Inilah Perjalanan Atlet Sulsel Dikancah Nasional Hingga Internasional, Prestasimu Dulu Krisismu Kini

0
10
Atlet renang indah Sulsel, Iin Rahmadania (kanan) bersama Nurfa Nurul Utami (kedua kanan) www.masmedia.xyz
TARI KECAK. Atlet renang indah Sulsel, Iin Rahmadania (kanan) bersama Nurfa Nurul Utami (kedua kanan) kompak mempertunjukkan gaya body boost, saat berlaga di nomor team free routine putri, SEA Games, Malaysia. (PRSI)

SULSEL- Era 2007 hingga 2013 tak sedikit atlet Sulsel yang mampu menghuni skuat timnas. Membela Indonesia di ajang SEA Games. Hebatnya lagi, rata-rata mampu mempersembahkan medali.


Teoklah pagelaran South East Asian (SEA) Games 2007 silam di Thailand. Ada banyak atlet Sulsel di timnas tersebar di beberapa cabor.
Karate, ada Hendro Salim di kelas kumite -80 kg. Ia sukses mendulang perunggu untuk Indonesia kala itu. 

Juga ada Aswar, Faizal Zainuddin, dan Fidelis Lolobua pada kelas kata beregu dan perorangan yang mendulang medali emas. Ini belum Ismail Aswan di kelas -70 kg.

Masih pada SEA Games 2007. Atlet Sulsel lainnya di timnas masih banyak. Ada Fatahillah di cabor balap sepeda. Jessica P Laurens di cabang renang.

BACA JUGA

Jangan lupa. Di cabang renang indah ada juga. Yaitu Selvy Melowa. Di Judo ada Fanny Pie. Anggar ada tiga orang yakni Isnawaty Sir Idar, Muh Haerullah, dan Nurul Musfira.

Berikutnya, di cabor tinju ada Erico Amanupunyo. Angkat besi ada Reinaldy dan Fatmawaty. Dayung ada Sisulowati dan Anwar Tarra.

Selain itu, Sulsel juga menempatkan beberapa atlet di cabang sepak takraw baik tim putra maupun putri. Lainnya di cabang selancar angin, pencak silat, bola voli pantai, dan menembak.

“Masa kejayaan ini masih di bawah kepemimpinan Ketua KONI Sulsel, Amin Syam, dua periode. Saat itu Nukhrawi Nawir sebagai Wakil Sekretaris KONI Sulsel. Piet Hariadi Sanggelorang selaku Humas KONI Sulsel,” kata Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel periode 2003 – 2007, 2007-2011, Abd Muin, Jumat (8/9/2017). 

Pedayung nasional asal Sulsel, Anwar Tarra (ist) www.masmedia.xyz
Pedayung nasional asal Sulsel, Anwar Tarra (ist)
Seraya berusaha mengingat nama-nama atlet yang terlibat di ajang internasional tersebut, mantan atlet renang nasional, Sulsel itu kembali membeberkan.

“Kalau tak salah. Sulsel waktu itu punya 21 atlet ke SEA Games. Ditambah empat pelatih yang mendapangi atlet Indonesia,” tambahnya. 


Namun banyaknya atlet Sulsel di kancah internasional itu terjadi sudah cukup lama. Sekarang tidak lagi. Satu dekade telah berlalu. Mereka tak ada lagi. Tak berprestasi lagi. 


Bukan karena kehebatan mereka berkurang. Tetapi regulasi pertandingan yang memaksa parkir diri. Mereka tak muda lagi. 

Di Sulsel memang ada pembinaan. Sebuah upaya meneruskan kiprah atlet-atlet masa lalu. Namun sayang, mereka hanya mampu bersinar di level Sulawesi. Belum nasional. Terlebih internasional. 

Ada banyak dalih. Kenapa mereka tak ada pelanjut. Kenapa atlet muda itu tak mampu berprestasi. Bersaing. 

Lantas bagaimana kiprah atlet Sulsel pada era SEA Games 2009 hingga 2013? Yah, ini tak jauh berbeda dua tahun sebelumnya. Sulsel masih punya banyak wakil. 

Meski memang masih didominasi oleh wajah-wajah lama. Misal, pada cabor Judo, masih ada Fanny Pie dan di dayung Anwar Tarra.

Begitu pula di cabor karate, Indonesia kembali punya atlet dari Sulsel. Masih ada Hendro Salim yang kala itu kembali sukses mendulang medali emas di kelas kumite beregu saat SEA Games 2009.

Karateka nasional asal Sulsel, Hendro Salim. www.masmedia.xyz
Karateka nasional asal Sulsel, Hendro Salim (ist) saat tampil di PON XIX 2016 di Bandung, Jawa Barat
Begitu pula masih ada Faisal Zainuddin, Fidelys Lolobua, dan Aswar, yang kembali meraih medali emas di kelas kata perorangan.

“Kiprah kami di SEA Games sejak 2007 di Thailand meraih medali emas. Lalu 2009 di Laos, kembali Emas,” beber Fidelys Lolobua.

“Lalu di 2011 di SEA Games Indonesia-Palembang juga medali emas dan 2013 Myanmar perunggu. Itupun karena kami dicurangi. Jadinya perunggu saja yang sampai sekarang videonya masih saya simpan atas kecurangan ini,”  sambungnya.

Berlanjut pada SEA Games 2011 silam yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sedikit ada penambahan satu cabor. Tuan rumah, mempertandingkan Kempo.


Lagi-lagi Sulsel kembali bisa memunculkan seorang kenshi. Namanya, Ade Irma. Ia memperkuat Timnas. Hasilnya ia sukses meraih medali perak di laga perdananya di kelas randori 48 kg level internasional. 

Lalu, di cabor anggar. Masih juga ada Isnawaty Sir Idar dan Muhammad Haerullah. Ditambah karateka Sulsel, Hendro Salim yang mendulang medali emas di kelas kumite beregu. 

Serta Faisal Zainuddin yang berhasil merebut satu emas dengan mengalahkan atlet Vietnam, Thai Huy.

Berikutnya, kembali ada atlet Sulsel di cabang senam, Sahira dan Audi Ashari yang meraih medali perunggu. 

Tak ketinggalan, satu wakil Sulsel, pada cabor renang indah. Yaitu Selvy Melowa yang meraih medali perak dan perunggu.

Atlet renang indah Sulsel bersama Selvy Melowa (baju kuning) www.masmedia.xyz
Atlet renang indah Sulsel, Iin Rahmadania (kiri bawah) dan Nurfa Nurul Utami (empat kiri) bersama Selvy Melowa (baju kuning). (FOTO PRSI)
Berlanjut ke SEA Games 2013 yang berlangsung di Myanmar. Sulsel kembali menempatkan wakilnya misal di cabor Kempo, ada Ronald Huyanto yang meraih medali perak di kelas 60 kg. 

Bersama dengan Ade Irma, yang sukses mendulang medali emas di kelas embu, dan Dian Pertiwi di kelas Randori 50 kg meraih medali perak.

“Keberhasilan ini tak lepas dari peran orang tua. Memberikan kami keleluasaan untuk terus berlatih. Kita berharap, tentunya harus ada regenasi,” ucap Dian.

“Saat ini, masih tahap transisi. Meski memang, di kelas randori belum ada yang terlalu menonjol. Karena, memang kelas fighter ini butuh mental yang harus selalu diasah. Agar punya tekad juara. Janganlah berpuas diri,” pesannya. Selain kempo, juga ada dua atlet sepak takraw andalan Sulsel. Yakni Sayyed Nur Adil dan Nur Qadri Yanti. 

Hebatnya lagi, masa ini Sulsel mampu mengirimkan sebanyak 10 karateka. Diantaranya ada Faizal Zainuddin, Hendro Salim, Aswar, Fidelys Lolobua, Teguh Ganeswara, Tri Wulan, Wiwik Pertiwi, Ayu Syafitri, Zulhandra, serta Ririn.

Bahkan untuk kali pertama, Sulsel punya wakil di cabor Muaythai. Indra Faizal dan Putri Faizal, dua atlet muay thai. Kala itu Indra Faizal mendulang medali perak.


Pada cabor Pencak Silat, Sulsel juga punya dua atlet. Yakni, Johan yang turun di kelas B (50-55 kilogram) dan Awaluddin di kelas A (45-50 kilogram).

Selanjutnya pada cabor dayung. Pedayung andalan Sulsel, ada nama Arief, dan Anwar Tarra, sukses mendulang dua medali emas.

Pasca kejayaan ini, kiprah atlet Sulsel kian redup. Masuk SEA Games 2015 atlet Sulsel yang bisa tembus timnas sudah bisa dihitung jari. 

Parahnya lagi, wajah lama menghiasi skuat. Dayung misalnya, disitu masih ada Anwar Tarra, Syahrul saputra, Dedi Irianto, M. Arif dan Sulfianto. 

Begitu pula di Anggar, disitu masih ada nama Haerullah, Isnawati Sir Idar dan Aryanto.  “Inilah masa terakhir saya di SEA Games. Kala itu meraih medali perunggu nomor senjata degen putra,” kata Haerullah.

Berlanjut ke sepak takraw, Sulsel memang punya wajah baru disitu. Seperti Kusnelia, Dina, Muh Rusman Wajib, Nofrisal, dan Sandi Putra. 

Pencak silat pun demikian hanya diwakili Awaluddin, dan Senam, Sahira dan Audi Ashari. Untuk kempo dan karate kala itu tak dipertandingkan. Membuat atlet Sulsel di timnas semakin sedikit. 

Puncak krisisnya, terjadi tahun ini di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Bandingkan saja, Sulsel hanya punya wakil di Seperti dari cabor karate, petanque, layar, senam, dan renang indah, dan sepak takraw. Jumlahnya pun hanya 11 atlet. Medali yang bisa disabet pun hanya empat medali. 

Karate, misalnya, masih bertahan Hendro Salim yang meraih dua medali perunggu pada kategori kelas kumite above 75kg putra dan kumite beregu putra. Namun, usai ini, Hendro sudah pensiun. Usianya tak muda lagi sebagai atlet.

Bersyukur ada pendatang baru, Aspar Sesasria, Andi Tomy Aditya Mardana, dan Andi Dasril Dwi Dharmawan yang bertanding di kategori kata beregu putra yang sukses mendulang medali perak di SEA Games baru-baru ini. 

Satu perunggu lainnya pada cabang renang indah. Dipersembahkan atlet muda Sulsel yang saat ini keduanya masih berusia 17 tahun. Adalah Nurfa Nurul Utami dan Iin Rahmadania di kelas team free routine putri.

Selain keenam atlet ini, Sulsel juga masih punya wakil di cabor petanque dan layar. Namun sayang, mereka belum bisa menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia.

Pada cabor petanque, ada Ramlah yang bertanding di nomor double mix. Sayang, kandas di babak delapan besar. “Kami kalah bersaing dari pemain dunia Thailand. Kami sudah memberikan semaksimal mungkin. Hanya kurang beruntung saja,” ucap mahasiswa Pascasarjana UNM ini.

Adapun pada cabor sepak takraw ada nama Nofrizal. Juga layar yang diperkuat Ismail, Murhadi, dan Nurul Oktaviani Basri, dan cabor senam, yang diperkuat Audi Ashari Arif. 

www.masmedia.xyz
Degen Putri Regu Sulsel saat Menang lawan Kalbar dengan skor 45-35 pada ajang PON XIX di Gedung Tennis Indoor Hall Bikasoga Sport  Center, Bandung, 16-19 September 2016. 

MENJELANG ASIAN GAMES 2018 di JAKARTA – PALEMBANG 

Apakah krisis atlet Sulsel di tubuh timnas bakal berlanjut di Asian Games 2018 yang tersisa kurang setahun lagi? 

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir mengatakan, jumlah atlet di ajang ini tak akan jauh berbeda di SEA Games. Bahkan, diakuinya bakal berkurang. 

“Pun kalau ada penambahan atlet Sulsel itu hanya pada cabor dayung. Itupun, disitu hanya wajah lama yang menghiasi nama Sulsel. Sebutlah, Anwar Tarra atau Syahrul Syaputra,” ucapnya. 

Dinilai berkurang, pasalnya wakil Sulsel Ramlah di cabor petanque, dan Hendro Salim di karate, kemungkinan besar tak lagi bertanding. 

Lainnya, seperti layar. Ismail bersama Murhadi, belum bisa dipastikan kembali bergabung akan dalam timnas. Itu jika melihat hasil SEA Games 2017 kemarin. Pulang tanpa medali. 

“Adapun untuk Petanque besar kemungkinan tak akan dipersembahkan di Asian Games nanti. Ini juga atas evaluasi SEA Games kemarin. Satupun tak ada medali,” ujarnya. 

Ditambah dengan Hendro Salim yang dikabarkan akan pensiun menjadi atlet pasca SEA Games 2017 kemarin. Membuat atlet Sulsel semakin berkurang di Asian Games. 

Nukhrawi menambahkan, jika Sulsel ingin penambahan jumlah atlet di Timnas guna berlaga di Asian Games sepertinya sudah sangat terlambat. Pasalnya, skuat yang ada saat ini lebih di prioritaskan atlet yang sudah berada saat ini di Pelatnas.

Lantas bagaimana dengan cabor lainnnya. Renang indah misalnya, apakah masih akan bertahan dengan dua atlet mudanya?

Pesilat nasional asal Sulsel, Awaluddin www.masmedia.xyz
Pesilat andalan Sulsel, Awaluddin menolak untuk menyerah pada cedera lengan yang dialaminya. Ia yakin, bisa kembali seperti sedia kala.
Pelatih Renang Indah Sulsel, Selvy Melowa, mengatakan, kedua atletnya yang masih terhitung beliau itu, kemungkinan besar masih bertahan memperkuat timnas.

“Ini semua tergantung ke atlet. Sisa mereka apakah bisa bertahan atau tidak. Tetapi semoga keduanya bisa bertahan sampai Asian Games 2018 nanti,” harapnya. (bs)
BACA JUGA :   Kenshi Makassar Uji Mental Sebelum Porda

Tinggalkan Balasan