Bupati Adnan Harap Sekolah Tempat Penanaman Karakter Anak

  • Whatsapp
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (baju putih) 

GOWA – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerukan agar semua sekolah yang ada di Kabupaten Gowa, menjadi tempat pembentukan karakter anak.

Khususnya pada sekolah-sekolah yang masuk dalam penilaian Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun ini.

“Saya sangat setuju adanya penilaian dari segi pembentukan karakter anak,” ujarnya saat menerima Tim Penilai Sekolah Sehat di SMPN 3 Sungguminasa, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kamis (8/8/2019).

Adnan pun mengatakan, sebenarnya pengembangan karakter anak sudah dilakukan sejak dini di Gowa. Tepatnya pada 2015 lalu.

Salah satu langkah bentuk nyata aksi itu, ujarnya, dengan menghapuskannya mata pelajaran membaca dan menulis di kelas 1 dan 2 pada seluruh sekolah negeri di wilayah Kabupaten Gowa.

Bahkan, aturan yang diterapkan sejak 2015 lalu itu bisa dikatakan adalah menjadi satu-satunya yang diberlakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

“Kita ada pula konsep penghapusan baca dan tulis hingga berhitung. Ini tidak lain untuk bisa membentuk karakter anak-anak kita sejak dini,” sebutnya.

“Kita telah buatkan tim pakar untuk kurikulum bermain yang didalamnya telah diajarkan pengetahuan nasionalisme, agama, etika, dan adat budaya lokal,” sambungnya.

Adnan menegaskan, sebelum digagasnya konsep hapus baca dan tulis hingga berhitung ini. Sebenarnya tim pakar telah terlebih dahulu melakukan observasi. Mereka mengambil refrensi kebijakan pendidikan diberbagai daerah.

“Antara lain, Jepang, Finlandia, Korea dan beberapa negara dan ibu kota lainnya,” bebernya.

Adnan kembali mencontohkan. Seperti di Jepang, kata Adnan, orang tua lebih khawatir jika anaknya tidak mengenal budaya mengantri. Itu ketimbang pintar membaca dan menulis.

Alasannya, kata Adnan, belajar menulis dan membaca itu bisa dilakukan tiga hingga enam bulan. Sedangkan, membangun kebiasaan mengantri itu sangat lama dan susah untuk instan dikembangkan.

“Membentuk karakter anak ini harus dilakukan pada usia keemasannya. Yaitu pada usia O-8 tahun. Sekolah-lah menjadi salah satu tempat untuk belajar dalam membentuk karakter anak itu,” tandasnya.

Sementara itu. Dijadikannya Kabupaten Gowa sebagai wilayah penilaian sekolah sehat anak, ia mengaku bangga.

Menurutnya, dengan sekolah sehat inilah kita bisa berharap kedepan bisa mencetak sumberdaya manusia yang makin baik dan cerdas.

BACA JUGA
dekranasda gowa ramaikan sulsel maraja
Pemkab Gowa Gelar Ramah Tamah dengan Perintis Kemerdekaan
Paskibraka Gowa 2019 Mulai Latihan, Sekkab Muchlis Harap Berjalan Sukses
Adnan akan Lanjutkan Perjuangan IYL

“Yah, sehingga membawa perubahan bagi Sulsel secara khusus dan Indonesia secara umum di masa yang akan datang,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Penilaian Sekolah Sehat, Zulkifli mengatakan, jika pada 2018 lalu lomba ini sudah ada. Itu diberi nama Sekolah Sehat.

“Dan tahun ini agar lebih komplit, ditambah Sekolah Sehat Berkarakter. Tentunya ini akan mengikuti syarat dan penilaian dari lomba tersebut,” ujarnya.

Zulkifli pun membeberkan, pihaknya akan mengukur sejauh mana karakter yang sudah tertanam pada peserta didik. Seperti, bagaimana prilaku hidup bersih dan sehat itu.

“Yah, apakah sudah menjadi budaya yang dibangun peserta didik di lingkungan sekolahnya atau tidak,” ujarnya.

Dalam penilaian nanti, sambungnya, pihaknya juga akan melakukan verifikasi. Melalui observasi yang dilakukan untuk melihat, apakah data yang masuk ke pusat sesuai dengan fakta di lapangan atau sebaliknya.

“Ini yang kita nilai apakah standar sekolah sehat yang disusun tim penilai telah terpenuhi di sekolah ini. Jika terpenuhi, maka kita pastikan gelar sebagai Sekolah Sehat dan Berkarakter dapat diraih,” katanya.

Untuk tim penilaiannya pun datang dari berbagai pihak. Yakni dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Agama RI dan Tim Penilai Provinsi Sulsel.

Adapun sejumlah sekolah yang dinilai sebagai sekolah sehat pun di antaranya Kabupaten Gowa, Kabupaten Bulukumba, dan Luwu Timur.

Dalam perlombaan sekolah sehat tahun ini. Ada tiga kategori yang akan diraih setiap sekolah. Yaitu best perfomance, best acitmane dan best attitude performance. (rls-ch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *