Bermimpi Jadi atlet Nasional, Akhirnya Kesampaian, Haerullah Si-Atlet Anggar Sulsel

  • Whatsapp

Atlet anggar Sulsel
Muhammad Haerullah (keempat kanan) 

MENJADI ATLET nasional dan dikenal banyak orang. Memang menjadi impiannya sejak kecil. 

Sempat bimbang akan memilih olahraga mana yang bisa mengantarkannya pada mimpi itu bahkan pernah merasukinya. Bahkan, sempat dibawa mimpi oleh pria yang akrab disapa Ulla itu. Yang bernama lengkap, Muhammad Haerullah itu.
Beranjak remaja. Ia pun mulai mencoba menggeluti sepak bola beberapa tahun. Namun tak lama kemudian ia gantung sepatu. Meski didukung dengan tubuh yang atletis. Kejar. Ia waktu itu masih tetap memilih mundur.
Alasannya, ia melihat persaingan yang tidak sportif di cabang olahraga yang cukup populer itu. Katanya, waktu itu masih banyak pelatih yang lebih mengutamakan pemain-pemain dari garis keluarga. Nah, barulah pada penghujung 1995. 
Ia memilih banting stir. Ke cabang olahraga anggar. Dan seiring berjalannya waktu. Pria berperawakan tinggi besar itu, akhirnya memutuskan anggar. Memang inilah pilihan yang tepat. Cabor ini berhasil mengantarkannya menjadi seorang atlet nasional.

“Itu berkat jasa pelatih tercinta saya, Bapak Harry Jost, Almarhum Dr Hamsah juga Prof Andi Ihsan,” akunya. 

Ulla pun mengakui, Anggar telah membawa pemilik tubuh tinggi besar ini membela Indonesia di  SEA Games XXI 2001 di Malaysia, 2003 di Vietnam, 2005 Filipina, 2007 Thailand, 2011 Jakarta dan terakhir di SEA Games 2015 di Singapura.

Bersama pengurus Dispopar Sulsel dan atlet PON XIX
Bersama pengurus Dispopar Sulsel dan atlet PON XIX 
Tidak berakhir di situ. Ulla bahkan pernah membela Indonesia di Kejuaraan Southeast Asian Fencing Federation (SEAFF) di Brunei 2005, dengan menyabet dua medali emas di nomor degen perseorangan dan beregu. 
Ditambah lagi di kejuaraan dunia 2006 , di Italia, Ulla menempati peringkat ke-88 dan pada kejuaraan dunia di St Petersburg, Rusia, September 2007, dia berada di peringkat atelt terbaik 79 dunia.
Untuk di tingkat Asia ada Asia Fencing Championship 2007 di Nantong, China, Haerullah menduduki peringkat ke-6. 
Dari semua catatan sejarah yang Ulla torehkan. Kemarin malam, di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung‎, Jalan Peta, Suka Asih, Kota Bandung, Jawa Barat tempat berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dia kembali menorehkan prestasi. 
Kembali mencatatkan diri sebagai orang pertama Sulsel yang mampu mencetak hattrick (tiga kali berturut-turut) mendulang medali emas. Mulai dari PON 2008, 2012, dan 2016.
Itu setelah dimenit-menit berakhirnya laga, Minggu, 25 September, pada perolehan poin 10-10 melawan Ryan Pratama atlet Jawa Barat, mampu menyerang hingga berbuah manis menjadi 11-10. 
Membuat dirinya sujud syukur dan teriakan “Ewako” keluar dari mulutnya. Sambil mengibarkan bendera berlogo Sulsel di tangannya. Meski dilaga awal Ulla sempat tertinggal 3-0 diwaktu 30 menit pertandingan.

“Tertinggal karena belum panas. Tapi, alhamdulillah ini semua juga tidak terlepas dari doa istri saya dan anak-anak,” aku ayah dari tiga anak itu usai mengalui medali.

Selain keluarganya, suami Irmawati ini juga mengatakan, semangatnya semakin bertambah saat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Dinas Sosial Sulsel, Ilham A Gazaling meneleponnya secara langsung sehari sebelum bertanding.

“Juga saat pertandingan difinal. Lewat pak Muhlis (Plt Kadispora Sulsel) Pak Gub mengirimkan lewat WhatssUp video suntikan semangatnya. Ini juga dukungan dari dukungan manajer saya, Meike Jost” ucapnya dengan ucapan terima kasih.

Alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menambahkan, Ini adalah PON terakhirnya sejak 2000 silam. 

“Setelah ini saya akan memilih menjadi pelatih saja. Terlebih di PON berikutnya usia atlet anggar sudah dibatasi,” Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dispora Provinsi Sulsel itu.
Ulla kembali akan turun di nomor team Rabu, 28 September. Mari kita doakan supaya kembali bisa mempersembahkan medali untuk Sulsel. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *