Objek Wisata Pinrang Tak Bisa Diharap Sumbang PAD

  • Whatsapp

KURANG TERURUS. Objek wisata Pantai Harapan Baru Ammani di Desa Taddang Pali’e, Kecamatan Mattiro Sompe, perlu lebih diperhatikan agar bisa menyumbang PAD. Kondisinya kini memprihatinkan, 15 Juli 2019

MASMEDIA, PINRANG – Tak sedikit objek wisata yang mempesona di Sulsel. Sayang, hingga kini pengelolaannya belum maksimal.

Harapan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata ini tak bisa diharap. Padahal jika dimaksimalkan dengan baik, ada banyak uang yang bisa disumbang ke kas daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Olahraga Kabupaten Pinrang, Aswadi Haruna membeberkan, mengakui hal ini. Hanya saja ia mengaku, tak bisa berbuat banyak untuk mengembangkan objek wisata ini.

Hal ini dikarenakan, keterbatasan anggaran pengelolaan setiap tahunnya. Katakanlah pada anggaran DAK 2019 ini, khusus bidang pariwisata hanya memperoleh anggaran sebanyak Rp1,9 M.

Menurutnya anggaran sebesar ini hanya bisa diperuntukkan untuk membenahi dua lokasi objek wisata. Yaitu, objek wisata Pantai Harapan Ammani dan objek wisata Waterboom Air Panas Sulili.

“Sejauh ini yang bisa kita maksimalkan untuk menambah pendapat asli daerah, baru Waterboom Air Panas Sulili,” ujarnya.

Aswadi pun mengatakan, untuk pantai Harapan Ammani, sejauh ini PAD belum bisa diharapkan sebab masih dalam tahap pembenahan.  “Tahun ini saja kita terget PAD Rp250 juta dari sektor pariwisata. Alhamdulillah, 70 persennya sudah didapat,” bebernya.

Aswadi menambahkan, sebenarnya ada objek wisata satu lagi yang perlu ditingkatkan di Pinrang yaitu Pantai Dewata Wakka. Pantai ini, berada di Gusung Indah, Wakka, Tadang Palie, Cempa, Tadang Palie, Cempa.

Mengaksesnya tak sulit, kata Aswadi pantai ini hanya kurang lebih 15 kilometer dari pusat Kabupaten Pinrang.

“Pantai ini masih perlu dikembangkan pedestarian serta lampu tamannya. Sebenarnya, sudah banyak orang berkunjung di sana,” tutupnya.

Tak jauh berbeda dengan objek wisata yang ada Parepare. Objek wisata seperti Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Kolam Renang Jompie, Tonrangeng River Side, dan Taman Mattiro Tasi, belum bisa diandalkan sumbang PAD. Pun jika ada tak seberapa.

“Untuk PAD belum ada Perda untuk memungut kegiatan yang bersifat komersil. Sejauh ini baru multiefek untuk warga sekitar,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (KOP), Amarun Agung Hamka.

Tak hanya itu, bahkan ada objek wisata yang cukup terkenal di Parepare yaitu Wisata Lappa Anging dan Goa Kalelawar, juga masih belum bisa diharap. Jadinya sejauh ini hanya sebagai ikon semata.

Kabupaten Enrekang juga tak jauh berbeda. Sama. Tak bisa diharap bisa sumbang PAD. Hanya saja Enrekang tahun ini sedikit beruntung.

Dinas Pariwisata mendapatkan kucuran dana APBN dari pusat untuk pengembangan destinasi wisata. Nilainya Rp2,5 miliar untuk rehabilitasi beberapa objek wisata.

Seperti kawasan wisata Lewaja, Villa Bambapuang, dan Tebing Tontonan serta promosi-promosi wisata lainnya.

“Di Enrekang ini memang banyak objek wisata yang bisa dikembangkan. Tetapi, persoalannya nyaris sama dengan daerah lain. Keterbasan anggaran untuk mempercantiknya,” aku Sekda Enrekang, Chaerul Latanro.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Enrekang, Hamsir, membeberkan anggaran APBN itu akan diprioritas untuk rehabilitasi objek wisata.

Misalnya untuk objek wisata permandian alam Lewaja akan dibangun menara pandang di wilayah air terjun dan akan dibangun pula fasilitas toilet yang memadai serta gapura di sekitar objek wisata tersebut.

Begitu pula dengan objek Villa Bambapuang akan dijadikan sebagai pusat informasi wisata di Enrekang dan destinasi Tebing Tontonan akan dibuatkan jalan setapak khusus untuk jalur wisatawan menunjungi spot sejarah.

“Arahnya tentunya untuk mendongkrak jumlah pengunjung,” ujarnya. (BS-HARIAN FAJAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *