalanan keliling selama lebih dari tiga hari, yang diselenggarakan oleh suatu kantor perjalanan di dalam kota dan acaranya antara lain melihat-lihat di berbagai tempat atau kota baik di dalam maupun di luar negeri.

Objek wisata dan atraksi wisata atau tourism resources adalah segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut.

Salah satu unsur yang sangat menentukan berkembangnya industri pariwisata adalah objek wisata dan atraksi wisata. Secara pintas produk wisata dengan objek wisata serta atraksi wisata seolah-olah memiliki pengertian yang sama, namun sebenarnya memiliki perbedaan secara prinsipil.

Menurut UN. Convention Concerning Customs Facilites For Touring (1954), Wisatawan adalah setiap orang yang datang disebuah negara karena alasan yang sah kecuali untuk berimigrasi dan yang tinggal setidak-tidaknya 24 jam dan selama-lamanya 6 bulan dalam tahun yang sama.

Dalam pengertian ini wisatawan dibedakan berdasarkan waktu dan tujuan yang disebut wisatawan adalah orang-orang yang berkunjung setidaknya 24 jam dan yang datang berdasarkan motivasi mengisi waktu senggang seperti bersenang, berlibur, untuk kesehatan, studi, keperluan agama, olahraga, bisnis, keluarga, peungutusan, dan pertemuan-pertemuan.

Sedangkan ekskurionis adalah pengunjung yang hanya tinggal sehari di negara yang dikunjungi tanpa bermalam. Pengertian ini paling banyak digunakan karena pembedanya tegas sehingga mudah dipahami antara pengunjung yang bisa disebut wisatawan, dan pengunjung yang hanya ekskurionis saja. Kepariwisataan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata.

Hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata hendaknya memenuhi syarat sapta pesona pariwisata, yaitu :

  • Aman dari tindak kejahatan, penyakit, kecelakaan, dan gangguan masyarakat
  • Tertib lalu lintas, bangunan dan lingkungan, pelayanan yang dilakukan dan informasi yang benar. (*)

Tinggalkan Balasan