Nelayan Tangkap Ikan Jangan Pakai Jaring Kecil

0
30
BUDIDAYA. Bupati Sidrap, Dollah Mando menyaksikan penebaran benih ikan di pesisir Danau Sidenreng, di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Rabu, 19 Juni. 
Menangkap ikan menggunakan jaring kecil melanggar Peraturan Daerah (Perda). Nelayan diminta agar mewawas diri.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKP2) Sidrap, Azis Damis, menegaskan pelarangan ini sudah tertuang dalam Peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2010. Namun, masih banyak yang mengindahkannya.
“Di Perda ini jelas ada larangannya. Sepertinya sosialisasi masih perlu ditingkatkan,”  ujarnya, Sabtu, 22 Juni.
Apalagi, ujarnya, pihaknya sudah menebar sekitar 195 benih ikan air tawar pada beberapa danau di Sidrap, Rabu, 19 Juni kemarin. Disaksikan langsung, Bupati Sidrap, Dollah Mando.
Seperti pelepasan ikan sudah dilakukan di pesisir Danau Sidenreng, di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Ada sekitar 50 ribu ekor benih ikan. 
Selanjutnya sekitar 45 ekor ikan ditebar di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, lalu di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, sebanyak 45 ribu ekor, serta di Kulo sekitar 10 ribu ekor. 
“Ada tiga jenis ikan air tawar yang ditebar. Ada Nila, Mas, dan Tawes,” kata Dollah. 
Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi, menyebutkan benih ikan ini diambil dari lima lokasi pembenihan ikan yakni Balai Benih Ikan (BBI) Pangkajene, BBI Passeno, BBI Majjelling, dan BBI Kalosi, serta Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pinrang
“Semoga nelayan bisa paham dengan cara penangkapan ikan ini,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan