Bonus Atlet PON Dikenai PPh

  • Whatsapp
Karateka Sulsel, Hendro Salim (foto masmedia) www.masmedia.xyz
Karateka Sulsel, Hendro Salim (foto masmedia)


Pemerintah Kota Makassar berjanji akan memberikan bonus kepada atlet Makassar yang mampu mengantongi medali di Pekan Olahraga Nasional (PONXIX dan Pekan Olahraga Paralimpic Nasional (Peparnas) XV. 

Namun, besaran bonus yang dijanjikan untuk masing-masing medali masih akan dikurangi sebesar lima persen sebagai biaya Pajak Penghasilan (PPh) 
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membeberkan, besaran bonus itu sebesar Rp20 juta untuk peraih medali emas, Rp15 juta perak, dan Rp10 juta perunggu. 

“Bonus ini berlaku untuk setiap atlet peraih medali perorangan maupun beregu,” kata Danny dihadapan 119 atlet Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota, Minggu malam, 4 September.

Jika dikalkulasi, maka total bersih yang bisa dikantongi atlet peraih medali emas hanya sebesar Rp19 juta, peraih perak Rp14,25 juta,- dan pendulang perunggu Rp9,5 juta,- buat.

“Bonus ini belum termasuk dari dana pribadi saya. Saya bakal memberikannya juga,” ucapnya. 

Danny berpesan, agar atlet yang akan bertanding untuk selalu fokus. Sebab, menurutnya ini adalah kunci keberhasilan untuk meraih kemenangan siapapun lawan yang dihadapi.

“Dan untuk mendukung kalian, saya akan memboyong beberapa SKPD guna memberikan semangat saat bertanding. Saya juga akan siapkan akomadasi agar kalian nyaman dan tidak terlantar di kampung orang,” pesannya, lalu mengatakan, catatlah nama kalian untuk anak cucu, bahwa kalian pernah menorehkan prestasi diajang tersebut.   
Terkait janji bonus, salah satu atlet dari cabang olahraga Taekwondo, Sribuana Resmol mengaku, berterima kasih kepada pemerintah. Sebab, penghargaan terhadap atlet sudah mulai diperhatikan. 
“Janji bonus seperti ini akan menjadi suntikan semangat tersendiri untuk kami. Agar bisa lebih semangat berjuang atas nama daerah,” akunya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulsel, Atmam Amir menambahkan, semangat dalam bentuk apapun akan sangat membantu menjaga mental atlet sebelum bertanding.

“Sebab, saat ini harus dipahami bahwa menjelang laga PON, pekerjaan terberat adalah menjaga kestabilan mental atlet,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *