Wisata Religi di Masjid Agung Parepare

0
17
Sejumlah remaja berswafoto di pelataran Masjid Agung Parepare, Jumat (24/5/2019). FOTO DOK. PRIBADI

Masjid Agung Parepare adalah salah satu masjid termegah di Sulsel. Masjid ini mulai dibangun sejak 2011 silam dan diresmikan pada 2013.

Masjid agung ini juga adalah satu-satunya masjid termegah di Parepare dan sudah berganti nama menjadi Masjid Agung A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle pada 2015 lalu.

Pergantiannya, tepat pada malam Haul ke-19, atas wafatnya ulama terkemuka di Parepare ini dan meski sudah memasuki tahun kedelapan usai didirikan. Kemegahannya belum juga pudar.

Bahkan masih kerap dijadikan oleh muda mudi untuk menikmati senja. Terlebih pada ramadan ini. Tak ketinggalan anak-anak dibawah umur yang sekadar bermain karena didukung pekarangan masjid yang begitu lapang.

BACA JUGA
Komunitas Literasi Parepare Gagas Forum Komunikasi  

Bayangkan saja. Area parkir Masjid bagian atas saja ini dapat menampung 50 mobil. Ini belum termasuk area parkir atas yang bisa menampung sekitar 60 mobil .

Kemegahan masjid lainnya. Khususnya pada lima kubah besar dan menara kecil yang menempel dibangunan utama masjid atau pada empat menara diempat sisi bangunan masjid. Kini masih menjulang tinggi.

BACA JUGA :   Anggaran Penanganan Covid-19 Berubah Menjadi Rp8,3 Miliar

Dibalut warna hijau dengan aksen hiasan keramik berwana kuning yang ada pada bagian bawahnya. Perpaduan warna ini bahkan semakin kuat karena warna yang sama bisa didapati pada empat kubah kecil yang diletakkan sudut masjid.

Sejumlah remaja berswafoto sembari bercanda ria di pelataran Masjid Agung Parepare, Jumat (24/5/2019). FOTO DOK. PRIBADI

Yah, hingga kini kelima menara itu masih tampak kokoh. Menjulang tinggi ke langit. Mengapit luas bangunan utama yang memiliki luas sekitar 1.764 meter persegi atau 42 meter x 42 meter yang terbagi atas tiga lantai itu.

“Saya biasa ke sini meski itu bukan waktu salat. Sekadar mengambil gambar atau berswafoto menjelang senja. Mengabadikan keindahan arsitektur bangunan masjid ini,” aku Ayu, saat dijumpai bersama teman-temannya berswafoto, kemarin.

Sebenarnya berbicara mengenai masjid agung satu ini. Itu tak ada habisnya. Apalagi bila berbicara mengenai keutamaannya. Sebab memang didesain untuk bangunan serba guna.

“Masjid ini dibangun tujuannya untuk berbagai hal mengenai kebajikan. Ruangannya serba guna, selagi itu bernilai ibadah,” ucap Imam Masjid AG KH Abdul Rahman Ambo Dalle, H Sudirman Semma.

BACA JUGA :   Pemkab Gowa Gelar Ramah Tamah dengan Perintis Kemerdekaan

Serba guna ini misalnya. Pada lantai dasar. Ada ruang Underground / Basement / Bawah Tanah yang digunakan sebagai kantor-kantor untuk organisasi masyarakat Pare-Pare bahkan satuan perangkat daerah.

Katakanlah kantor Call Center 112. Yakni petugas juga sopir hingga tenaga medis yang siap selama 24 jam menjemput dan mengantar pasien jika sewaktu-waktu dihubungi.

“Ada juga ruang resepsi pernikahan. Pas di lantai satu. Diatas basement ini. Tetapi, masih ada beberapa yang mesti dilengkapi alat-alatnya,” kata ustaz Sudirman.

Terkait desain masjid agung ini, lahir dari adaptasi tiga masjid besar yang ada di Indonesia. Seperti konsep menara dan ruang salat utama mengambil contoh Masjid Al Markaz Al-Islami Makassar, kubah utama mengadopsi Majid Agung Surabaya, dan landskap ruangan daei Masjid Agung Kalimantan Timur.

Arsitektural dan Geografis MasjidAgung Parepare

Rancangan masjid ini dilengkapi satu menara tinggi sekitar 50 meter. Manara ini terpisah dari bangunan masjid. Awalnya hanya sekitar 60 meter. Namun direvitalisasi sebab pada 2014 lalu sempat runtuh.

BACA JUGA :   Sambut Natal, Penjagaan Gereja Diperketat

Dinding masjid yang berdiri di atas ketinggian sekitar 13 meter dari jalan raya dan 70 meter dari atas permukaan laut dilapisi Alimuniun Composite Panel (ACP). Tahan terhadap cuaca ekstrem. Panas juga hujan.

Adapun Masjid Agung A.G KH. Abdul Rahman Ambo Dalle ini, terletak di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 2, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Sulawesi Selatan.

Bisa melalui jalan Ahmad Yani Poros Pare-Pare dan Kabupaten Sidrap dan Jalan PDAM yang terletak tepat di belakang bangunan Masjid.

Masjid Agung Kota Pare Pare diresmikan pertama kali pada tanggal 11 Oktober 2013, oleh H. Sjamsu Alam, Walikota Pare-Pare yang menjabat kala itu.

Dihumimpun dari berbagai sumber, pembangunan masjid ini menghabiskan dana kurang lebih Rp24  miliar melalui APBD Kota Pare Pare.

Dibangun berlantai tiga dan diperkirakan ini bisa menampung hingga 2.000 jamaah sekaligus. Belum termasuk bila area parkir bila dipakai itu bisa menampung hingga 3.000 jamaah. (berbagai sumber)

BACA JUGA
Komunitas Literasi Parepare Gagas Forum Komunikasi  

Tinggalkan Balasan